Sesuai dengan peraturan baru, pertukaran dan penerbitan kembali SIM akan memiliki beberapa penyesuaian penting sebagai berikut:
SIM Kelas A1: Akan diubah dan diterbitkan kembali menjadi SIM Kelas A. Namun, pemegang SIM ini hanya diperbolehkan mengendarai sepeda motor roda dua dengan kapasitas silinder kurang dari 175 cm³ atau sepeda motor dengan kapasitas motor listrik kurang dari 14 kW. Peraturan ini bertujuan untuk lebih memperketat pengendalian penggunaan sepeda motor berkapasitas besar, guna menjamin keselamatan lalu lintas.
SIM Kelas A2: Dapat diubah atau diterbitkan ulang menjadi SIM Kelas A, yang memberikan hak untuk mengendarai sepeda motor berkapasitas lebih besar.
SIM Kelas A3: Akan diubah dan diterbitkan kembali menjadi SIM Kelas B1, yang memungkinkan pemiliknya mengemudikan mobil tetapi bukan mobil otomatis.
SIM Kelas A1 dapat diubah atau diterbitkan kembali menjadi SIM Kelas A dengan ketentuan hanya dapat dikendarai oleh sepeda motor roda dua dengan kapasitas isi silinder kurang dari 175 cm3.
SIM Kelas A4: Dapat diubah atau diterbitkan kembali menjadi SIM khusus mengemudi sepeda motor bagi pengemudi traktor dengan daya angkut hingga 1.000 kg. Selain itu, pemilik juga wajib mengikuti pelatihan tentang peraturan lalu lintas.
SIM B1 Otomatis: Dapat ditukar atau diterbitkan kembali menjadi SIM B dengan ketentuan pemiliknya hanya diperbolehkan mengendarai mobil otomatis.
SIM Kelas B1, B2: Dapat diubah atau diterbitkan ulang menjadi SIM Kelas B atau C1, yang memungkinkan mengemudikan mobil dan hak tambahan untuk mengemudikan traktor dengan kapasitas beban hingga 3.500 kg.
SIM Kelas C: Mempertahankan kelas yang sama dan dapat diubah atau diterbitkan kembali dengan sertifikat mengemudi sepeda motor khusus untuk pengemudi traktor dengan kapasitas beban lebih dari 3.500 kg.
SIM Kelas D: Akan diubah dan diterbitkan kembali menjadi SIM kelas D2, memperluas hak untuk mengemudikan kendaraan penumpang dengan muatan besar, dan menambahkan sertifikat untuk mengemudikan traktor dengan kapasitas muatan di atas 3.500 kg.
SIM Kelas E: Dapat ditukar atau diterbitkan kembali menjadi SIM kelas D, dengan kewenangan serupa tetapi terbatas pada mengemudikan kendaraan penumpang yang lebih kecil.
SIM FB2: Akan diubah atau diterbitkan ulang menjadi SIM BE atau C1E, yang memungkinkan untuk mengemudikan mobil yang menarik trailer kecil dan traktor dengan kapasitas beban hingga 3.500 kg.
SIM kelas FC: Dapat diubah atau diterbitkan ulang menjadi SIM kelas CE, untuk pengemudi truk berat dan traktor dengan kapasitas beban lebih dari 3.500 kg.
SIM kelas FD: Akan diubah dan diterbitkan kembali menjadi SIM kelas D2E, yang memungkinkan untuk mengemudikan mobil penumpang besar dan traktor dengan kapasitas beban lebih dari 3.500 kg.
SIM kelas FE: Akan diubah dan diterbitkan kembali menjadi SIM kelas DE, untuk pengemudi mobil penumpang dan kendaraan sejenisnya, dengan sertifikat untuk mengemudikan traktor dengan kapasitas beban lebih dari 3.500 kg.
Perubahan-perubahan ini tidak hanya membantu mengklasifikasikan jenis-jenis SIM secara jelas, tetapi juga meningkatkan kualitas dan keselamatan lalu lintas di seluruh negeri. Masyarakat perlu memahami peraturan baru ini agar dapat mengubah dan menerbitkan kembali SIM tepat waktu, menghindari risiko hukum, dan memastikan keselamatan diri sendiri serta masyarakat.
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/giay-phep-lai-xe-duoc-doi-cap-lai-nhu-the-nao-theo-quy-dinh-moi-cua-bo-cong-an-post309256.html
Komentar (0)