Delegasi Majelis Nasional bertemu di aula. |
Direncanakan pada pagi hari , para anggota DPR akan membahas di aula hasil pemantauan penyelesaian permohonan pemilih yang disampaikan pada masa sidang ke-5 DPR periode ke-15.
Anggota pemerintah dan lembaga serta individu terkait memaparkan dan mengklarifikasi sejumlah persoalan yang diajukan oleh anggota DPR.
Pada sore harinya , para deputi Majelis Nasional membahas di aula rancangan Resolusi tentang penerapan pajak penghasilan badan tambahan sesuai dengan peraturan terhadap erosi basis pajak global.
Menteri Keuangan memaparkan dan mengklarifikasi sejumlah persoalan yang mengemuka seiring dengan disampaikannya sejumlah anggota DPR.
Majelis Nasional juga akan mendengarkan Menteri Keuangan Ho Duc Phoc, yang diberi wewenang oleh Perdana Menteri, menyampaikan Laporan tentang pengurangan pajak pertambahan nilai;
Ketua Komite Keuangan dan Anggaran Majelis Nasional Le Quang Manh menyampaikan Laporan Verifikasi tentang pengurangan pajak pertambahan nilai.
Diskusi di aula mengenai pengurangan pajak pertambahan nilai dan Menteri Keuangan menjelaskan dan mengklarifikasi sejumlah isu yang diajukan oleh deputi Majelis Nasional.
* Selama minggu kerja, berkenaan dengan pekerjaan legislatif , Majelis Nasional membahas sejumlah rancangan undang-undang dan resolusi termasuk: Undang-Undang tentang Organisasi Pengadilan Rakyat (diubah); Undang-Undang tentang Asuransi Sosial (diubah); Undang-Undang tentang Lembaga Kredit (diubah); Undang-Undang tentang Jalan Raya; Undang-Undang tentang Ketertiban dan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya; Resolusi tentang penerapan pajak penghasilan badan tambahan sesuai dengan peraturan terhadap erosi basis pajak global.
Majelis Nasional memberikan suara untuk mengesahkan Undang-Undang tentang Telekomunikasi (diamandemen); Undang-Undang tentang Manajemen dan Perlindungan Bangunan Pertahanan Nasional dan Zona Militer.
* Panitia Tetap Majelis Nasional baru saja mengeluarkan Resolusi 39, yang menambahkan program pembentukan undang-undang dan peraturan tahun 2023 untuk disampaikan kepada Majelis Nasional guna mendapat tanggapan dan persetujuan pada Sidang ke-6 sesuai tata tertib satu kali sidang dengan 2 rancangan resolusi:
Yang pertama adalah Resolusi Majelis Nasional tentang penerapan pajak penghasilan badan tambahan sesuai dengan ketentuan terhadap erosi basis pajak global;
Kedua , Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tentang pengurangan pajak pertambahan nilai (dilaporkan kepada MPR untuk diputuskan dalam Keputusan Sidang ke-6 MPR ke-15).
* Sebelumnya, pada konferensi pers mengenai agenda yang diharapkan pada sesi ke-6 Majelis Nasional ke-15, Tuan Vu Tuan Anh, Anggota Tetap Komite Keuangan dan Anggaran Majelis Nasional, mengatakan alasan mengapa Majelis Nasional belum mengajukan resolusi tentang penerapan Pajak Minimum Global.
Menurut Bapak Vu Tuan Anh, dua rancangan Resolusi tentang penerapan regulasi mengenai penerapan Pajak Minimum Global dan Resolusi tentang penerapan percontohan kebijakan dukungan investasi di sektor teknologi tinggi telah diserahkan Pemerintah kepada Komite Tetap Majelis Nasional untuk dipertimbangkan pada sidang bulan September.
Pada pertemuan bulan Oktober, Pemerintah untuk kedua kalinya mengajukan rancangan Resolusi tentang uji coba kebijakan dukungan investasi di sektor teknologi tinggi.
"Ini merupakan kebijakan penting dan belum pernah terjadi sebelumnya yang perlu dikaji secara cermat, menyeluruh, dan komprehensif untuk memastikan tercapainya tujuan mempertahankan hak perpajakan Vietnam, mempertahankan investor lama, dan menarik investor baru. Pada saat yang sama, kebijakan ini harus memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak melanggar prinsip Pajak Minimum Global dan tidak memengaruhi daya saing serta lingkungan investasi Vietnam," ujar Anggota Tetap Komite Keuangan dan Anggaran.
Selain itu, Bapak Vu Tuan Anh menambahkan bahwa menurut peraturan Pajak Minimum Global, batas waktu pelaporan pajak penghasilan badan tambahan adalah 12 bulan, dan penghasilan kena pajak minimum adalah 18 bulan sejak akhir tahun fiskal. Dengan demikian, pembayaran pajak tambahan di negara induk perusahaan bukan mulai 1 Januari 2024, dan jika ada, akan dilakukan mulai tahun 2025.
Oleh karena itu, kedua rancangan resolusi ini belum diserahkan kepada Majelis Nasional pada sidang ke-6 untuk terus menilai secara cermat situasi aktual di dalam negeri, situasi implementasi di negara lain, dan merujuk pada pengalaman internasional. Komite Tetap Majelis Nasional telah menugaskan Pemerintah untuk menyelesaikan kedua rancangan tersebut dan menyerahkannya kepada Komite Tetap Majelis Nasional dan Majelis Nasional untuk dipertimbangkan dan diputuskan pada waktu yang tepat, memenuhi persyaratan komitmen internasional, dan sesuai dengan situasi domestik.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)