Lampu plat nomor merupakan salah satu komponen wajib yang diperiksa sesuai dengan proses pemeriksaan kendaraan bermotor.
Hotline Surat Kabar Giao thong menerima pertanyaan dari pembaca tentang apakah pusat inspeksi memeriksa lampu plat nomor saat mendaftarkan mobil. Jika lampu tidak menyala, apakah inspeksi akan ditolak?
Memeriksa lampu plat nomor merupakan hal wajib yang harus diperiksa saat mendaftarkan mobil (foto ilustrasi).
Terkait hal tersebut, salah seorang perwakilan dari salah satu pusat registrasi kendaraan mengatakan, lampu plat nomor membantu agar plat nomor kendaraan dapat terlihat jelas saat kondisi minim cahaya. Hal ini sangat penting dalam pencatatan dan identifikasi kendaraan, serta mendukung pengelolaan keamanan, ketertiban, dan keselamatan lalu lintas.
Ini juga membantu meningkatkan pengenalan kendaraan, memastikan keselamatan saat bepergian di malam hari.
Undang-Undang tentang Ketertiban dan Keselamatan Lalu Lintas Jalan (berlaku sejak 1 Januari 2025) menetapkan bahwa kendaraan bermotor yang ikut serta dalam lalu lintas wajib menjamin keselamatan teknis dan mutu perlindungan lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di sisi lain, menurut peraturan QCVN 09:2024 tentang kualitas keselamatan teknis dan perlindungan lingkungan untuk mobil, lampu plat nomor belakang merupakan salah satu lampu wajib pada mobil yang diproduksi, dirakit, dan diimpor.
Selain itu, lampu plat nomor harus berwarna putih, harus menyala saat lampu depan dinyalakan, dan tidak dapat dinyalakan dan dimatikan dengan sakelar terpisah.
QCVN 122:2024 - Peraturan teknis nasional tentang kendaraan bermotor, trailer, semi trailer, kendaraan kargo roda empat dengan mesin dalam pemeriksaan keselamatan teknis dan perlindungan lingkungan juga menetapkan bahwa pemeriksaan lampu plat nomor belakang merupakan salah satu item pemeriksaan wajib saat mendaftarkan kendaraan bermotor.
Untuk memeriksanya, inspektur akan menyalakan dan mematikan lampu serta mengamati secara langsung atau melalui perangkat pendukung (cermin, layar, dan lain-lain), dikombinasikan dengan menggoyangkan tangan untuk memeriksa.
Namun, apabila mobil tidak memiliki lampu plat nomor belakang, atau memilikinya tetapi tidak terpasang dengan aman atau pada posisi yang salah; tidak menyala saat lampu depan dinyalakan; kaca yang menyebarkan cahaya buram, retak, pecah atau warna lampu bukan putih, menurut QCVN 122:2024, maka akan digolongkan sebagai kerusakan atau cacat kecil (MiD).
Dengan demikian, bagi pembaca Surat Kabar Giao Thong, apabila kendaraan tersebut lulus seluruh tahapan pemeriksaan yang tersisa, maka kendaraan tersebut tetap akan mendapatkan sertifikat dan stempel pemeriksaan dengan masa pemeriksaan yang sesuai dengan masa produksi kendaraan tersebut.
Meski demikian, perwakilan balai pemeriksaan mengimbau agar pemilik kendaraan tetap memperbaiki dan mengganti lampu plat nomor apabila tidak menyala, guna menghindari pemeriksaan dan denda dari polisi lalu lintas saat berkendara di jalan.
Peraturan Pemerintah Nomor 168 Tahun 2024 tentang Pengaturan Sanksi Administratif di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2025, secara tegas menyatakan: Bagi pengendara yang tidak dilengkapi dengan lampu utama, lampu plat nomor, lampu rem, lampu sein, wiper kaca depan, kaca spion, sabuk pengaman, alat pertolongan pertama, alat pemadam kebakaran, alat ukur tekanan udara, speedometer kendaraan bermotor, atau yang tidak dilengkapi dengan baik tetapi tidak berdaya guna dan tidak memenuhi standar desain (bagi kendaraan yang diwajibkan dilengkapi dengan baik), dikenakan denda sebesar Rp400.000.000 - Rp600.000.000.000.000,- (empat ratus juta rupiah) dan/atau tidak dilengkapi dengan alat bantu napas (seperti alat pemadam api ringan, alat pengukur tekanan udara, alat pengukur kecepatan kendaraan bermotor).
[iklan_2]
Sumber: https://www.baogiaothong.vn/den-soi-bien-so-sau-khong-sang-o-to-co-duoc-dang-kiem-192250117175543273.htm
Komentar (0)