Asap hitam mengepul ke langit di sebagian wilayah Valparaiso, rumah bagi hampir satu juta orang di Chili. Petugas pemadam kebakaran menggunakan helikopter dan truk pemadam kebakaran untuk memadamkan api.
Kebakaran hutan berkobar di Vina del Mar, Chili pada 3 Februari 2024. Foto: Reuters
Daerah di sekitar kota wisata pesisir Vina del Mar termasuk yang paling parah terkena dampak dan tim penyelamat berupaya menjangkau semua daerah yang terkena dampak.
Presiden Boric mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 40 orang tewas dalam kebakaran tersebut dan enam lainnya meninggal dunia akibat luka bakar di rumah sakit. "Mengingat situasi tragedi ini, jumlah korban pasti akan bertambah dalam beberapa jam mendatang... Situasinya sungguh sulit," ujarnya.
Kebakaran hutan telah menyebabkan kerugian besar bagi jiwa dan harta benda di Chili. Foto: Reuters
Terdapat 92 kebakaran aktif di seluruh negeri, yang memengaruhi lebih dari 43.000 hektar lahan, ujar Menteri Dalam Negeri Carolina Toha sebelumnya pada hari yang sama saat ia melaporkan 19 kematian. Badan bencana Chili, Senapred, menyatakan bahwa kebakaran ini merupakan kebakaran hutan paling mematikan di Chili dalam satu dekade.
Antara Jumat dan Sabtu, luas area yang terdampak kebakaran hutan meningkat dari 30.000 menjadi 43.000 hektar. Menteri Toha mengatakan kekhawatiran terbesar adalah beberapa kebakaran terjadi sangat dekat dengan wilayah perkotaan, "dengan potensi dampak yang sangat besar terhadap masyarakat, rumah, dan infrastruktur."
Kebakaran hutan bukan hal yang jarang terjadi di Chili selama bulan-bulan musim panas. Tahun lalu, setelah gelombang panas yang memecahkan rekor, sekitar 27 orang tewas dan lebih dari 400.000 hektar lahan terdampak bencana tersebut.
Huy Hoang (menurut Reuters, AP)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)