Berbicara pada konferensi pers rutin pada hari Senin (25 Mei), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Baqaei, menekankan bahwa Iran tidak berupaya membebankan biaya apa pun kepada kapal yang melewati Selat Hormuz dan menekankan perlunya terminologi yang akurat.
Bapak Baqaei menyatakan bahwa Iran tidak berupaya memungut biaya, dan menambahkan bahwa upaya bersama antara Iran dan Oman untuk membangun mekanisme navigasi yang aman merupakan langkah yang bertanggung jawab. Beliau juga mencatat bahwa pengeluaran biaya untuk layanan dukungan maritim dan kegiatan perlindungan lingkungan tidak dapat dihindari.

Menanggapi pertanyaan dari kantor berita Tasnim tentang rencana Inggris dan Prancis terkait pengelolaan Selat Hormuz, Bapak Baqaei menegaskan bahwa, selain Iran dan Oman, tidak ada negara lain yang memiliki kehadiran di wilayah tersebut.
Ia menegaskan bahwa pembentukan mekanisme keamanan maritim adalah tanggung jawab Iran dan Oman, dan menyatakan bahwa kedua negara secara aktif mempromosikan proses ini. Menurut Baqaei, tindakan individual dari pihak lain hanya memperumit situasi, sementara Teheran terus menjalin kontak dengan pihak-pihak terkait untuk mempercepat implementasi mekanisme maritim yang baru.
Terkait kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi ke Oman, Bapak Baqaei menyatakan bahwa Teheran sangat menyadari bahwa keamanan di Selat Hormuz merupakan masalah yang sangat penting bagi komunitas internasional.
Bapak Baqaei menekankan bahwa Iran, sebagai negara pesisir, harus menyeimbangkan kepentingan keamanan nasionalnya dengan keprihatinan masyarakat internasional. Menurutnya, alasan Iran dan Oman mempromosikan mekanisme yang efektif untuk memastikan keselamatan maritim adalah karena keduanya percaya bahwa Selat Hormuz harus terus melayani kepentingan bersama seluruh dunia .
Sumber: https://tienphong.vn/iran-phu-nhan-ke-hoach-thu-phi-duong-thuy-tai-eo-bien-hormuz-post1846204.tpo








Komentar (0)