Jumlah wisatawan Vietnam ke Korea tumbuh secara mengesankan, dengan lebih dari 500.000 kedatangan pada tahun 2024, menjadikan Vietnam salah satu pasar sumber paling potensial untuk pariwisata Korea.
Jumlah wisatawan Vietnam ke Korea tumbuh secara mengesankan, dengan lebih dari 500.000 kedatangan pada tahun 2024, menjadikan Vietnam salah satu pasar sumber paling penting dan potensial bagi pariwisata Korea.
Untuk memanfaatkan potensi pasar pariwisata negara Asia Timur Laut tersebut, pada tanggal 23 Agustus, Asosiasi Pariwisata Kota Ho Chi Minh (HTA) menyelenggarakan Seminar "Pariwisata dan Pengusaha No. 2" dengan topik utama "Kebijakan Visa - Kunci Menarik Wisatawan ke Korea".
Sebagai bagian dari rangkaian acara "Pariwisata & Bisnis 2025", acara ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk mempromosikan kerja sama bilateral antara Vietnam dan Korea. Kehadiran dan sharing langsung dari perwakilan Konsulat Jenderal Korea di Kota Ho Chi Minh menjadi sorotan khusus yang menarik lebih dari 250 delegasi dari berbagai bisnis perjalanan, perhotelan, dan transportasi.
Angka-angka dari Organisasi Pariwisata Korea (KTO) menunjukkan bahwa pada paruh pertama tahun 2025 saja, sekitar 320.000 wisatawan Vietnam memasuki Korea, meningkat 35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, membuktikan bahwa daya tariknya belum mendingin.
Seminar ini berfokus pada klarifikasi reformasi dan penyesuaian terbaru dalam kebijakan visa Korea. Pemutakhiran informasi resmi sangat penting bagi bisnis-bisnis outbound Vietnam agar dapat terus memanfaatkan gelombang wisatawan yang meningkat pesat ini secara efektif.
Dari perspektif bisnis, Ibu Doan Ngoc Thao, Wakil Direktur Jenderal Perusahaan Saham Gabungan Olahraga Swing Tourism, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pariwisata Golf Saigon, mengatakan bahwa pasar pegolf internasional yang datang ke Vietnam telah tumbuh secara stabil, terutama dari Korea dan Taiwan (Tiongkok). Mereka adalah kelompok pelanggan dengan pengeluaran tinggi, yang seringkali menggabungkan golf dengan resor mewah. Rata-rata, setiap tahun, jumlah pengunjung dari kedua pasar ini meningkat sebesar 10-15%, bahkan setelah pandemi sempat mengalami peningkatan yang tiba-tiba.
Ibu Doan Ngoc Thao menganalisis lebih lanjut: "Perluasan pembebasan visa, perpanjangan masa tinggal, dan kemudahan penerapan e-visa di Vietnam telah menciptakan kondisi yang menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus memperpanjang masa tinggal dan mendorong pengunjung untuk kembali. Jika kita terus mempertahankan dan memperluas kebijakan visa yang menguntungkan, Vietnam dapat segera menjadi tujuan utama di Asia bagi wisatawan golf dari Korea dan Taiwan."
Dengan tujuan menyambut lebih dari 700.000 wisatawan Vietnam pada tahun 2026, pihak Korea juga mempertimbangkan kebijakan visa yang lebih fleksibel, dan ini merupakan peluang emas bagi bisnis perjalanan untuk memanfaatkan tren ini.
Memahami "aturan main" membantu bisnis menyelesaikan aplikasi mereka secara proaktif, mempersingkat waktu pemrosesan, dan meningkatkan tingkat persetujuan visa. Hal ini secara langsung meningkatkan daya saing dan reputasi perusahaan dalam persaingan merebut pangsa pasar potensial ini. Proses visa yang "lancar" merupakan titik sentuh pertama, yang menciptakan kesan yang baik dan meningkatkan kepuasan pengunjung.
Selain itu, kebijakan visa yang fleksibel juga dianggap sebagai alat yang efektif dalam mempromosikan pariwisata, mengirimkan pesan sambutan yang kuat dari Pemerintah Korea, yang menegaskan hubungan kerja sama yang bersahabat antara kedua negara.
Seminar “Kebijakan Visa untuk Korea dan Taiwan (Tiongkok)” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pariwisata Kota Ho Chi Minh dapat dikatakan bukan sekadar sesi informasi, melainkan forum dialog praktis yang membekali para pelaku bisnis dengan “kunci emas” untuk membuka pintu pasar potensial Korea, dan berkontribusi dalam mewujudkan tujuan pengembangan pariwisata masuk dan keluar negeri secara harmonis dan berkelanjutan.
Sumber: https://baolangson.vn/chinh-sach-visa-chia-khoa-vang-thu-hut-500-000-du-khach-viet-5056908.html
Komentar (0)