Pada malam 17 September (waktu Hanoi ), koleksi Fendi Musim Semi-Panas 2025 resmi diluncurkan dalam rangka Pekan Mode Milan , Italia. Peragaan busana tersebut menarik perhatian dengan kehadiran bintang-bintang hiburan papan atas Asia. Chau Bui dan Quynh Anh Shyn juga hadir dalam acara ini.
Bintang wanita luar biasa
Tampil di peragaan busana Fendi dianggap sebagai comeback Chau Bui yang mengesankan setelah absen selama dua pekan mode. Dengan paduan busana kulit, sepatu bot bulu, dan rambut berantakan yang disisir ke belakang, ia tampak telah meninggalkan citranya yang biasa dan tampil lebih menawan.
Sementara itu, Quynh Anh Shyn memilih pakaian denim sederhana dengan aksen aksesori besar. Rambut two-tone-nya juga dianggap sebagai detail yang mengesankan (Foto: @chaubui_, Getty).
Seperti musim-musim sebelumnya, Song Hye Kyo tetap menjadi pusat perhatian saat tampil di peluncuran koleksi terbaru Fendi. Aktris cantik Korea ini menerima banyak pujian atas busananya yang sederhana namun mewah.
Khususnya, ia menarik perhatian ketika ia menggunakan aksesori lolipop untuk ditempelkan di tas tangannya. Aksesori ini telah "menjadi tren" sejak debutnya di runway Musim Gugur - Musim Dingin 2024 (Foto: Fendi, Vogue, Getty).
Selain Song Hye Kyo, nama-nama ternama lainnya seperti aktris Thailand Duong Yen dan Ranee Campen juga hadir dalam acara tersebut. Menariknya, Duong Yen dinobatkan sebagai duta merek baru rumah mode tersebut beberapa jam sebelum acara berlangsung (Foto: Vogue, Getty).
Tonggak sejarah 100 tahun
Musim Semi/Panas 2025 merupakan musim yang sangat penting bagi Fendi, menandai peringatan 100 tahun rumah mode yang dipimpin oleh Kim Jones dan Silvia Venturini. Dalam peragaan busana tersebut, Venturini Fendi mengenang kata-kata neneknya: "Tangan memiliki lima jari. Jari-jari itu berbeda, tetapi saling melengkapi."
Kini, pernyataan tersebut menjadi bukti kuat DNA merek tersebut, dengan Venturini Fendi yang mengelola pakaian pria, pakaian anak-anak, dan aksesori, sementara putrinya, Delfina, mengepalai divisi perhiasan dan menjadi inspirasi Jones (Foto: Vogue).
Mengacu pada lengkung genetik Fendi, Jones menciptakan desain yang membangkitkan kenangan lama.
Gaun tipis berhiaskan motif kerajaan di bagian tubuh, rumbai-rumbai yang menonjolkan desain feminin, tambal sulam mewah pada kain halus, atau tas Baguette yang banyak muncul merupakan elemen "kunci" dari merek ini. Dari sana, penonton seolah tertarik pada perayaan fesyen feminitas, akar kesuksesan Fendi selama 100 tahun (Foto: Vogue).
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/giai-tri/chau-bui-quynh-anh-shyn-bat-ngo-do-sac-voi-song-hye-kyo-tai-y-20240918123708030.htm
Komentar (0)