![]() |
Liverpool kebobolan gol penentu di menit ke-94, ketika Amine Adli melepaskan tembakan hampir di penghujung pertandingan. Itu adalah akhir yang pahit bagi tim tamu, dalam pertandingan di mana mereka berulang kali menempatkan diri dalam posisi sulit.
Bagi Bournemouth, gol di menit-menit akhir adalah hadiah atas ketekunan mereka, terutama mengingat tim asuhan Andoni Iraola baru memenangkan pertandingan Liga Premier keempat mereka sejak awal Oktober.
Dalam pertandingan pekan ke-23 Liga Premier pada pagi hari tanggal 25 Januari, Liverpool memulai pertandingan dengan kurang meyakinkan dan kebobolan dua gol hanya dalam tujuh menit di babak pertama. Di babak kedua, manajer Arne Slot menyesuaikan sistemnya dan melakukan pergantian pemain. Upaya ini membuahkan hasil dengan gol spektakuler dari jarak jauh pada menit ke-80 dari Dominik Szoboszlai, menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan mengembalikan kendali permainan di menit-menit terakhir.
Namun, tepat ketika Liverpool mulai mendapatkan momentum, sebuah kesalahan terjadi. Bek tengah Joe Gomez mengalami cedera tepat pada saat Bournemouth melancarkan serangan, membuat tim tamu bermain dengan sepuluh pemain selama beberapa menit. Dari situasi kacau tersebut, Bournemouth mencetak gol penentu, mengakhiri semua harapan Liverpool.
Kekalahan ini mengakhiri rekor tak terkalahkan Liverpool dalam 13 pertandingan di semua kompetisi, yang dimulai pada pertengahan November. Dalam lima pertandingan terakhir mereka di Premier League, mereka hanya berhasil mengumpulkan empat poin. Perlu dicatat, Mohamed Salah melanjutkan performanya yang kurang memuaskan dalam penampilan starter keduanya berturut-turut sejak Piala Afrika 2025, sementara para pemain sayap gagal menciptakan dampak yang dibutuhkan.
Di lini pertahanan, Virgil van Dijk melakukan kesalahan yang menyebabkan gol pertama yang tercipta, meskipun ia juga mencetak gol peny equalizer Liverpool dengan sundulan. Sepanjang pertandingan, bek tengah asal Belanda itu harus berduet dengan tiga bek berbeda, yang jelas mencerminkan ketidakstabilan di lini belakang.
Bagi Bournemouth, kemenangan ini memberikan semangat yang besar. Tim dari Vitality Stadium ini telah mengumpulkan tujuh poin dalam tiga pertandingan terakhir mereka dan naik ke peringkat 13. Meskipun kehilangan beberapa pemain kunci karena cedera, tim asuhan Iraola tetap disiplin dan memanfaatkan momen-momen krusial dengan baik.
Bagi Liverpool, kekalahan di menit-menit terakhir lebih dari sekadar kesalahan kecil. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kedalaman skuad, kemampuan bertahan, dan ketahanan tim di bawah asuhan Arne Slot, seiring musim memasuki fase yang lebih menantang.
Sumber: https://znews.vn/liverpool-guc-nga-phut-90-4-post1622595.html








Komentar (0)