Setelah penampilan impresif dalam pertandingan terakhir tim Vietnam di Piala ASEAN 2024, Nguyen Xuan Son muncul sebagai "fenomena internet", yang menarik banyak perhatian dari komunitas penggemar Vietnam.
Bahkan informasi terkait kehidupan dan minat pemain kelahiran 1997 ini pun menjadi topik pencarian yang mendapat interaksi besar sekali.
Baru-baru ini, serangkaian foto sehari-hari yang mengabadikan momen Xuan Son membeli kue pisang goreng di trotoar kota Nam Dinh diunggah di media sosial dan langsung menimbulkan "badai".
Gambaran sederhana seorang pemain pria mengendarai sepeda motor dan menunggu untuk membeli kue pisang membuat banyak orang bersemangat karena ini merupakan camilan sore yang sudah tidak asing lagi bagi banyak orang Vietnam, terutama di musim dingin.
Camilan khas pedesaan ini sangat disukai oleh pemain Brasil, yang sering mencarinya dan menikmatinya.
Diketahui, warung kue pisang goreng pinggir jalan yang dikunjungi Xuan Son tersebut sudah buka hampir 3 tahun, berlokasi di simpang Jalan Nguyen Du, seberang SMA Nguyen Khuyen, Kota Nam Dinh.
Berbagi dengan reporter VietNamNet , Ibu Pham Thi Thu Ha (lahir tahun 1992) - pemilik toko membenarkan bahwa pemain sepak bola Xuan Son dan keluarganya sering datang untuk membeli kue pisang goreng.
Beberapa bulan yang lalu, adik perempuan pemain sepak bola Xuan Son memesan kue pisang dan meminta saya untuk mengantarkannya ke rumahnya. Sejak itu, sang pemain dan istrinya sering datang untuk membeli kue pisang goreng.
"Ketika tidak ada jadwal kompetisi, Xuan Son datang membeli kue pisang hampir setiap sore. Jika sibuk, istrinya yang datang. Setiap kali mereka membeli sekitar 10, terkadang lebih," kata Ibu Ha.
Pemilik toko perempuan itu lebih lanjut mengungkapkan bahwa di dunia nyata, pemain sepak bola Xuan Son memiliki kepribadian yang ceria, terbuka, dan ramah. Ketika ia datang untuk membeli kue pisang, ia sering mengobrol dengan pemilik toko menggunakan kalimat-kalimat sederhana dalam bahasa Vietnam yang jenaka.
"Baru-baru ini, sebelum bergabung dengan tim nasional, dia juga pergi naik sepeda motor untuk membeli kue pisang goreng. Dia juga mengatakan sangat menyukai kue ini, memujinya sebagai kue yang lezat, dan berjanji akan kembali membeli lagi setelah kompetisi, ketika dia kembali ke Nam Dinh," tambahnya.
Ibu Ha mengatakan bahwa kue pisang di tokonya dibuat berdasarkan resep Malaysia.
Pisang yang digunakan untuk membuat kue ini adalah pisang kerdil, dengan rasa manis dan aromatik yang khas. Tepung terigu yang digunakan adalah tepung terigu Malaysia, yang membantu kue pisang ini memiliki kulit yang renyah namun tetap lembut dan mudah dimakan.
“Pisang dipilih secara hati-hati, satu per satu, memastikan pisang cukup manis dan matang, tidak terlalu matang agar pisang tidak mengeluarkan madu dan menghitamkan kue,” kata pemilik perempuan itu.
Toko ini buka dari pukul 13.00 hingga 19.00, menjual rata-rata 200 kue per hari. Selain kue pisang, toko ini juga menyajikan kue ubi jalar dengan santan.
Komentar (0)