Festival Tay Thien, yang diadakan di situs peninggalan pemandangan Tay Thien (distrik Tam Dao, Vinh Phuc ), adalah salah satu festival tradisional terpenting di wilayah tengah utara.
Tidak hanya memiliki makna spiritual, memperingati Dewi Ibu Tay Thien Lang Thi Tieu, festival ini juga merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk meninjau tradisi melalui banyak kegiatan budaya yang unik, termasuk kontes membungkus banh chung bungkuk.
Kue Chung Bungkuk merupakan kue khas masyarakat dataran tengah, berbeda dengan kue Chung tradisional yang berbentuk persegi.
Alih-alih berbentuk persegi, banh chung bungkuk memiliki bagian belakang yang sedikit terangkat, melambangkan postur tegap penduduk gunung.
Kue ini tidak hanya melambangkan kelimpahan dan kemakmuran, tetapi juga melambangkan semangat solidaritas dan kecerdikan orang-orang yang membungkusnya .
Tiap tahun pada perayaan hari besar Tay Thien, diselenggarakan lomba membungkus kue Chung bungkuk, kue Gio, dan kue Giay untuk mengenang kembali kegiatan memberi persembahan kepada Dewi Ibu Tay Thien; sekaligus menghormati nilai-nilai budaya tradisional bangsa; membangkitkan rasa bangga terhadap sejarah dan kreativitas dalam bekerja dan berproduksi.
Dari situlah, turut andil dalam melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai unik warisan budaya masa Raja-Raja Hung dan kepercayaan Pemujaan Ibu Tay Thien.
Seperti setiap tahunnya, persiapan untuk kontes tahun ini untuk membungkus banh chung bungkuk, banh gio, dan banh giay telah diperhatikan dan dipersiapkan oleh serikat perempuan di semua tingkatan dan pemerintah daerah.
Dari memilih kontestan, bahan-bahan hingga membuat kue, dan menemukan cara untuk menyajikan entri yang unik dan mengesankan.
Kompetisi ini biasanya diikuti oleh tim-tim dari berbagai komune, kecamatan, dan desa kerajinan di provinsi ini. Setiap tim beranggotakan 3-5 orang, termasuk lansia yang sudah ahli dalam membungkus kue dan anak muda yang ingin belajar.
Bahan-bahan untuk membuat kue ini antara lain beras ketan, kacang hijau, perut babi, daun dong, dan tali giang. Tim diberi waktu tertentu untuk menyelesaikan jumlah kue yang dibutuhkan.
Penilaian juri meliputi keindahan kue, kekencangan bungkus, keselarasan takaran isi, dan kematangan kue setelah direbus.
Suasana lomba selalu meriah dan ramai sejak pagi. Tangan-tangan cekatan dalam memetik daun, mencuci beras, menyusun isian, dan mengikat tali menunjukkan ketangkasan dan kecanggihan.
Tak hanya orang tua, anak muda dan remaja pun antusias ikut berpartisipasi, meneruskan tradisi tersebut.
Banyak wisatawan juga diundang untuk mencoba membuat kue itu sendiri, sehingga terciptalah hubungan antara masyarakat dengan wisatawan dari seluruh penjuru.
Kontes membungkus banh chung bungkuk tidak hanya menjadi ajang bermain tetapi juga memiliki makna budaya yang mendalam.
Dalam konteks modern, ketika banyak adat istiadat tradisional berangsur-angsur memudar, kontes membantu melestarikan nilai-nilai yang berharga.
Para tetua memiliki kesempatan untuk mewariskan rahasia pembuatan banh chung kepada generasi muda, memastikan bahwa keindahan budaya ini tidak terlupakan.
Selain itu, kontes ini juga berperan penting dalam mempromosikan makanan khas setempat.
Kue Chung bungkuk Vinh Phuc dengan rasa yang lezat dan bentuknya yang unik telah menjadi hadiah bermakna yang sering dicari wisatawan untuk dibeli setelah menghadiri festival.
Berkat itu, tidak hanya melestarikan tradisi, kontes ini juga berkontribusi dalam memajukan ekonomi lokal melalui pariwisata dan produksi khusus.
Selain nilai budayanya, kontes membungkus banh chung bungkuk juga membantu meningkatkan daya tarik Festival Tay Thien.
Wisatawan datang ke sini tidak hanya untuk membakar dupa dan menikmati pemandangan, tetapi juga untuk merasakan suasana festival yang semarak dan mempelajari keindahan tradisional masyarakat Vinh Phuc. Hal ini menciptakan daya tarik tersendiri, yang berkontribusi pada pengembangan wisata spiritual sekaligus wisata budaya.
Komentar (0)