Selain kertas beras kering embun Trang Bang, garam cabai merupakan produk unggulan provinsi Tây Ninh. Profesi pembuat garam cabai di provinsi Tây Ninh telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional berdasarkan Keputusan No. 230/QD-BVHTTDL tanggal 14 Februari 2023 dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata.
Dari rempah pedesaan menjadi ikon kuliner
Profesi pembuat garam cabai di Tay Ninh lahir dalam situasi khusus: selama perang perlawanan melawan Prancis dan AS, ketika para ibu dan nenek di garis belakang mengolah garam cabai dan garam udang untuk memasok garis depan.
Seiring berjalannya waktu, rempah-rempah pedesaan ini telah menjadi spesialisasi utama yang terkait dengan budaya kuliner lokal, yang dengan jelas menunjukkan kreativitas dan kecanggihan masyarakat di wilayah perbatasan.
Tak hanya berkutat pada nilai kuliner, profesi pembuat garam cabai Tay Ninh juga sangat mencerminkan gaya hidup, kebiasaan makan, dan semangat komunitas. Diwariskan secara turun-temurun, profesi ini dilestarikan oleh masyarakatnya sendiri dengan kesadaran tinggi untuk melestarikan budaya tradisional.
Untuk menciptakan cita rasa yang khas, garam cabai Tay Ninh dibuat dari bahan-bahan pilihan: garam kasar murni, cabai merah pedas, bawang putih, serai, udang kering, wortel, gula, MSG... tergantung jenisnya.
Garam kasar yang diimpor dari provinsi Delta Mekong harus murni, bebas dari kotoran, dan cabai harus berwarna merah tua, cukup pedas, dan aromatik.
Proses produksinya mencakup banyak langkah cermat: pra-pemrosesan, penggilingan, pemanggangan atau pengeringan, penjemuran, penyinaran dengan sinar ultraviolet untuk sterilisasi, dan pengemasan.
Bawang putih dan cabai dicuci, dikupas, dan dibuang tangkainya. Garam kasar disiapkan dengan hati-hati, kemudian bahan-bahan dicampur dengan takaran rahasia dan digiling hingga halus.
Campuran tersebut dipanggang dalam wajan panas atau dikeringkan pada suhu 80-90 derajat Celsius selama 12-15 jam untuk mencapai tingkat kekeringan yang ideal. Setelah dipanggang, garam dikeringkan di bawah sinar matahari, kemudian disinari dengan sinar ultraviolet untuk sterilisasi dan memastikan kebersihannya.
Garam yang sudah dingin disebarkan tipis-tipis untuk menghindari penggumpalan, lalu dikemas sebagai produk jadi.
Proses produksi garam udang dan garam cabai di sebuah fasilitas di Tây Ninh. (Foto: Le Duc Hoanh/VNA)
Garam cabai Tay Ninh beragam jenisnya, mulai dari garam cabai udang, garam vegetarian (cocok untuk vegetarian yang menganut ajaran Cao Dai dan Buddha), garam serai, hingga garam merica. Cita rasa yang kaya, mulai dari sedikit pedas, asin, hingga bawang goreng yang harum, memuaskan semua selera.
Produk garam cabai Tay Ninh beraneka ragam jenisnya, seperti: garam cabai udang, garam vegetarian (untuk vegetarian yang menganut agama Cao Dai, Budha), garam merica, garam serai... Tingkat kepedasan, rasa asin dan aromanya disesuaikan dengan selera pengguna dalam dan luar negeri.
Membawa produk desa kerajinan tradisional ke mana-mana
Profesi pembuatan garam cabai di provinsi Tay Ninh ada pada dua tingkat: produksi manual skala rumah tangga dan fasilitas produksi industri modern, yang memasok pasar domestik dan ekspor.
Menurut statistik dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan provinsi Tay Ninh, selain perusahaan produksi garam cabai skala besar seperti Tan Nhien, Dh foods, Nhu Y..., terdapat juga lebih dari 50 perusahaan dan rumah tangga bisnis yang mendaftarkan merek garam Tay Ninh.
Banyak perusahaan yang memperoleh pendapatan ratusan juta hingga miliaran VND per tahun, dengan hasil ekspor hingga 600 kg/bulan, terutama ke pasar AS, Malaysia, dan Asia.
Dengan harga eceran berkisar 80.000-250.000 VND/kg tergantung kualitas, garam cabai Tay Ninh bukan hanya produk kuliner tetapi juga komoditas bernilai ekonomi tinggi yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat setempat.
Setelah diakui sebagai warisan nasional, profesi pembuatan garam cabai semakin menarik perhatian dari berbagai pihak berwenang dan konsumen. Provinsi Tây Ninh telah aktif mengintegrasikan pengembangan profesi ini ke dalam program OCOP (Satu Komune Satu Produk), dipadukan dengan kebijakan promosi industri dan promosi perdagangan untuk memperluas pasar sekaligus melestarikan unsur-unsur tradisional.
Garam cabai, bersama dengan berbagai makanan khas Tay Ninh seperti talas dan kertas beras, muncul secara beragam di pasaran. (Foto: Giang Phuong/VNA)
Meskipun perkembangannya pesat, industri garam cabai Tay Ninh masih menghadapi sejumlah tantangan seperti perlindungan merek, kendali mutu produk, dan jaminan keamanan pangan. Namun, dengan partisipasi masyarakat setempat yang kuat, serta kreativitas dan antusiasme masyarakat, industri tradisional ini menghadapi banyak peluang besar untuk terus berkembang secara berkelanjutan dan menjangkau pasar internasional.
Profesi pembuat garam cabai Tay Ninh merupakan bukti nyata kreativitas dan vitalitas budaya kuliner Vietnam yang abadi. Berawal dari wadah garam sederhana semasa perang, produk ini telah menyebar luas dan menjadi hidangan favorit di dalam dan luar negeri.
Dengan pelestarian dan pengembangan yang tepat, garam cabai Tay Ninh tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal tetapi juga jembatan untuk membawa budaya Vietnam ke teman-teman internasional.
(Vietnam+)
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/dac-sac-nghe-lam-muoi-ot-tay-ninh-di-san-van-hoa-phi-vat-the-quoc-gia-post1046711.vnp
Komentar (0)