![]() |
| Perwakilan SVUK dan Asosiasi Intelektual Vietnam di Inggris dan Irlandia menandatangani Nota Kesepahaman untuk kerja sama. |
Acara puncak konferensi tersebut adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara SVUK dan Asosiasi Intelektual Vietnam di Inggris dan Irlandia.
Perjanjian ini bertujuan untuk membangun ekosistem intelektual Vietnam di Inggris dengan visi hingga tahun 2030, yang ditandai dengan inisiatif "Bank Bakat Vietnam-Inggris" – sebuah jaringan yang menghubungkan mahasiswa dengan para ahli industri terkemuka.
Nota Kesepahaman ini melampaui sekadar panduan dan diwujudkan melalui program-program yang dapat diimplementasikan segera. Contoh utamanya adalah "Program Mentoring Inggris-Vietnam," sebuah mekanisme untuk menghubungkan secara langsung antara profesor, pakar, dan mahasiswa.
Mengingat banyak siswa tidak memiliki akses kepada ilmuwan Vietnam di lingkungan akademik mereka sendiri, model ini diharapkan dapat memberikan landasan untuk bimbingan akademik dan karier jangka panjang.
Selain itu, model "Elite Scholars Lab" berfokus pada dukungan terhadap mahasiswa dan peneliti berprestasi melalui proyek penelitian dan kegiatan praktis, dengan bimbingan dari para profesor terkemuka. Setelah dewasa, "bibit" ini akan terus berkontribusi kepada masyarakat, menciptakan rantai nilai pengetahuan yang berkelanjutan.
Program "Career Bridge & Research Symposium", yang berfokus pada sains dan bimbingan karir, juga dirancang untuk menghubungkan siswa dengan dunia usaha dan universitas, sehingga mendorong transformasi pengetahuan menjadi keterampilan profesional dan nilai praktis.
Dalam pidatonya di acara tersebut, Ibu Dao Thi Hong menekankan bahwa menghubungkan para intelektual Vietnam di luar negeri perlu diarahkan pada ekosistem yang benar-benar berfungsi, dengan tiga elemen kunci: mekanisme "pemberian tugas" dari dalam negeri, jaringan koneksi dengan warisan pengetahuan, dan infrastruktur digital untuk pengetahuan.
Sementara itu, Nguyen Thuy Ba Linh berpendapat bahwa mahasiswa Vietnam di Inggris memiliki keunggulan dalam memahami praktik domestik dan mengakses pengetahuan internasional. Namun, yang terpenting adalah mengubah hasil penelitian menjadi produk terapan, atau bahkan proyek rintisan yang menciptakan nilai ekonomi dan sosial.
Presiden SVUK Cao Quoc Dung menegaskan bahwa forum seperti "Vietnam 2045" membantu mahasiswa lebih memahami tujuan menjadikan Vietnam sebagai negara maju dan berpenghasilan tinggi pada tahun 2045, sehingga dapat menentukan peran dan tanggung jawab mereka.
Dengan topik-topik seperti biomedis, inovasi, fintech, dan kecerdasan buatan, konferensi ini melampaui pertukaran akademis dan meletakkan dasar bagi ekosistem pengetahuan yang terstruktur di mana ide-ide dipupuk dan dikembangkan menjadi kontribusi praktis bagi negara.
Sumber: https://baoquocte.vn/kien-tao-he-sinh-thai-tri-thuc-viet-nam-tai-anh-373197.html








Komentar (0)