Turnamen yang diadakan dari tanggal 23 Mei hingga 9 Juni di Arena Olahraga Tien Son dan Taman Pantai My Khe ini, mempertemukan talenta-talenta muda gulat yang luar biasa dari Asia untuk berkompetisi dalam empat kategori: gulat gaya bebas, gulat Greco-Roman, gulat putri, dan gulat pantai U17.
Ini adalah tahun kedua berturut-turut Vietnam menjadi tuan rumah kejuaraan gulat kontinental Federasi Gulat Dunia (UWW), menyusul kesuksesan turnamen yang diadakan di Vung Tau pada tahun 2025.

Dalam pidato pembukaan, Wakil Direktur Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Da Nang, Tao Viet Hai, mengatakan bahwa penyelenggaraan turnamen gulat tingkat benua dan dunia secara berkelanjutan tidak hanya menegaskan kemampuan Vietnam dan Da Nang dalam menyelenggarakan acara olahraga internasional, tetapi juga menunjukkan perkembangan yang kuat dalam olahraga berprestasi tinggi dan orientasi kota terhadap integrasi internasional.
Menurut Bapak Hai, baru dua minggu yang lalu, Da Nang sukses menjadi tuan rumah Kejuaraan Gulat Pantai Dunia 2026, meninggalkan kesan yang sangat positif pada teman-teman internasional mengenai organisasi, keramahan, dan lingkungan olahraga yang profesional. Keberhasilan itu semakin memotivasi kota ini untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Gulat Kelompok Usia Asia tahun ini.
"Turnamen ini bukan hanya kompetisi bagi talenta muda terbaik di Asia, tetapi juga lingkungan bagi para atlet untuk berinteraksi, belajar satu sama lain, meningkatkan keterampilan profesional mereka, dan memupuk semangat solidaritas dan persahabatan," tegas Bapak Hai.

Dalam kerangka turnamen tersebut, Da Nang juga menjadi tuan rumah bersama babak final Kejuaraan Gulat Pantai U17 Asia – sebuah ajang yang memenuhi syarat untuk Olimpiade Remaja 2026. Ini dianggap sebagai tonggak penting, yang berkontribusi pada peningkatan status turnamen dan menegaskan kemampuan kota pesisir tengah ini untuk menyelenggarakan acara olahraga internasional.
Salah satu sorotan turnamen tahun ini adalah rangkaian acara selama 18 hari berturut-turut yang menampilkan berbagai kompetisi UWW tingkat benua seperti U23, U17, gulat pantai, grappling, pankration, dan MMA amatir. Ini dianggap sebagai jadwal acara UWW paling intensif yang pernah diadakan di Asia.
Selain itu, turnamen tahun ini juga menandai tonggak sejarah baru bagi gulat Vietnam, karena hanya satu tahun setelah kemenangan medali emas bersejarah pegulat Pham Huynh Minh Hieu di Vung Tau 2025, Vietnam akan kembali menjadi tuan rumah Kejuaraan Gulat Pantai Asia U17 tepat di pantai My Khe pada tanggal 1 Juni.
Dengan lebih dari 1.000 atlet dari 25 negara dan dua tempat bertaraf dunia, seluruh turnamen akan disiarkan langsung di platform UWW+ melalui uww.org, menjangkau jutaan pemirsa di seluruh dunia.


Menurut panitia penyelenggara, menjadi tuan rumah enam turnamen UWW berturut-turut menunjukkan kepercayaan Federasi Gulat Asia terhadap kemampuan organisasi Vietnam. Hal ini juga memberikan kesempatan untuk mempromosikan citra Da Nang sebagai kota yang dinamis, ramah, aman, dan terintegrasi kepada masyarakat internasional.
"Kami bertujuan menjadikan Da Nang sebagai destinasi gulat utama di Asia setiap musim panas, sekaligus menciptakan peluang bagi bisnis Vietnam untuk bermitra dengan olahraga elit," ujar seorang perwakilan dari panitia penyelenggara.
Dengan semangat "Persatuan - Persahabatan - Keagungan," turnamen ini diharapkan dapat menyajikan kompetisi yang menarik dengan kualitas profesional yang tinggi, sekaligus berkontribusi pada pengembangan gulat remaja yang lebih kuat di kawasan Asia di masa mendatang.
Sumber: https://baovanhoa.vn/the-thao/khai-mac-giai-vo-dich-vat-cac-lua-tuoi-chau-a-2026-230924.html








Komentar (0)