Banyak wisatawan terpaksa membatalkan atau menunda perjalanan mereka hanya karena tidak mendapatkan informasi terbaru tentang prosedur visa saat mengajukan permohonan. Pada tahun 2025, banyak konsulat telah melakukan perubahan penting, mulai dari menaikkan biaya, memeriksa alasan masuk secara ketat, hingga membatasi wilayah penerimaan permohonan. Persiapan yang matang dan dini tidak hanya mengurangi risiko penolakan visa, tetapi juga menghemat biaya tambahan dan menghindari perubahan rencana di menit-menit terakhir.
1. Visa Tiongkok diperketat selama hari libur besar
Tembok Besar Tiongkok - Destinasi wisata terkenal yang menarik pengunjung untuk menikmati pemandangan musim gugur. (Foto: Dikumpulkan)
Dari pertengahan Agustus hingga awal September 2025, wisatawan Vietnam yang ingin mengajukan visa ke Tiongkok secara berkelompok harus sangat berhati-hati. Pengetatan kontrol visa Tiongkok selama periode ini berkaitan langsung dengan persiapan peringatan 80 tahun kemenangan atas fasisme Jepang pada 3 September, sehingga proses persetujuan visa kelompok menjadi jauh lebih ketat dari biasanya.
Menurut informasi terbaru dari agen perjalanan, persyaratan pengajuan visa grup kini mewajibkan jumlah rombongan minimal 5 orang dan membatasi titik masuk ke empat wilayah, yaitu Guangdong, Hunan, Hubei, dan Shanghai. Sementara itu, destinasi populer seperti Xi'an, Chongqing, Kunming, Chengdu, atau Xiamen mungkin akan berhenti menerima visa grup dari Vietnam untuk sementara waktu selama periode puncak.
Banyak mitra perjalanan Tiongkok telah memperingatkan bahwa kemungkinan penolakan visa di perbatasan sangat tinggi, bahkan ketika ada surat undangan atau rencana perjalanan yang jelas. Untuk mengurangi risiko, aplikasi visa sebaiknya diajukan 10 hingga 12 hari sebelum keberangkatan. Jika visa grup ditolak, pemohon dapat beralih ke stiker visa individual, tetapi biayanya akan lebih tinggi dan tingkat persetujuannya tidak sepenuhnya terjamin.
Khususnya, mulai 25 Agustus hingga 6 September, kota-kota besar seperti Beijing mungkin akan menerapkan langkah-langkah pengaturan lalu lintas dan menangguhkan operasional di beberapa objek wisata. Demi alasan keamanan, pengumuman resmi biasanya hanya akan disampaikan oleh pihak berwenang menjelang tanggal tersebut. Wisatawan dan operator tur sebaiknya mulai menyusun rencana darurat jika berencana bepergian ke Tiongkok selama periode ini.
2. AS menaikkan biaya pengajuan visa mulai Oktober 2025
Air Terjun Niagara, perbatasan alami antara AS dan Kanada – Tempat yang dikenal sebagai “Dewa Petir”. (Foto: Dikumpulkan)
Mulai 1 Oktober 2025, Pemerintah AS akan secara resmi menyesuaikan biaya aplikasi visa untuk sebagian besar jenis visa non-imigran, dengan visa turis dan pelajar yang paling terdampak. Biaya baru ini diperkirakan berkisar antara 410 hingga 435 USD/orang, meningkat sekitar 250 USD dibandingkan dengan biaya sebelumnya. Untuk keluarga besar, total biaya visa dapat mencapai puluhan juta VND, belum termasuk biaya layanan, dokumen, perjalanan, dan asuransi.
Ini merupakan peningkatan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sehingga banyak wisatawan Vietnam mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka ke AS di akhir tahun atau menjelang Tahun Baru Imlek. Banyak perusahaan perjalanan juga telah menyesuaikan harga tur, bahkan menghentikan sementara penjualan rute AS pada kuartal keempat untuk menunggu instruksi lebih lanjut dari konsulat.
Tak hanya wisatawan, mahasiswa internasional juga terdampak signifikan. Visa pelajar AS (F-1), yang sebelumnya berharga sekitar $160, kini akan naik hampir tiga kali lipat. Mahasiswa magang jangka pendek, program penelitian, atau perusahaan yang mengirimkan karyawannya untuk bekerja di luar negeri, semuanya harus membayar biaya baru ini.
