
Langkah baru dalam rehabilitasi
Di area perawatan rehabilitasi di Rumah Sakit Da Nang C, pasien Mai Quy Trung (yang tinggal di bangsal Son Tra) perlahan mengulurkan tangannya ke arah layar instruksi sistem realitas virtual 3D - VRRS EVO.
Setiap gerakan Tn. Trung direkam secara akurat dan dianalisis dengan cermat oleh sistem berkat teknologi sensor terintegrasi dan AI. Berkat itu, dokter akan memiliki pandangan intuitif tentang proses pelatihan, mengumpulkan data objektif dan detail tentang rentang gerak, kecepatan, dan akurasi setiap gerakan, membantu pasien mencapai hasil yang lebih baik.
Menariknya, alih-alih latihan monoton yang mudah melelahkan pasien, sistem realitas virtual sensor dirancang sebagai permainan multi-sensorik, yang menggabungkan gerakan, persepsi, dan fungsi tangan dalam satu proses. Sistem ini tidak lagi identik dengan tempat tidur putih dan peralatan berat, tetapi pasien dapat "berolahraga sambil bermain", "bermain sambil memulihkan diri".
Pasien tidak hanya melatih tubuh mereka tetapi juga merangsang otak mereka, sehingga meningkatkan kemampuan mereka untuk pulih secara komprehensif.
"Kalau saya latihan biasa saja, tangan dan kaki saya hanya bekerja secara mekanis, tanpa berpikir. Tapi kalau latihan dengan sensor, saya harus menggunakan kedua tangan dan otak saya. Saya harus berpikir dan berkoordinasi, jadi saya merasa hasilnya lebih nyata, tidak membosankan, dan lebih cepat berkembang," ujar Pak Trung dengan gembira.
Menurut Departemen Rehabilitasi, dengan sistem realitas virtual 3D - VRRS EVO, pasien dapat menikmati proses latihan yang sangat hidup dan menyenangkan. Pasien berada dalam kondisi yang mendorong mereka untuk berolahraga dengan penuh minat, membantu meningkatkan kemampuan gerak dan persepsi kognitif dengan cepat.
Tidak berhenti pada teknologi realitas virtual, Rumah Sakit Da Nang C juga dilengkapi dengan serangkaian perangkat berteknologi tinggi seperti robot pelatihan gaya berjalan MRG-P100, sistem penilaian dan pelatihan keseimbangan Gamma...
Di antara semuanya, robot MRG-P100 dianggap sebagai langkah maju yang signifikan, membantu pasien berdiri dan berjalan dengan aman dan sesegera mungkin. Robot ini menopang tiga titik saat berlatih berdiri: panggul, perut, dan lutut, menciptakan rasa stabilitas bagi pasien dengan cedera tulang belakang, stroke, atau penyakit neuromuskular. Khususnya, sistem ini dapat mengatur tiga pola gaya berjalan fungsional, yang disesuaikan dengan kondisi fisik setiap pasien.
Atau sistem pelatihan keseimbangan Gamma dengan permainan yang membantu dokter mengevaluasi gangguan keseimbangan pasien secara detail. Data dari sesi pelatihan dikompilasi dan dianalisis, yang kemudian akan digunakan oleh dokter dan teknisi untuk menyusun program perawatan yang mendekati kondisi aktual setiap individu.
Menuju layanan kesehatan cerdas
Menurut Dr. Bui Van Hoi - Kepala Departemen Rehabilitasi, AI secara bertahap diintegrasikan secara mendalam ke dalam proses rehabilitasi, terutama melalui kombinasi dengan peralatan medis modern.
Misalnya, AI dapat bekerja dengan robot rehabilitasi untuk "membaca" keterbatasan gerak pasien, sehingga mendukung langkah-langkah latihan yang lebih tepat dan efektif. AI juga dapat terhubung dengan sistem realitas virtual, menerima dan menganalisis sinyal saraf dari korteks serebral, lalu menyesuaikan situasi perawatan agar sesuai dengan fungsi yang terganggu pada setiap pasien.
Pada saat yang sama, AI mendukung diagnosis, pengobatan, prognosis, dan intervensi terapeutik.
Pasien juga dapat menggunakan ponsel pintar dengan perangkat lunak yang terpasang untuk berolahraga di rumah. Dokter dapat memantau dari jarak jauh dan menyesuaikan latihan yang dibutuhkan.
Belakangan ini, Rumah Sakit Da Nang C telah berinvestasi dalam banyak sistem rehabilitasi canggih dan modern, yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas perawatan, memperpendek waktu pemulihan, dan membantu pasien agar segera kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Peralatan berteknologi tinggi yang digunakan di sini dianggap sebagai salah satu yang tercanggih di kawasan dan negara ini.
Kami melihat penerapan teknologi bukan hanya sebagai tren, tetapi juga kebutuhan penting dalam layanan kesehatan modern. Ke depannya, rumah sakit akan terus berinvestasi dan mempromosikan pelatihan sumber daya manusia untuk menguasai peralatan baru, sekaligus meningkatkan penelitian ilmiah dan kerja sama dengan unit-unit di dalam dan luar negeri. Tujuannya adalah untuk membantu pasien di Da Nang mengakses peralatan medis tercanggih dengan cepat dan efektif, terutama dalam konteks era digital dan AI yang sedang berkembang pesat,” ujar Dr. Hoi.
Sumber: https://baodanang.vn/khoa-hoc-tiep-suc-phuc-hoi-chuc-nang-3297336.html
Komentar (0)