Pada pagi hari tanggal 4 Mei, harga emas dunia melambat setelah turun tajam ke 3.239 USD/ons, sementara harga emas domestik tidak banyak berfluktuasi.
Harga emas dunia yang tercatat di Kitco pagi ini adalah 3.239 USD/ons, tidak berubah dari harga kemarin pagi.
Harga emas melemah akibat aksi ambil untung dan likuidasi oleh pedagang berjangka jangka pendek. Banyak pasar tutup karena libur Hari Buruh.
Tren penurunan tiga hari menjelang liburan menyeret harga emas turun total $82,80 minggu lalu.
Pergerakan harga emas hari ini
+ Harga emas domestik
Pada pukul 07.00 pagi tanggal 4 Mei, harga emas batangan di Doji dan SJC tercatat pada 119,3 - 121,3 juta VND/tael (beli - jual), tidak berubah sejak pagi ini.
Sementara itu, harga cincin emas saat ini dicatatkan Doji pada level 114 - 116,5 juta VND/tael (beli - jual), tidak berubah sejak dini hari tadi.
+ Harga emas internasional
Harga emas dunia yang tercatat di Kitco berada di level $3.239/ons, tidak berubah sejak sore kemarin. Harga emas berjangka terakhir diperdagangkan di level $3.240/ons.
Prakiraan Harga Emas
Survei emas mingguan terbaru dari Kitco News menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil pakar industri yang memperkirakan harga emas akan naik minggu depan, sementara setengah dari pedagang eceran tetap optimis meskipun logam kuning tersebut mengalami penurunan.
Para analis memperkirakan harga emas tahunan rata-rata di atas $3.000 per ons. Jajak pendapat yang melibatkan 29 pedagang dan analis memberikan perkiraan median sebesar $3.065 per ons tahun ini, naik dari $2.756 per ons dalam jajak pendapat tiga bulan lalu. Perkiraan harga emas tahun 2026 juga dinaikkan menjadi $3.000 per ons dari $2.700 per ons.
Ketegangan perdagangan global dan tren de-dolarisasi yang semakin meningkat telah menjadi pendorong utama harga emas, dengan harga spot naik lebih dari 25% sejak awal tahun, hampir menyamai kenaikan 27% tahun lalu.
Namun, risiko harga tetap ada karena pasar fisik yang fluktuatif dan arus bank sentral yang melambat, sementara memudarnya risiko tarif dan resesi dapat mengurangi daya tarik emas sebagai tempat berlindung yang aman, kata Suki Cooper, seorang analis di Standard Chartered.
John Weyer, direktur lindung nilai komersial di Walsh Trading, mengatakan pasar emas akan terus didominasi oleh berita tarif, baik yang dikabarkan maupun benar.
Sumber
Komentar (0)