Jerman sedang mempelajari hipotesis bahwa ledakan pipa Nord Stream melibatkan Ukraina, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya operasi "bendera palsu" dari Rusia. (Sumber: Getty) |
Pihak berwenang saat ini sedang menilai apakah serangan terhadap jaringan pipa gas tersebut dapat dilakukan oleh kelompok komando Ukraina yang independen, atau oleh unit yang didukung oleh pemerintah Ukraina.
Kemungkinan adanya operasi bendera palsu, yang digunakan Rusia untuk menyalahkan pihak lain, juga belum sepenuhnya dikesampingkan.
Laporan terpisah menunjukkan bahwa sebuah kapal angkatan laut Rusia difoto di dekat pipa gas Nord Stream sesaat sebelum ledakan misterius September lalu.
Pipa-pipa tersebut telah menjadi pusat ketegangan geopolitik karena Rusia telah memutus pasokan gas ke Eropa sebagai balasan atas sanksi atas perangnya dengan Ukraina. Negara-negara Barat dengan cepat menyalahkan Rusia atas ledakan di bawah Laut Baltik, sementara Kremlin menuduh Barat melakukan sabotase.
Sebelumnya, pada tanggal 25 Mei, Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan bahwa mereka telah memanggil duta besar Jerman, Swedia, dan Denmark untuk memprotes apa yang disebut Moskow sebagai penyelidikan yang "sama sekali tidak membuahkan hasil" terhadap ledakan yang merusak pipa gas Nord Stream.
Pada tanggal 23 Mei, kantor berita TASS melaporkan bahwa Direktur Badan Intelijen Federal Jerman (BND) Bruno Kahl mengatakan bahwa saat ini tidak ada badan intelijen yang dapat menyebutkan nama orang-orang yang melakukan sabotase jaringan pipa Nord Stream.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)