Berdasarkan arahan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan - Kementerian Keuangan, pelaku usaha melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) serentak mulai pukul 15.00 WIB hari ini (13/6).
Akibatnya, harga bensin E5 naik 170 VND/liter, sehingga harga jualnya menjadi 21.310 VND/liter. Harga bensin RON 95 naik 260 VND, sehingga harga jualnya menjadi 22.230 VND/liter.
Demikian pula harga solar juga disesuaikan naik sebesar 220 VND/liter, harga jual menjadi 19.640 VND/liter.
Pada periode penyesuaian harga bensin sebelumnya (6 Juni), harga bensin disesuaikan secara bersama-sama oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan - Kementerian Keuangan untuk menurunkan harga seluruh produk.
Secara spesifik, harga bensin E5 turun 610 VND/liter menjadi 21.140 VND/liter. Harga bensin RON 95 turun 540 VND/liter menjadi 21.970 VND/liter.
Harga solar juga diturunkan sebesar VND320/liter menjadi VND19.420/liter. Harga minyak tanah diturunkan sebesar VND380/liter menjadi VND19.550/liter.
Seperti halnya periode operasi sebelumnya, pada periode operasi tanggal 6 Juni lalu, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan bersama Kementerian Keuangan tidak mengalokasikan atau membelanjakan Dana Stabilisasi Harga untuk produk minyak bumi.

Menurut informasi dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, pada bulan Juni, lembaga ini akan menyerahkan dokumen kepada Pemerintah mengenai peraturan pengganti peraturan tentang perdagangan minyak bumi. Mengenai Dana Stabilisasi Harga Minyak Bumi, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan merekomendasikan apakah akan melanjutkan atau tidak mempertahankan dana tersebut, berdasarkan ketentuan Undang-Undang Harga 2023 yang berlaku mulai 1 Juli.
Menurut Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, dengan penerapan siklus penyesuaian harga 7 hari/waktu saat ini, fluktuasi harga antara kedua penyesuaian dasar tersebut tidak besar. Harga bensin domestik pada dasarnya mengikuti pergerakan harga dunia. Perusahaan telah secara proaktif menghitung harga, merencanakan impor barang, dan pasokan bensin dasar terjamin.
"Oleh karena itu, dampak penyesuaian harga bensin terhadap kondisi sosial ekonomi tidaklah besar, dan Dana Stabilisasi Harga Minyak Bumi jarang digunakan untuk menstabilkan harga bensin, yang berkontribusi pada tujuan pengendalian inflasi dan memastikan keselarasan kepentingan antara pelaku usaha dan pengguna bensin," ujar Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.
Menurut data Kementerian Keuangan, hingga akhir tahun 2023, Dana Stabilisasi Harga Minyak memiliki saldo lebih dari VND6.655 miliar. Namun, dalam 5 bulan pertama tahun ini, dana tersebut hanya dibelanjakan sangat sedikit. Dalam beberapa periode pengelolaan harga minyak terakhir, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan - Kementerian Keuangan memutuskan untuk tidak membelanjakan atau mengalokasikan Dana Stabilisasi Harga Minyak.
Menanggapi pers, Ibu Nguyen Thuy Hien, Wakil Direktur Departemen Pasar Domestik (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) menginformasikan bahwa keikutsertaan dan penarikan diri perusahaan dari pasar terjadi secara berkala, di mana bensin merupakan barang bisnis bersyarat, jadi tidak terkecuali.
Untuk memastikan pasokan bensin, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan telah menetapkan total sumber minimum (termasuk bensin dalam negeri yang diimpor dan dibeli) kepada perusahaan perdagangan bensin utama.
Sejak awal tahun, pada dasarnya pusat-pusat bisnis perminyakan telah serius menerapkan total sumber alokasi pasokan minyak bumi minimum, agar permintaan dapat terpenuhi.
Sumber
Komentar (0)