Menyadari bahwa peraturan baru tentang pengajaran dan pembelajaran tambahan masih banyak kekurangannya, Pemerintah meminta Kementerian Pendidikan dan Pelatihan untuk meninjau dan melakukan penyesuaian sebagaimana mestinya.
Konten di atas terdapat dalam dokumen Kantor Pemerintah yang dikirimkan kepada Kementerian Pendidikan dan Pelatihan , tertanggal 22 Januari. Menurut Kantor Pemerintah, Surat Edaran 29/2024 yang mengatur pengajaran dan pembelajaran tambahan dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, meskipun telah mendapat banyak konsensus, masih mengandung banyak kekhawatiran.
Beberapa pendapat mengatakan bahwa akar dari kegiatan belajar mengajar tambahan adalah kurikulum yang berat, sementara mentalitas menghargai gelar masih cukup umum di kalangan banyak orang. Dengan program buku pelajaran baru, ujian kelulusan SMA baru, dan metode penerimaan universitas baru, tingkat "persaingan" untuk masuk ke universitas bergengsi semakin ketat.
Pemerintah meminta Kementerian Pendidikan dan Pelatihan untuk meninjau kembali peraturan tentang pembelajaran tambahan. (Foto ilustrasi)
Dalam jangka panjang, ketika program pendidikan tidak lagi terfokus pada ujian, tes, dan penilaian, tetapi lebih pada pengajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan kualitas peserta didik, maka kegiatan belajar mengajar tambahan akan kembali pada hakikatnya yang hakiki.
Ketika siswa merasa kurang pengetahuan, mereka mengambil kelas tambahan untuk melengkapi pengetahuan tersebut atau ingin menjadi lebih baik, mereka mengambil kelas tambahan. Namun, ketika kurikulum masih terlalu menekankan benar dan salah, dan pembelajaran hanya untuk ujian, maka pengajaran dan pembelajaran tambahan akan terus terdistorsi.
Oleh karena itu, Wakil Perdana Menteri Le Thanh Long memerintahkan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan untuk segera memperoleh informasi yang dilaporkan oleh pers mengenai masalah-masalah di atas agar dapat segera mengambil solusi yang tepat menurut kewenangan dan peraturan hukum yang berlaku.
Pada akhir Desember 2024, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menerbitkan Surat Edaran 29 yang mengatur isi dan bentuk kegiatan belajar mengajar tambahan. Surat Edaran tersebut memuat beberapa penyesuaian penting, seperti larangan guru yang mengajar kelas tambahan di sekolah untuk memungut biaya dari siswa, dan wajib mendaftarkan usahanya jika mengajar kelas tambahan di luar sekolah.
Pada saat yang sama, surat edaran tersebut juga meningkatkan tanggung jawab dan pengawasan kepala sekolah dalam mendeteksi dan menangani guru yang mengajar kelas tambahan yang melanggar peraturan.
Peraturan baru dalam Surat Edaran 29 ini menuai beragam pendapat dari orang tua dan guru. Banyak guru berpendapat bahwa peraturan baru ini sepenuhnya melarang bimbingan belajar ekstrakurikuler, padahal kebutuhan akan bimbingan belajar ekstrakurikuler di kalangan siswa memang nyata. Banyak yang bahkan yakin bahwa peraturan baru ini akan menciptakan kondisi yang mendukung perkembangan pusat bimbingan belajar ekstrakurikuler.
Minh Khoi
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/chinh-phu-yeu-cau-bo-gd-dt-ra-soat-quy-dinh-day-them-ar922253.html
Komentar (0)