Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Akankah situasi di Belahan Bumi Selatan berbalik?

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế22/11/2024

Kembalinya Donald Trump tidak hanya menandai titik balik dalam politik Amerika, tetapi juga menjanjikan dampak yang mendalam pada hubungan internasional, khususnya di Belahan Bumi Selatan.


Kết quả cuộc bầu cử Tổng thống Mỹ năm 2024 tại Mỹ ngã ngũ với việc ứng cử viên Donald Trump của đảng Cộng hòa giành chiến thắng. (Nguồn: South China Morning Post)
Dengan motto "Amerika yang Utama," masa jabatan "Trump 2.0" dapat membawa dampak yang mendalam dan luas ke Belahan Bumi Selatan. (Sumber: South China Morning Post)

Pemilihan presiden AS, yang menarik perhatian internasional, berakhir dengan keberhasilan Donald Trump "kembali" ke Gedung Putih melawan lawannya, Kamala Harris. Kembalinya yang bersejarah ini diperkirakan akan berdampak besar pada dunia , khususnya pada situasi di Ukraina, Jalur Gaza, dan kawasan Indo-Pasifik. Yang perlu diperhatikan, topik utama diskusi di kalangan akademisi baru-baru ini adalah dampak masa jabatan Presiden terpilih Trump terhadap Belahan Bumi Selatan.

Kekuatan-kekuatan yang sedang berkembang di Belahan Bumi Selatan, seperti Brasil, Meksiko, India, india, dan Afrika Selatan, memainkan peran yang semakin signifikan dalam politik dunia. KTT BRICS baru-baru ini (di Kazan 2024) dan KTT G20 (di New Delhi 2023) merupakan bukti nyata pengaruh bintang-bintang yang sedang naik daun di Belahan Bumi Selatan ini dalam merestrukturisasi sistem multilateral, menjadikan negara-negara adidaya bukan lagi satu-satunya kekuatan pendorong dalam hubungan internasional.

Selama masa jabatan "Trump 1.0", kelompok negara-negara di belahan bumi selatan menghadapi tekanan untuk menjaga jarak dalam hubungan mereka dengan Tiongkok. New Delhi, khususnya, menjadi bagian dari strategi Indo- Pasifik AS melalui Dialog Keamanan Segiempat (Quad). Secara historis, New Delhi dan Beijing memiliki banyak perselisihan yang belum terselesaikan, dan ketegangan perbatasan antara kedua negara sering mengganggu situasi geopolitik dan keamanan di Asia Selatan.

Masa jabatan kedua Trump dapat menyebabkan ketegangan diplomatik, khususnya dengan Meksiko, mengingat pendekatannya yang konfrontatif terhadap imigrasi. Jika Meksiko tidak menyelaraskan kepentingannya secara erat dengan kepentingan AS, negara itu dapat menghadapi ketidakstabilan geopolitik yang serius. Jika pemerintahan Washington yang baru mengurangi komitmen keamanannya kepada Meksiko, negara Amerika Latin itu perlu memperkuat otonomi pertahanannya.

Masa jabatan "Trump 2.0" dapat memicu gejolak ekonomi di Belahan Bumi Selatan karena sikap proteksionis Presiden terpilih Trump. Selama kampanyenya, Trump menyebutkan peningkatan tarif impor AS, yang dapat berdampak pada negara-negara berkembang dan memiliki konsekuensi signifikan bagi angkatan kerja serta menyebabkan ketidakstabilan pasar, khususnya di Asia dan Amerika Latin. Lebih lanjut, Trump telah menyatakan penentangannya terhadap kendaraan listrik (EV) dan menyatakan akan mencabut peraturan wajib EV pada hari pertamanya menjabat.

Trump telah berjanji untuk mengenakan tarif sekitar 60% pada impor dari China, mencabut status Most Favored Nation (MFN) untuk Beijing, dan berpotensi memulai kembali perang dagang AS-China. Jika Beijing dikeluarkan dari daftar MFN, ketegangan antara kedua negara adidaya tersebut dapat menyebabkan perusahaan-perusahaan memindahkan fasilitas manufaktur mereka ke negara lain di Belahan Bumi Selatan.

Jika Presiden terpilih AS memberlakukan suku bunga pada impor internasional, konsekuensinya adalah inflasi. Untuk mengatasi hal ini, Washington perlu menyesuaikan kebijakan fiskal untuk menaikkan suku bunga. Hal ini dapat mengganggu arus perdagangan global, karena dolar AS saat ini dianggap sebagai barometer pertumbuhan ekonomi global.

Seperti kata pepatah, "Ketika AS bersin, dunia akan terkena flu," kembalinya Trump ke Gedung Putih dapat memicu gejolak di pasar global, karena Presiden terpilih AS diprediksi akan membalikkan kebijakan pendahulunya, Joe Biden, dan mengembalikan kebijakan masa jabatan pertamanya.

Dengan memanfaatkan slogan "Make America Great Again" dan prinsip "America First," Washington dapat mengurangi pendanaan untuk organisasi internasional, serta menimbulkan tantangan ekonomi dan politik bagi sekutu seperti Uni Eropa.



Sumber: https://baoquocte.vn/ong-donald-trump-tai-xuat-cuc-dien-nam-ban-ca-u-co-da-o-chie-u-294681.html

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Kebahagiaan di tengah-tengah tempat-tempat indah nasional

Kebahagiaan di tengah-tengah tempat-tempat indah nasional

Sekolah-sekolah yang membahagiakan tempat generasi masa depan dibina.

Sekolah-sekolah yang membahagiakan tempat generasi masa depan dibina.

Buah manis

Buah manis