Kementerian Keuangan mengusulkan aturan perpanjangan masa pembebasan pajak lahan pertanian
Kementerian Keuangan mengatakan bahwa Majelis Nasional mengeluarkan Resolusi No. 216/2025/QH15 tanggal 26 Juni 2025, yang menetapkan perpanjangan masa pembebasan pajak penggunaan lahan pertanian hingga 31 Desember 2030.
Sesuai dengan Resolusi No. 216/2025/QH15, Kementerian Keuangan mengusulkan rancangan Keputusan baru untuk menggantikan Keputusan No. 20/2011/ND-CP, No. 21/2017/ND-CP dan No. 146/2020/ND-CP Pemerintah untuk memastikan reformasi administrasi dan memfasilitasi wajib pajak dan otoritas pajak dalam mencari dan mengajukan permohonan.
Rancangan Peraturan tersebut mengusulkan peraturan tentang subjek yang dibebaskan dari pajak, kategori tanah kena pajak, dan periode pembebasan pajak untuk penggunaan lahan pertanian.
Subjek yang dikecualikan dari pajak penggunaan lahan pertanian
Subjek yang dikecualikan dari pajak penggunaan lahan pertanian harus mematuhi ketentuan Pasal 1 Resolusi No. 55/2010/QH12 tanggal 24 November 2010 Majelis Nasional tentang pengecualian dan pengurangan pajak penggunaan lahan pertanian (diubah dan ditambah dengan sejumlah artikel di bawah Resolusi No. 28/2016/QH14 tanggal 11 November 2016 Majelis Nasional), khususnya sebagai berikut:
1. Pembebasan pajak pemanfaatan tanah pertanian terhadap seluruh luas tanah pertanian yang dipergunakan untuk penelitian dan produksi percobaan; luas tanah untuk budi daya tanaman tahunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pertanahan; luas tanah untuk produksi garam.
2. Pembebasan pajak pemanfaatan tanah pertanian terhadap seluruh areal tanah pertanian yang dialokasikan oleh Negara atau yang diakui oleh Negara sebagai tanah hak guna bangunan bagi rumah tangga miskin.
Penentuan rumah tangga miskin didasarkan pada standar kemiskinan yang dikeluarkan berdasarkan Keputusan Perdana Menteri.
Dalam hal Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kota/Kabupaten/Kotamadya mempunyai ketentuan khusus tentang standar kemiskinan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di daerahnya, maka standar kemiskinan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kota/Kabupaten/Kotamadya digunakan untuk menentukan rumah tangga miskin.
3. Pembebasan pajak pemanfaatan lahan pertanian untuk seluruh areal lahan pertanian bagi subjek sebagai berikut:
Rumah tangga dan individu diberi atau diakui oleh Negara hak untuk menggunakan tanah untuk produksi pertanian, dan menerima pengalihan hak penggunaan tanah pertanian (termasuk pewarisan atau hibah hak penggunaan tanah pertanian).
Rumah tangga dan individu yang menjadi anggota koperasi pertanian dan serikat koperasi; rumah tangga, individu, dan masyarakat yang telah menerima alokasi tanah yang stabil dari koperasi, serikat koperasi, pertanian milik negara, dan pertanian kehutanan milik negara; dan rumah tangga, individu, dan masyarakat yang telah menerima alokasi tanah yang stabil dari perusahaan pertanian dan kehutanan untuk produksi pertanian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Rumah tangga dan perorangan yang bergerak di bidang produksi pertanian menyumbangkan hak guna tanah pertaniannya untuk mendirikan koperasi produksi pertanian dan koperasi simpan pinjam sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Koperasi.
4. Pembebasan pajak pemanfaatan tanah pertanian bagi tanah pertanian yang dialokasikan oleh Negara kepada badan usaha ekonomi, badan politik, badan sosial politik, badan sosial profesi, satuan kerja perangkat daerah, dan satuan lain yang secara langsung memanfaatkan tanah untuk produksi pertanian.
Terhadap bidang tanah pertanian yang diserahkan oleh Negara kepada badan usaha, badan politik, badan sosial politik, badan usaha milik masyarakat, satuan kerja perangkat daerah, dan satuan lain yang melakukan pengelolaan tetapi tidak secara langsung mempergunakan tanah untuk produksi pertanian melainkan menyerahkan kepada badan atau perseorangan lain untuk mendapatkan kontrak produksi pertanian, maka tanahnya akan diambil alih sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pertanahan; selama Negara belum mengambil alih tanah tersebut, wajib membayar Pajak Bumi dan Bangunan sebesar 100%.
5. Tata cara, dokumen pernyataan, dan pembebasan pajak dalam Pasal ini mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang administrasi perpajakan.
Kelas tanah kena pajak
Kelas tanah untuk perhitungan pajak penggunaan tanah pertanian didasarkan pada kelas tanah yang ditentukan menurut ketentuan Keputusan No. 326/TTg tanggal 18 Mei 1996 dari Perdana Menteri tentang persetujuan kelas tanah untuk perhitungan pajak penggunaan tanah pertanian dan Keputusan persetujuan penyesuaian kelas tanah untuk perhitungan pajak penggunaan tanah pertanian dari Perdana Menteri (jika ada).
Periode pembebasan pajak
Periode pembebasan pajak penggunaan lahan pertanian yang ditentukan dalam rancangan Peraturan Pemerintah ini diusulkan dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari 2026 sampai dengan tanggal 31 Desember 2030.
Silakan baca draf lengkapnya dan berikan komentar Anda di sini.
Kebijaksanaan
Source: https://baochinhphu.vn/de-xuat-quy-dinh-huong-dan-viec-keo-dai-thoi-han-mien-thue-su-dung-dat-nong-nghiep-102250718165709793.htm
Komentar (0)