Natal di Jepang bukan hanya tentang lampu-lampu berkilauan atau pohon Natal yang mempesona; Natal juga memiliki makna budaya yang unik. Alih-alih tradisi Barat, orang Jepang mengubah kesempatan ini menjadi waktu untuk berbagi sukacita, menikmati kue Natal, ayam goreng, dan suasana meriah yang kreatif. Mari kita jelajahi aspek istimewa ini!
1. Pengantar tentang Natal di Jepang

Perayaan Natal yang memukau dengan pohon Natal raksasa di Jepang (Sumber gambar: Dikumpulkan)
Natal di Jepang mungkin tidak memiliki konotasi keagamaan seperti di Barat, tetapi tetap meriah dengan caranya sendiri yang unik. Meskipun hari raya Natal utama jatuh pada tanggal 25 Desember, suasana meriah dimulai sejak tanggal 23 Desember. Karena tanggal ini adalah hari ulang tahun Kaisar – hari libur nasional di Jepang – perayaan berlangsung dari tanggal 23 Desember hingga 25 Desember.
Meskipun bukan hari libur resmi, musim Natal di sini tetap memancarkan kegembiraan melalui jalan-jalan yang dihiasi dengan lampu-lampu berkelap-kelip, pertunjukan cahaya yang spektakuler, dan pohon Natal yang megah. Alih-alih memiliki makna keagamaan, masyarakat Jepang telah mengubah Natal menjadi kesempatan untuk berkumpul, berbagi sukacita dengan teman dan keluarga, serta menikmati hidangan Natal yang unik.
2. Hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang Natal di Jepang
2.1. Masakan Natal di Jepang

Hidangan Natal khas di Jepang (Sumber gambar: Dikumpulkan)
Masakan Natal Jepang ditandai dengan perpaduan tradisi dan inovasi modern. Alih-alih kalkun ala Barat yang lazim, orang Jepang menikmati pesta mereka dengan ayam goreng KFC, sebuah kebiasaan unik yang berasal dari kampanye "Kentucky for Christmas" tahun 1974. Tekstur renyah ayam goreng KFC telah menjadi simbol yang tak terpisahkan, terutama dalam pertemuan meriah yang diterangi oleh lampu Natal yang berkelap-kelip. Bersamaan dengan itu, kue-kue Natal yang lezat menjadi daya tarik tersendiri, melengkapi suasana meriah dan merayakan industri pembuatan kue Jepang yang berkembang pesat.
2.2. Musik Natal di Jepang
Natal di Jepang memiliki ciri khasnya sendiri, perpaduan antara modernitas dan tradisi. Salah satu yang paling menonjol adalah Daiku, atau Simfoni No. 9 karya Beethoven, yang sering dipentaskan selama perayaan ini di berbagai tempat dengan ukuran berbeda di seluruh negeri.
Musik yang megah, dipadukan dengan teknologi pencahayaan mutakhir, menciptakan pertunjukan spektakuler yang menarik banyak penonton. Ini adalah saat di mana masyarakat Jepang terhubung kembali dengan musik klasik dan menikmati suasana meriah, menjadikan Natal semakin istimewa dan mengharukan.
2.3. Seni Dekorasi Natal di Jepang

Dekorasi Natal di Jepang sederhana namun sangat cerah (Sumber gambar: Dikumpulkan)
Seni mendekorasi Natal di Negeri Matahari Terbit penuh dengan kreativitas dan perpaduan yang canggih antara tradisi dan teknologi modern. Alih-alih pohon Natal asli, orang Jepang menggunakan pohon buatan, yang didekorasi dengan barang-barang kecil yang lucu seperti boneka, lonceng angin, dan lampion kertas, terutama dekorasi yang dilipat dengan gaya origami yang unik.
Setiap pohon Natal bukan hanya simbol perayaan, tetapi juga sumber inspirasi di pusat perbelanjaan dan kafe, di mana ruang tersebut dipenuhi dengan lampu-lampu yang mempesona dan pernak-pernik. Terutama di pintu masuk, jimat keberuntungan digantung untuk mendoakan kesehatan dan kebahagiaan, mirip dengan karangan bunga laurel di Barat.
2.4. Santa Claus di Jepang
Di Jepang, meskipun Santa Kuroshu tidak sepopuler Santa Claus di Barat, ia tetap menjadi simbol penting liburan Natal, sering muncul dengan tas penuh hadiah untuk anak-anak yang berperilaku baik. Teknologi pencahayaan modern menciptakan suasana yang memukau, membuat Santa Kuroshu tampak seperti keluar dari dunia sihir, membawa semangat Natal yang hangat dan misterius. Orang Jepang percaya bahwa, berkat "mata di belakang kepalanya," Santa Kuroshu dapat mengamati tindakan anak-anak, mendorong mereka untuk berperilaku baik agar menerima hadiah.
2.5. Kebiasaan Memberi Hadiah Natal

