Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

'Perisai Digital' untuk Siswa di Era Baru

"Perisai digital" yang kuat tidak hanya melindungi anak-anak dari bahaya daring, tetapi juga membantu mereka berkembang secara holistik di era baru ini.

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế14/11/2025

Lá chắn số cho học sinh trong thời đại mới
Sudah saatnya kita membangun "perisai digital" untuk para siswa. (Foto: Nga Son)

Anak-anak Vietnam tumbuh di dunia digital, di mana pengetahuan tidak terbatas, tetapi juga menyimpan risiko dan bahaya. Pertanyaannya bukan lagi "apakah anak-anak harus menggunakan internet?", tetapi "bagaimana kita dapat memastikan mereka aman, baik hati, dan tangguh di dunia daring?".

Banyak anak terjebak dalam pusaran "like" dan "view," kehilangan kepolosan mereka. Ada banyak kisah yang memilukan: siswa yang diintimidasi secara online, dibujuk untuk ikut serta dalam "permainan tantangan," gambar pribadi mereka bocor, atau mengalami trauma psikologis karena dibandingkan dengan persona online mereka. Pada usia ketika mereka masih belajar mencintai diri sendiri, guncangan seperti itu meninggalkan luka yang lebih dalam daripada teguran keras di kelas sekalipun.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita membangun "perisai digital" untuk siswa. Ini bukan tembok untuk menghalangi informasi, tetapi perisai pelindung dari dalam. Ini adalah sistem keterampilan, kesadaran, dan nilai-nilai yang membantu mereka berdiri teguh menghadapi badai informasi. Sistem ini harus mencakup pemikiran kritis, analisis informasi, pemahaman hak privasi, dan perilaku beradab di dunia maya.

Di seluruh dunia, banyak negara telah memasukkan "keamanan digital" ke dalam kurikulum mereka sebagai keterampilan hidup yang wajib. Anak-anak belajar cara mengatur kata sandi, mengidentifikasi konten berbahaya, melaporkan pelecehan, dan menghormati hak cipta dan privasi orang lain. Vietnam telah mengambil langkah awal, tetapi langkah-langkah ini masih terfragmentasi. Mungkin diperlukan program yang sistematis dan komprehensif dari sekolah dasar hingga menengah, yang menggabungkan pendidikan keterampilan teknologi dengan pendidikan karakter. Karena "perisai digital" bukan hanya perangkat lunak untuk menyaring konten, tetapi juga kekebalan moral dalam pikiran siswa.

Dalam setiap pelajaran, alih-alih hanya mengajari siswa cara mencari informasi lebih cepat, guru dapat mengajukan pertanyaan: “Apa yang akan terjadi jika kamu membagikan informasi yang belum terverifikasi?”; “Jika kamu dihina secara daring, apa yang akan kamu lakukan?”. Pertanyaan-pertanyaan ini adalah langkah pertama dalam membantu anak-anak memahami bahwa internet bukanlah ruang yang tak terlihat. Setiap tindakan meninggalkan jejak, dan kata-kata dapat menyelamatkan atau menyakiti orang lain.

Keluarga juga harus menjadi ruang kelas pertama untuk keamanan digital. Orang tua tidak hanya harus melarang hal-hal tertentu, tetapi juga harus belajar bersama anak-anak mereka, menetapkan batasan waktu penggunaan perangkat dan menganalisis konten bersama. Ketika orang tua berpartisipasi aktif, anak-anak tidak akan melihat internet sebagai "zona terlarang," tetapi sebagai lingkungan di mana mereka dapat belajar dengan terkendali. Teknologi itu sendiri bukanlah hal yang buruk; teknologi hanya berbahaya ketika beroperasi dalam kekosongan ketidakpedulian. Lebih lanjut, sekolah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman: Platform pembelajaran daring membutuhkan filter yang sesuai usia; perusahaan teknologi harus bertanggung jawab untuk melindungi data dan mengontrol konten; dan pers serta media perlu menyebarkan semangat "kesopanan daring" alih-alih judul sensasional dan clickbait.

Dari perspektif pihak berwenang, diperlukan strategi nasional tentang keamanan digital bagi siswa, yang berfokus pada pendidikan dan pencegahan kekerasan. Kementerian Pendidikan dan Pelatihan dapat mengembangkan kurikulum keterampilan digital, melatih guru-guru khusus, dan mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan berbasis pengalaman dan klub "warga digital". Membentuk kebiasaan dan etika teknologi sejak usia dini akan menciptakan generasi muda yang dewasa, mampu menguasai teknologi alih-alih dikendalikan olehnya.

"Perisai digital" yang kuat tidak hanya melindungi anak-anak dari bahaya daring, tetapi juga membantu mereka berkembang secara holistik di era baru di mana pengetahuan berubah setiap jam, namun nilai-nilai kemanusiaan tetap fundamental.

Sumber: https://baoquocte.vn/la-chan-so-cho-hoc-sinh-trong-thoi-dai-moi-333971.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
"Mereka yang terhubung dengan langit biru"

"Mereka yang terhubung dengan langit biru"

Sudut jalan

Sudut jalan

Menara Cham

Menara Cham