Harga kopi hari ini (19 Juni) di pasar domestik stabil. Dengan demikian, harga transaksi tertinggi di beberapa daerah adalah 66.700 VND/kg, tercatat di Provinsi Dak Nong .
Perbarui harga kopi domestik
Menurut survei pukul 10:55, harga kopi sedang sepi hari ini.
Berdasarkan catatan, masyarakat setempat membeli kopi dengan harga berkisar 66.000 - 66.700 VND/kg.
Di antaranya, Provinsi Lam Dong dan Kon Tum memiliki harga terendah, yaitu 66.000 VND/kg. Berikutnya adalah Provinsi Gia Lai dengan harga 66.200 VND/kg.
Pada saat survei yang sama, provinsi Dak Lak memiliki harga pembelian sebesar 66.500 VND/kg.
Dak Nong mencatat harga transaksi sebesar 66.700 VND/kg. Ini merupakan harga transaksi tertinggi di antara wilayah yang disurvei.
Survei lokal | Harga pembelian rata-rata | Perubahan dari catatan kemarin |
Dak Lak | 66.500 | - |
Lam Dong | 66.000 | - |
Gia Lai | 66.200 | - |
Dak Nong | 66.700 | - |
Kon Tum | 66.000 | - |
Satuan: VND/kg
Perkembangan harga kopi dari Januari hingga 19 Juni. (Sintesis: Anh Thu)
Perbarui harga kopi dunia
Menurut catatan, harga kopi di pasar dunia telah menurun. Khususnya, harga kopi robusta daring di London untuk pengiriman Juli 2023 tercatat sebesar 2.796 USD/ton setelah turun 0,29% (setara dengan 8 USD).
Harga kopi Arabika untuk pengiriman Juli 2023 di New York adalah sebesar 184,9 sen AS/pon setelah naik 1,12% (setara dengan 2,1 sen AS) pada saat survei pukul 06.40 (waktu Vietnam).
Foto: Anh Thu
Ekspor kopi mencatat penurunan di sebagian besar pemasok, dengan Amerika Selatan turun 6,4% menjadi hampir 3,6 juta kantong pada bulan April, didorong oleh penurunan 17,9% di tiga produsen utama di kawasan tersebut, Brasil, Kolombia, dan Peru.
Brasil dan Kolombia mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,5% dan 14,8%, menjadi 2,7 juta karung dan 0,7 juta karung. Di Kolombia, kondisi cuaca buruk berdampak negatif terhadap produksi dan ekspor kopi negara tersebut, dengan produksi kopi Kolombia turun 6% pada bulan April.
Peru terus mengalami penurunan tajam dalam ekspor sebesar 62,5% pada bulan April karena cuaca buruk dan ketidakstabilan politik di wilayah penghasil utama sangat memengaruhi pasokan ekspor negara tersebut.
Demikian pula, ekspor kopi dari Afrika turun 9,8% year-on-year menjadi 0,9 juta karung pada bulan April. Dalam tujuh bulan pertama tahun panen ini, ekspor kopi Afrika mencapai 6,9 juta karung, turun 5,9% year-on-year.
Pada bulan April, eksportir utama Afrika yakni Ethiopia, Kenya, dan Uganda mengalami penurunan masing-masing sebesar 17,6%, 25,8%, dan 8,4%.
Dampak kekeringan di awal tahun panen ini, ditambah dengan penurunan ekspor ke Sudan, merupakan salah satu alasan penurunan ekspor kopi, menurut Otoritas Pengembangan Kopi Uganda. Sementara itu, di Etiopia, sengketa kontrak yang timbul akibat selisih harga domestik dan internasional telah memengaruhi ekspor kopi pada bulan-bulan pertama tahun 2023. Para eksportir menahan diri untuk tidak mengekspor kopi hingga sengketa tersebut diselesaikan.
Ekspor kopi dari Amerika Tengah dan Meksiko meningkat 6,3% pada bulan April menjadi 1,9 juta karung, dengan Kosta Rika, Honduras, dan Nikaragua masing-masing tumbuh 27%, 13%, dan 11,2%. Namun, ekspor kopi kawasan tersebut selama tujuh bulan pertama tahun panen ini turun 4% menjadi 8,01 juta karung.
Sementara itu, di Asia dan Oseania, ekspor kopi di kawasan ini turun 1% menjadi lebih dari 3,7 juta karung pada April 2023. Namun, angka keseluruhan selama 7 bulan masih meningkat 1,1% menjadi 27,5 juta karung. Kawasan ini juga merupakan satu-satunya kawasan dengan peningkatan volume ekspor sejauh ini pada tahun panen 2022-2023.
Pada bulan April, ekspor Indonesia turun tajam sebesar 24,6%, jauh melampaui pertumbuhan positif sebesar 3,1% di Vietnam, produsen dan eksportir terbesar di kawasan ini.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)