Kotak hadiah Natal yang bermakna disiapkan dengan cermat (Sumber gambar: Dikumpulkan)
Natal di Jepang menghadirkan suasana hangat dan kebiasaan unik, terutama dalam hal pemberian hadiah. Beberapa minggu sebelum liburan, toko-toko memajang beragam hadiah berwarna-warni, khususnya untuk anak-anak. Pada Hari Natal, keluarga dan teman-teman bertukar hadiah yang bermakna, baik secara langsung maupun diletakkan di bawah pohon Natal, mirip dengan Natal di Eropa.
2.6. Gereja-gereja di Jepang

Suasana khidmat di sebuah gereja di Jepang pada Hari Natal (Sumber gambar: Dikumpulkan)
Selama Natal, gereja-gereja di Jepang mengadakan kebaktian doa khusus, biasanya pada hari Minggu sekitar tanggal 25 Desember atau pada Malam Natal. Meskipun jumlah umat Kristen tidak banyak, suasana meriah selalu hangat dan khidmat. Ini adalah kesempatan bagi masyarakat Jepang untuk berkumpul, berdoa, mencari kedamaian, dan mengagumi keindahan gereja-gereja melalui pencahayaan artistik.
3. Aktivitas yang sering dilakukan orang Jepang saat Natal
3.1. Nikmati festival cahaya.

Kagumi festival cahaya yang mempesona selama Natal di Jepang (Sumber gambar: Dikumpulkan)
Natal di Jepang bukan hanya waktu untuk mengungkapkan kasih sayang, tetapi juga waktu untuk mengagumi festival cahaya yang indah. Selama musim liburan, kota-kota seperti Tokyo, Kobe, dan Sapporo berubah menjadi "taman cahaya" yang mempesona, diterangi oleh lampion dan jutaan lampu LED yang berkelap-kelip. Ini adalah kesempatan ideal untuk menyaksikan pertunjukan cahaya yang spektakuler dan merasakan suasana Natal yang hangat dan penuh warna di Negeri Matahari Terbit.
3.2. Berjalan-jalanlah di pasar Natal.

Pasar Natal yang ramai di Jepang (Sumber gambar: Dikumpulkan)
Saat Natal di Jepang, berjalan-jalan di pasar Natal adalah kegiatan yang tak boleh dilewatkan. Pasar-pasar ini dihiasi dengan lampu-lampu berkelap-kelip, menciptakan suasana hangat dan penuh warna. Anda akan menemukan hadiah-hadiah buatan tangan yang indah, dekorasi Natal yang unik, dan menikmati hidangan khas seperti kue Natal, cokelat, dan anggur hangat. Suasana pasar yang ramai dan meriah menambah daya tariknya, menawarkan pengalaman Natal yang akrab sekaligus menyegarkan.
3.3. Pergi ke taman hiburan.

Taman hiburan yang penuh keseruan di Jepang saat Natal (Sumber gambar: Dikumpulkan)
Selama Natal di Jepang, taman hiburan menjadi tujuan ideal untuk menikmati suasana meriah. Taman-taman seperti Tokyo Disneyland dan Universal Studios Japan didekorasi dengan mewah menggunakan lampu Natal, menciptakan ruang yang magis dan penuh warna.
Pertunjukan spesial, bersama dengan aktivitas menyenangkan dan permainan seru yang dipenuhi semangat meriah, menjadikan tempat ini ideal bagi keluarga dan teman untuk menciptakan kenangan tak terlupakan bersama. Baik itu pertunjukan kembang api yang spektakuler atau karakter kartun berkostum, setiap momen di taman ini dipenuhi dengan kegembiraan dan kebahagiaan.
Natal di Jepang bukan hanya waktu untuk menikmati suasana meriah yang istimewa, tetapi juga kesempatan untuk menjelajahi tradisi unik Negeri Matahari Terbit. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan musim perayaan ini bersama Vietravel . Bergabunglah dengan tur Jepang kami untuk menikmati momen-momen indah selama Natal dan pelajari tentang budaya khas negara ini!
Sumber: https://www.vietravel.com/vn/am-thuc-kham-pha/le-giang-sinh-o-nhat-ban-nhung-dieu-ban-chua-biet-v16054.aspx
Komentar (0)