Saat ini, berdasarkan ketentuan Peraturan 100/2019/ND-CP dan amandemen Peraturan 123/2021/ND-CP, pengemudi sepeda motor (termasuk ojek online) yang menggunakan ponsel akan dikenakan denda sebesar 800.000 hingga 1.000.000 VND. Selain itu, SIM pengemudi dapat dicabut selama 1 hingga 3 bulan, bahkan 2 hingga 4 bulan jika pelanggaran tersebut mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.
Namun, seiring pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan pola lalu lintas, undang-undang tersebut sedang mempertimbangkan penyesuaian beberapa peraturan agar sesuai dengan realitas saat ini. Di antaranya, poin baru yang perlu diperhatikan adalah usulan pelonggaran peraturan penggunaan telepon seluler bagi pengendara sepeda motor.
Usulan tidak memberikan denda kepada pengemudi ojek yang mengecek peta di ponsel
Menurut rancangan Peraturan Daerah (Perda) baru tentang sanksi administratif pelanggaran lalu lintas, pengendara sepeda motor hanya akan didenda jika "memegang dan menggunakan ponsel" saat berkendara. Artinya, jika pengemudi hanya menggunakan ponsel untuk melihat peta melalui metode hands-free seperti menggunakan dudukan ponsel atau headphone, mereka tidak akan didenda.
Selain itu, hukuman atas pelanggaran juga telah diubah. Alih-alih pencabutan SIM seperti yang berlaku saat ini, pelanggar hanya akan dikurangi 2 poin dari SIM mereka. Hal ini membantu mengurangi hukuman dan memudahkan pengemudi yang rutin menggunakan perangkat teknologi seperti ojek online, sehingga mereka lebih mudah menemukan jalan.
Usulan ini diharapkan mendapat dukungan dari komunitas pengemudi ojek, yang sangat bergantung pada teknologi untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Di saat yang sama, peraturan baru ini tetap menjamin keselamatan lalu lintas, karena hanya kasus "menggunakan ponsel dan tangan" yang akan dikenakan denda, guna meminimalkan situasi kehilangan konsentrasi saat berkendara.
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/khong-phat-xe-om-cong-nghe-tra-ban-do-tren-di-dong-theo-de-xuat-moi-cua-bo-cong-an-post313630.html
Komentar (0)