Teknologi digital dipromosikan tidak hanya dalam kehidupan pribadi tetapi juga dalam sistem administrasi dan layanan publik di Ca Mau.
Di Pusat Pelayanan Administrasi Publik Kelurahan Ly Van Lam, Ibu Quach Ngoc Yen, seorang spesialis di pusat tersebut, mengatakan: "Berkat teknologi, prosedur pemrosesan menjadi lebih cepat dan efisien, mengurangi tekanan baik pada pejabat maupun warga. Bagi pejabat dan karyawan instansi, penerapan TI membantu menyelesaikan pekerjaan instansi lebih cepat, dokumen yang diarsipkan mudah dicari, dan laporan dikirim ke instansi terkait dengan cepat tanpa harus datang langsung."
Orang-orang sedang menangani prosedur administratif di Pusat Layanan Administrasi Publik Ly Van Lam Ward.
Namun, menurut Bapak Nguyen Van Den, Wakil Direktur Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata provinsi tersebut, agar transformasi digital berhasil, budaya digital harus berjalan seiring. Pejabat, pegawai negeri, mahasiswa, dan siswa perlu menjadi teladan dalam perilaku beradab mereka di lingkungan digital. Mereka tidak hanya harus menangani pekerjaan secara efisien tetapi juga menunjukkan rasa hormat, berbagi, dan berempati dengan warga dan kolega.
Untuk mewujudkan tujuan ini, Provinsi Ca Mau telah menerapkan banyak solusi komprehensif. Di sektor budaya, perangkat lunak manajemen artefak museum dan perpustakaan elektronik Vebrary 5.0 telah digunakan, membantu mendigitalisasi basis pengetahuan untuk melayani masyarakat. Di bidang pariwisata, aplikasi informasi pariwisata cerdas (www.camautourism.vn) memungkinkan wisatawan untuk mencari destinasi, restoran, dan agen perjalanan langsung melalui ponsel mereka.
Budaya digital membantu menjadikan media sosial lebih beradab.
Namun, Bapak Nguyen Van Den menyampaikan bahwa, menurut Kementerian Informasi dan Komunikasi, pada tahun 2024, lebih dari 15.000 konten yang melanggar hak cipta diminta untuk dihapus dari platform lintas batas, sebagian besar terkait dengan disinformasi, pencemaran nama baik, dan hasutan kebencian. Kekerasan siber dan "budaya penghancuran" semakin marak, terutama menargetkan selebriti dan pengguna biasa.
Sebuah laporan Microsoft pernah mengungkapkan bahwa Vietnam termasuk dalam 5 negara dengan indeks kesopanan daring terendah. Hal ini menunjukkan bahwa jika budaya digital tidak dibangun tepat waktu, kemudahan teknologi dapat menjadi ancaman bagi masyarakat, terutama kaum muda dan kelompok rentan.
Masyarakat digital yang sehat adalah masyarakat di mana orang tidak hanya menguasai teknologi tetapi juga tahu bagaimana berperilaku dengan penuh hormat di dunia digital.
Bapak Nguyen Van Den menekankan bahwa pendidikan budaya digital, peningkatan keterampilan digital, dan penyempurnaan kerangka hukum adalah tiga pilar untuk membangun ruang siber yang aman dan sehat. Sekolah, keluarga, media, dan perusahaan teknologi perlu bekerja sama erat untuk menciptakan "perisai" bagi pengguna. Pada saat yang sama, perilaku positif dan interaksi yang bertanggung jawab serta ramah harus didorong.
Teknologi digital mengubah cara masyarakat beroperasi, mulai dari kebijakan publik, pendidikan, dan perawatan kesehatan hingga kehidupan pribadi. Masyarakat digital yang sehat adalah masyarakat di mana orang tidak hanya menguasai teknologi tetapi juga tahu bagaimana berperilaku sopan di dunia digital. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab satu orang, untuk memastikan bahwa teknologi benar-benar menjadi alat untuk melayani umat manusia, bukan sebaliknya.
Phuc Duy
Sumber: https://baocamau.vn/chuyen-doi-so-phai-song-hanh-with-van-hoa-ung-xu-so-a121084.html








Komentar (0)