Kemampuan mencetak gol Van Quyet yang luar biasa
Pada babak kedua pertandingan Hanoi vs Hai Phong di putaran ke-7 V-League 2024-2025, Van Quyet diturunkan oleh pelatih Le Duc Tuan dan langsung memberikan dampak. Van Quyet memberikan assist kepada Joao Pedro untuk menyamakan kedudukan 1-1 dan mencetak golnya sendiri, sehingga skor menjadi 2-1 untuk tim ibu kota.
Hanoi FC memang gagal meraih 3 poin, tetapi secara individu, Van Quyet melampaui Cong Vinh dan menjadi pemain domestik dengan gol terbanyak dalam sejarah V-League dengan 117 gol. Angka yang luar biasa ini tidak hanya menunjukkan kemampuan mencetak gol Van Quyet yang luar biasa, tetapi juga menunjukkan stabilitas dan kemampuan luar biasa untuk mempertahankan posisinya sebagai pemain bernomor punggung 10.
Van Quyet (nomor 10) menjadi striker domestik terbaik dalam sejarah V-League dengan 117 gol.
Patut dicatat bahwa meskipun banyak penyerang hebat hanya memiliki beberapa musim yang sukses, Van Quyet adalah salah satu dari sedikit pemain yang telah mencetak gol sepanjang kariernya, sejak ia mulai bermain untuk Hanoi T&T (pendahulu Klub Hanoi saat ini). Rekor ini sangat sulit dipecahkan, terutama dalam konteks persaingan yang semakin ketat antar tim dan penyerang asing yang seringkali mendominasi perolehan gol.
Simbol sepak bola Hanoi
Van Quyet tak hanya tercatat dalam sejarah sebagai pemain domestik dengan gol terbanyak dalam sejarah V-League, tetapi juga simbol stabilitas dan kegigihan, dengan mencetak gol secara beruntun dalam 15 musim terakhir. Selama perjalanannya, Van Quyet tak hanya menjadi pemimpin di musim-musim penuh kesuksesan tim ibu kota, tetapi juga menjadi inspirasi bagi rekan satu tim dan juniornya. Dalam lingkungan sepak bola yang terus berubah dalam hal personel, taktik, dan pemain asing, mempertahankan performa mencetak gol selama 16 musim merupakan pencapaian yang sangat mengesankan.
Tak hanya mencetak gol, Van Quyet juga memainkan total 288 pertandingan di V-League, angka yang tak mungkin dicapai banyak pemain, terutama yang bermain di posisi penyerang. Jumlah 288 pertandingan ini mencerminkan perjalanan yang sulit, dengan pertandingan-pertandingan menegangkan, cedera, dan masa-masa di mana Van Quyet harus mengatasi batas kemampuannya sendiri.
Van Quyet adalah simbol abadi Klub Hanoi
Berbeda dengan banyak pemain lain, Van Quyet bukan sekadar "pembunuh" pencetak gol. Selama beberapa musim, Quyet yang dikenal sebagai "jurang maut" telah mengembangkan gaya bermainnya ke arah yang lebih komprehensif. Tak hanya bermain sebagai penyerang, Van Quyet secara bertahap berpindah ke berbagai peran dalam skuad, dari gelandang serang hingga kapten, memimpin permainan tim.
Salah satu faktor terpenting yang membantu Van Quyet mempertahankan performa dan prestasi impresifnya adalah kegigihan dan usahanya yang tak kenal lelah. Perjalanan Van Quyet tidak selalu mulus. Seperti banyak pemain lainnya, Van Quyet juga mengalami banyak kesulitan, terutama ketika ia berada di bawah tekanan besar dari opini publik.
Namun, dengan kepribadian yang kuat dan semangat juang yang tak kenal lelah, Van Quyet selalu menemukan cara untuk mengatasi semua tantangan. Dalam menghadapi kesulitan, Van Quyet berpesan pada dirinya sendiri untuk berusaha lebih keras, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk tim sepak bola ibu kota dan para penggemarnya.
Van Quyet adalah kapten teladan, selalu hadir setiap kali Hanoi FC menghadapi kesulitan.
Perjalanan panjang dan penuh tantangan Van Quyet bersama Hanoi FC tak hanya diwarnai rekor impresif, tetapi juga dedikasi, semangat juang yang gigih, dan usahanya yang tak kenal lelah. 117 gol, 15 musim beruntun dengan torehan gol, atau 288 pertandingan… bukan sekadar prestasi, melainkan bukti kehebatan seorang pemain, kapten, simbol ketahanan dan kegigihan.
Komentar (0)