Seorang pemburu yang menembak seekor beruang yang sedang mencari makan di sekitar rumahnya di Oregon diserang oleh hewan tersebut hanya beberapa jam setelah pertemuan awal.
Beruang yang menyerang pemburu tersebut diyakini berjenis beruang hitam. Foto: iStock
Pemburu Craig Lankford diserang pada 24 Mei di La Grande, sekitar pukul 7 pagi. Lankford pertama kali menembak beruang itu pada malam 23 Mei setelah mengganggu ayam-ayamnya. Ia menembak hewan itu untuk kedua kalinya keesokan paginya, ketika ia bertemu beruang itu di dekat rumahnya. Beruang itu kemudian menyerangnya. Lankford menderita luka di lengan dan kepalanya. Korban dirawat di rumah sakit tetapi diperkirakan akan pulih, menurut Newsweek .
Departemen Sheriff Wilayah Union, Departemen Perikanan dan Margasatwa Oregon (ODFW), dan Kepolisian Negara Bagian Oregon menyelidiki serangan tersebut. Mereka menemukan beruang yang terluka dan melakukan eutanasia. Otopsi mengonfirmasi bahwa beruang yang ditangkap oleh pihak berwenang adalah pelaku serangan tersebut.
Beruang yang terlibat dalam serangan itu kemungkinan besar adalah beruang hitam, karena hanya ada beberapa ribu beruang grizzly di seluruh negeri. Menurut ODFW, tidak ada beruang grizzly asli di Oregon. Beruang hitam tersebar luas di Amerika Serikat, dengan perkiraan populasi 339.000 hingga 465.000 ekor, dengan Oregon sendiri merupakan rumah bagi 25.000 hingga 30.000 ekor beruang hitam.
Beruang biasanya memakan buah beri, kacang-kacangan, dan sayuran, tetapi mereka juga tertarik ke pemukiman manusia karena bau makanan, ternak, dan sampah. "Seiring bertambahnya populasi manusia dan semakin dekat dengan habitat liar beruang yang menyusut, jarak antara pemukiman manusia dan wilayah beruang semakin luas," kata Heidi Quine, direktur Animals Asia. "Hal ini meningkatkan risiko kontak dengan manusia saat mencari makanan."
Beruang terbiasa memasuki pemukiman manusia untuk mencari makan, sehingga mereka terbiasa dengan keberadaan manusia dan menjadi lebih jinak. Mereka lebih mungkin diserang oleh manusia atau sebaliknya. Beruang yang terluka bisa sangat berbahaya. ODFW telah mendokumentasikan setidaknya tiga insiden di mana beruang yang terluka menyerang pemburu dengan senjata api tetapi tidak membunuh mereka. Untungnya, semua korban selamat.
An Khang (Menurut Newsweek )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)