Dengan perubahan mendadak ini, mereka yang berencana mengajukan visa AS dalam beberapa bulan ke depan sebaiknya mengajukan permohonan secara proaktif lebih awal sebelum tanggal penyesuaian untuk menghindari biaya tambahan. Di saat yang sama, wisatawan juga cenderung beralih ke destinasi lain dengan kebijakan visa yang lebih menguntungkan seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, atau negara-negara Eropa.
3. Turki menyederhanakan prosedur visa mulai September
Hagia Sophia - Karya arsitektur terkenal di Istanbul, Turki. (Foto: Koleksi)
Mulai 1 September 2025, proses pengajuan visa untuk Turki akan dipersingkat secara signifikan, menandai perubahan besar dalam kebijakan untuk menarik wisatawan internasional. Perubahan ini akan membantu warga negara Vietnam mengakses pasar pariwisata yang menarik ini dengan lebih mudah, terutama di musim semi—waktu di mana wisata ke Turki sering mencatat lonjakan jumlah pengunjung.
Sebelumnya, pengajuan visa ke Turki membutuhkan beragam dokumen, mulai dari surat undangan, surat keterangan kerja, buku tabungan, rencana perjalanan terperinci, hingga asuransi. Selain itu, pemohon harus datang langsung ke kedutaan atau pusat aplikasi, menjalani pengambilan biometrik, dan menunggu hasilnya selama 5–10 hari.
Namun, berdasarkan peraturan baru, pemohon visa hanya perlu paspor yang masih berlaku, foto, dan deklarasi daring. Aplikasi ini tidak lagi memerlukan cetakan, sidik jari, atau pengajuan biometrik. Setelah selesai, hasil visa akan dikirimkan melalui surel. Pengunjung dapat mencetak e-visa atau menyimpan salinan lunaknya untuk ditunjukkan saat masuk.
Kebijakan baru ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga secara signifikan mengurangi biaya yang dikeluarkan selama proses persiapan aplikasi. Bagi agen perjalanan, memproses sejumlah besar aplikasi visa Turki kini jauh lebih mudah dan fleksibel. Di tengah meningkatnya permintaan untuk menjelajahi destinasi baru, kebijakan pintu terbuka Turki menjadikan negara ini pilihan yang cerah bagi wisatawan Vietnam pada tahun 2025.
4. Taiwan beralih ke aplikasi visa online sepenuhnya mulai Oktober
Danau Matahari dan Bulan - Destinasi wajib dikunjungi saat berlibur ke Taiwan. (Foto: Sean3810|Getty Images)
Mulai 1 Oktober 2025, seluruh proses aplikasi visa Taiwan akan dilakukan sepenuhnya secara daring oleh Badan Imigrasi Nasional Taiwan. Alih-alih menggunakan dokumen kertas seperti sebelumnya, pemohon kini cukup mengisi informasi, melampirkan dokumen, dan mencetak formulir konfirmasi di situs web resmi sebelum menyerahkan dokumen terkait di kantor perwakilan.
Dibandingkan dengan prosedur tradisional, metode baru ini tidak hanya membantu mengurangi kesalahan tetapi juga meningkatkan transparansi dalam penyediaan informasi pribadi, keuangan, dan rencana perjalanan. Sesuai instruksi, aplikasi harus menjelaskan status pekerjaan, kapasitas keuangan, serta tiket pesawat pulang pergi dan reservasi hotel. Bagi mereka yang mengajukan visa Taiwan untuk pertama kalinya, persiapan yang cermat sesuai dengan setiap langkah yang diumumkan secara publik di situs web konsulat merupakan faktor penting untuk meningkatkan tingkat keberhasilan.
Meskipun prosesnya telah didigitalisasi, lembaga peninjau tetap menerapkan kebijakan pemeriksaan yang ketat untuk mencegah penipuan. Namun, untuk profil yang kuat (pekerjaan yang jelas, keuangan yang stabil, dan riwayat perjalanan yang baik), peninjauan akan jauh lebih mudah dan cepat.
Transisi ke sistem daring tidak hanya mengurangi beban agen penerima, tetapi juga menghemat waktu bagi para pemohon. Mengingat lonjakan jumlah permohonan visa Taiwan selama musim liburan akhir tahun, perubahan ini dianggap sebagai langkah yang wajar untuk meningkatkan pengalaman warga negara dan pelaku usaha pariwisata.
