Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Dermaga Chew - "Warisan Terapung" di perairan Penang

Penang, sebuah pulau indah di barat laut Malaysia, terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah, kulinernya yang unik, dan kekayaan budaya multietnis yang telah terbentuk selama beberapa generasi. Di antara sekian banyak destinasi menawan di pulau kecil ini, Chew Jetty—sebuah desa terapung yang diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia—merupakan bukti nyata persimpangan antara masa lalu dan masa kini. Setiap pilar dan atap kayu di sini dikaitkan dengan kisah migrasi, kebanggaan akan asal-usul, yang menyatu dengan ritme asin kehidupan di lautan.

Việt NamViệt Nam21/03/2025

desa-1.jpg

Pemandangan damai di desa terapung Chew Jetty.

Identitas multikultural yang unik

Setibanya di Penang, pengunjung akan langsung terpikat oleh suasana pulau yang hangat dan semarak. Daya tarik utamanya adalah kota tua George Town, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO. Jalan-jalan seperti Lebuh Campbell, Chulia, atau gang-gang di sekitar George Town menawarkan pengalaman sejarah dan budaya yang unik. Di sini, arsitektur kolonial berpadu dengan jejak budaya Tionghoa, India, Melayu, dan Barat, menciptakan ruang yang semarak dan penuh warna.

Penang telah melewati masa kolonial dan menjadi pusat ekonomi dan budaya yang makmur, masih melestarikan warisan budayanya yang unik dan berharga hingga kini. Selain pantai-pantainya yang indah dan pasar malam yang ramai, Penang menonjol karena caranya melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai tradisional, yang tersembunyi di setiap deretan rumah kuno di George Town. Terutama sistem desa terapung Clan Jetty, yang mencakup 6 desa yang dibentuk pada akhir abad ke-19 oleh para imigran miskin, sebagian besar dari Fujian (Tiongkok). Mereka membangun rumah-rumah kayu di atas panggung tahan air untuk beradaptasi dengan keadaan, membentuk komunitas yang erat dengan identitas budaya yang kuat.

Warisan Dermaga Chew

Karena tidak mampu membeli tanah, para imigran Tionghoa membangun rumah-rumah kayu di sepanjang dermaga—yang disebut "dermaga". Setiap dermaga dikaitkan dengan sebuah keluarga seperti Chew, Lim, Tan... Dermaga Chew adalah salah satu dari enam desa terapung yang masih ada dan berkembang hingga saat ini, dengan puluhan rumah kayu di dekat air, yang dihubungkan oleh jalan setapak sempit yang terbuat dari papan kayu yang telah lapuk dimakan waktu. Setiap rumah memiliki jalan setapak, beranda, dan pilar-pilar tahan air, yang memiliki ciri khas arsitektur tradisional Tionghoa, sekaligus beradaptasi dengan lingkungan hidup di dekat air. Melalui berbagai peristiwa, Dermaga Chew masih mempertahankan ciri khas pedesaannya, menjadi warisan unik Penang.

desa-2.jpg

Rumah kayu terapung di atas air di Chew Jetty.

Berkesempatan menginap di Chew Jetty House—sebuah rumah dengan mural kayu besar yang berdiri tegak di dekat dermaga perahu—saya menyaksikan sendiri kehidupan sederhana masyarakat desa terapung. Chew Jetty bukan hanya tempat tinggal keluarga Chew, tetapi juga bukti nyata proses integrasi budaya, di mana adat istiadat seperti pemujaan leluhur dan perayaan rakyat masih dilestarikan turun-temurun. Meskipun telah dimodernisasi dengan listrik dan air mengalir, tempat ini tetap mempertahankan ciri khas pedesaannya. Setiap lapisan papan kayu, setiap pilar yang menopang rumah menceritakan kisah perjalanan mengarungi lautan, kerinduan akan tanah air, dan keinginan untuk membangun kehidupan baru. Hal ini menciptakan kontras yang menarik: antara masa lalu dan masa kini, antara yang sederhana dan yang nyaman, menunjukkan kemampuan untuk berintegrasi sambil tetap melestarikan identitas komunitas itu sendiri.

Desa terapung di tengah perubahan

Penduduk di sini—yang sebagian besar merupakan keturunan imigran Tionghoa—masih mempertahankan gaya hidup yang dekat dengan alam, menggabungkan kegiatan memancing, usaha kecil, dan kerajinan tangan untuk mencari nafkah sekaligus melestarikan tradisi. Beberapa rumah telah dialihfungsikan menjadi homestay, toko suvenir, dan toko camilan.

Berdiri di sini, Anda akan merasakan lebih jelas pergerakan waktu yang konstan: perahu-perahu tua berlabuh, atap-atap kayu tua di seberang rumah-rumah penginapan modern, orang-orang tua duduk di beranda mereka menyaksikan arus wisatawan yang ramai. Desa ini berada di perbatasan antara pembangunan dan pelestarian. Namun, warga Chew Jetty selalu berusaha menyeimbangkan agar tradisi tetap meresap dalam perubahan yang konstan.

Setiap pagi, mereka memulai hari dengan kegiatan sederhana: menyiapkan sarapan, mengobrol, dan menikmati hidangan keluarga yang lezat berupa dim sum, ketan, sup manis, dan mi. Masakan Chew Jetty diresapi cita rasa tanah air mereka yang jauh, sekaligus mengusung nuansa khas Penang, menciptakan simfoni kuliner yang unik.

Matahari terbenam di Dermaga Chew juga merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Berjalan di sepanjang trotoar kayu yang diterpa angin laut, pengunjung akan merasakan desiran ombak yang lembut dan sinar matahari yang mewarnai air menjadi keemasan, membangkitkan perasaan kembali ke masa lalu, mendengarkan panggilan Penang yang tua dan semarak. Dermaga Chew bukan hanya sebuah warisan, tetapi juga bagian dari masyarakat yang dulu menyebut tempat ini "rumah".

Meskipun kecil, Penang merupakan rumah bagi dunia budaya yang kaya. Dari desa terapung berarsitektur kayu dan gaya hidup sederhana hingga kota tua bersejarah George Town, Penang menawarkan pengalaman unik dan multidimensi bagi para pengunjungnya. Dermaga Chew, dengan rumah-rumah kayunya yang sederhana dan komunitas yang telah lama berdiri, merupakan simbol integrasi dan pelestarian warisan. Kunjungan ke sini akan memberi Anda kesempatan untuk merasakan nilai-nilai budaya, sejarah, dan beragam Penang yang tak hanya bernostalgia tetapi juga terus berkembang seiring waktu.

[iklan_2]
Sumber: https://hanoimoi.vn/chew-jetty-di-san-noi-tren-mat-nuoc-penang-696499.html


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk