Sumur Raja ditemukan di sudut tenggara altar Nam Giao di komune Vinh Thanh, distrik Vinh Loc, provinsi Thanh Hoa, bagian dari Warisan Budaya Dunia Benteng Dinasti Ho.
Menurut catatan sejarah, pada tahun 1397, Ho Quy Ly membangun ibu kota baru di An Ton (kini Distrik Vinh Loc, Thanh Hoa ), kemudian pada tahun 1398 memindahkan ibu kota dari Thang Long ke An Ton, dan menamainya Tay Do (Benteng Dinasti Ho). Untuk melengkapi ibu kota baru tersebut, selain membangun istana di Kota Kekaisaran, membangun La Thanh..., Dinasti Ho juga membangun sebuah altar untuk memuja Nam Giao.
Sumur Raja merupakan bagian dari Warisan Budaya Dunia Benteng Dinasti Ho. Foto: VHDS
Sumur ini juga dikenal sebagai sumur Ngu Duyen atau sumur Ngu Duc. Sumur ini terletak di sudut tenggara platform ke-4 altar Nam Giao. Sumur ini memiliki denah persegi (13m x 13m). Struktur Sumur Raja terdiri dari 2 bagian: dinding sumur terbuat dari balok batu, sumur berbentuk lingkaran (diameter 6,5m), penampang melintang berbentuk corong, dan kedalaman dari mulut sumur adalah 4,90m.
Sumur Raja dilapisi batu-batu yang membentuk undakan yang secara bertahap meruncing dari luar ke dalam, dengan 9 undakan dari atas ke bawah. Sumur ini berbentuk lingkaran dengan penampang berbentuk corong. Di antara batu-batu yang melapisi sumur, di samping blok-blok persegi, terdapat beberapa blok melingkar yang masih diuraikan oleh para arkeolog.
Di antara anak tangga batu yang berjajar di dinding sumur terdapat beberapa blok batu melingkar yang masih diurai oleh para arkeolog. Foto: VnExpress
Dari anak tangga teratas hingga dasar sumur, kedalamannya 5,6 m. Struktur sumur ini juga merupakan interpretasi simbol langit (bulat) dan bumi (persegi) dari altar Nam Giao.
Dari tahun 2004 hingga 2016, Altar Tây Do Nam Gião telah menjalani empat kali penggalian dengan total luas 18.000 meter persegi. Peninggalan Sumur Raja telah menjadi fokus para arkeolog sejak penggalian pertama Altar Nam Gião (2004). Namun, baru pada penggalian umum keempat Altar Nam Gião (2009-2011), para arkeolog berhasil mengungkap arsitektur sumur tersebut secara lengkap.
Sumur Raja juga dikenal sebagai Sumur Ngu Duyen atau Sumur Ngu Duc. Foto: VHDS
Sumur Raja merupakan bangunan penting dalam arsitektur altar Nam Giao-Tay Do. Dahulu, sumur ini dibangun untuk upacara pengorbanan keluarga dan pelaksanaan sila (yang wajib mandi, makan makanan vegetarian, dan tidak minum alkohol) sebelum upacara. Kini, saat mengunjungi Sumur Raja, pengunjung akan diperkenalkan secara detail oleh pemandu wisata.
Altar Nam Giao adalah tempat untuk mengekspresikan kekuatan spiritual dinasti di hadapan langit dan bumi, serta sejarah bangsa. Di sinilah upacara pemujaan surga, doa untuk perdamaian nasional, perdamaian rakyat, atau upacara amnesti umum diadakan. Altar ini menyatukan kesucian langit dan bumi, dan merupakan tempat untuk mempercayakan keinginan masyarakat Vietnam kuno. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Sumur Raja yang berusia 600 tahun ini sangat sakral, sebuah pusaka bangsa dan dunia.
Altar Nam Giao. Foto: VHDS
Saat mengunjungi Sumur Raja dan Altar Nam Giao, wisatawan akan diperkenalkan secara detail oleh pemandu wisata. Foto: VHDS
Sumber: https://doisongphapluat.nguoiduatin.vn/gieng-vua-600-tuoi-o-thanh-nha-ho-a515437.htmlNguo
Komentar (0)