5. Visa Korea 2025: Wilayah penerimaan aplikasi di Vietnam
Di seluruh jalanan Korea, dedaunan mulai menguning saat musim gugur tiba. (Foto: Vi Van Thuy)
Mulai 1 Juli 2025, Konsulat Jenderal Korea di Kota Ho Chi Minh hanya akan menerima permohonan visa dari provinsi-provinsi selatan, mulai dari Gia Lai ke bawah. Provinsi-provinsi tengah seperti Quang Ngai dan Kon Tum tidak akan lagi menerima permohonan visa di sini, tetapi harus mengirimkannya langsung ke Kedutaan Besar Korea di Hanoi atau unit-unit resmi.
Peraturan baru ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses peninjauan dan meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mewajibkan pelamar untuk menyesuaikan rencana pengajuan mereka guna menghindari penundaan. Khususnya, mereka yang tinggal di wilayah Tengah harus berhati-hati agar tidak mengajukan permohonan di tempat yang salah, karena hal ini dapat mengakibatkan waktu dan biaya perjalanan tambahan.
Terlepas dari perubahan lokasi pengajuan, persyaratan bukti pekerjaan, keuangan, dan rencana perjalanan tetap ketat. Peraturan ini tidak memengaruhi kategori visa 5 tahun bagi penduduk kota-kota besar seperti Hanoi, Kota Ho Chi Minh, dan Da Nang.
Perubahan ini mungkin akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi wisatawan dari wilayah Tengah, tetapi di saat yang sama, juga menciptakan peluang untuk pemrosesan dokumen yang lebih efektif. Memahami informasi dan mempersiapkan dokumen yang lengkap akan membantu wisatawan Vietnam lebih mudah dalam mengajukan visa Korea pada tahun 2025 .
6. Visa Jerman 2025: Waktu pemrosesan yang lama
Pemandangan musim gugur yang indah di desa Oberlehen, Jerman. (Foto: Dikumpulkan)
Pada tahun 2025, waktu tunggu visa Jerman dapat diperpanjang hingga 20 hari kerja karena jumlah aplikasi yang luar biasa tinggi. Informasi ini penting bagi mereka yang berencana bepergian atau bekerja di Jerman dalam waktu dekat, terutama karena jadwal yang padat dan membutuhkan visa yang tepat waktu.
Waktu pemrosesan yang panjang mengharuskan pengunjung untuk mempersiapkan dokumen mereka dengan cermat sejak awal agar dokumen mereka tidak dikembalikan untuk dokumen tambahan atau perpanjangan. Agar proaktif, Anda sebaiknya mengajukan visa Jerman setidaknya satu bulan sebelum keberangkatan Anda untuk memastikan cukup waktu untuk memproses dan menerima hasilnya.
Peningkatan jumlah pendaftar tidak hanya berasal dari wisatawan, tetapi juga dari pelajar, pakar, dan pekerja internasional. Hal ini juga mencerminkan minat besar masyarakat Vietnam terhadap pasar Jerman—destinasi menarik untuk belajar, bekerja, dan menjelajah Eropa.
Mengikuti perkembangan prosedur visa untuk negara-negara seperti AS, Tiongkok, Korea Selatan, Jerman, Taiwan, dan Turki merupakan langkah persiapan penting bagi setiap wisatawan, pelajar, atau pelancong bisnis internasional. Perubahan biaya, prosedur, dan waktu pemrosesan dapat berdampak langsung pada rencana dan pengeluaran pribadi.
Untuk menghindari gangguan dan masalah tak terduga, wisatawan sebaiknya rutin memantau informasi dari agen konsuler dan menghubungi agen perjalanan atau konsultan visa tepercaya untuk mendapatkan bantuan. Mempersiapkan dokumen dengan cermat, mengajukan lebih awal, dan memilih jenis visa yang tepat akan membantu perjalanan Anda di tahun 2025 berjalan lebih lancar dan aman dari sebelumnya.
Semoga Anda sukses dalam perjalanan, belajar, dan bekerja selama setahun dengan perjalanan dan pengalaman yang tak terlupakan!
Sumber: https://www.vietravel.com/vn/am-thuc-kham-pha/cap-nhat-moi-nhat-ve-thu-tuc-xin-visa-my-trung-han-duc-dai-loan-tho-nhi-ky-v17741.aspx
Komentar (0)