Pemilik sepeda motor yang bersemangat
Dalam rancangan laporan yang menjelaskan beberapa konten baru dari rancangan Undang-Undang tentang Ketertiban dan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya, Kementerian Keamanan Publik mengusulkan perluasan subjek lelang untuk mencakup pelat nomor sepeda motor dan moped.
Setelah berhasil melelang pelat nomor mobil, Kementerian Keamanan Publik mengusulkan untuk melelang pelat nomor sepeda motor.
Berdasarkan usulan tersebut, harga awal plat nomor sepeda motor yang dilelang tidak kurang dari 5 juta VND, dengan kenaikan harga sebesar 10% dari harga awal.
Informasi selebihnya yang diharapkan terkait proses dan tata cara penyelenggaraan lelang plat nomor jenis ini belum diumumkan pihak berwenang.
Bapak Le Anh, salah seorang pemilik sepeda motor tua dengan plat nomor keberuntungan, mengatakan, selama ini plat nomor sepeda motor cantik selalu diperjualbelikan dengan harga jauh lebih tinggi dibandingkan plat nomor biasa.
"Banyak orang rela merogoh kocek puluhan juta, ratusan juta, bahkan miliaran rupiah untuk membeli motor dengan plat nomor keren yang mereka sukai. Kalau plat nomornya bisa dilelang, harganya mungkin bisa lebih murah," ujarnya.
Di pasaran, banyak plat nomor sepeda motor diperjualbelikan, dan dipindahtangankan dengan harga yang sangat tinggi. Misalnya, pemilik toko sepeda motor di Jalan Lang ( Hanoi ) mengatakan bahwa tokonya pernah mengimpor plat nomor sepeda motor 29N1 - 999,99 dengan harga lebih dari 1 miliar VND.
Pada bulan September 2022, sebuah Vespa 946 Christian Dior dengan plat nomor lima angka 6 ditawarkan seharga 3,5 miliar VND; pada bulan Agustus 2022, sebuah Honda Super Cup C125 di Da Nang dengan plat nomor lima angka 9 ditawarkan seharga 1,2 miliar VND...
"Kalau plat nomor motor dilelang, pasti banyak yang ikut karena harga awal 5 juta VND murah, harga bertahapnya juga murah, sementara jumlah yang membutuhkan sangat banyak," ujar Bapak Tran Quang Hai, warga Kecamatan Cau Giay, Hanoi.
Perlu sanksi untuk mencegah pengabaian deposit
Setuju dengan usulan pelelangan pelat nomor, delegasi Majelis Nasional Nguyen Quoc Han, anggota Komite Hukum Majelis Nasional, mengakui bahwa setelah beberapa bulan melakukan uji coba pelelangan pelat nomor mobil, terbukti efektif baik secara ekonomi maupun dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Angka yang baru saja diumumkan oleh Kementerian Keamanan Publik menunjukkan bahwa sejak 15 September 2023 hingga akhir Februari 2024, hampir 1.400 miliar VND telah terkumpul untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jumlah ini setara dengan pendapatan anggaran satu tahun di beberapa provinsi.
"Ini sinyal positif secara ekonomi. Secara sosial, pelaksanaan lelang pelat nomor mobil juga memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini juga mencegah perilaku negatif dalam proses penerbitan pelat nomor. Oleh karena itu, penerapannya harus segera diterapkan pada pelat nomor sepeda motor," ujar Bapak Han.
Senada dengan itu, delegasi Pham Van Thinh, anggota Komite Ekonomi Majelis Nasional, mengatakan: "Lelang pelat nomor sepeda motor bermanfaat bagi anggaran negara dan memenuhi keinginan masyarakat, jadi kita perlu segera melaksanakannya."
Pengacara Phan Van Chieu, Direktur Ha Chau Law Company Limited, mengakui bahwa lelang plat nomor mobil baru-baru ini telah meninggalkan hasil yang cukup mengesankan.
Namun, sebelum memperluas ke subjek lain, otoritas yang berwenang perlu meneliti dan mengeluarkan peraturan hukum khusus.
Selain belajar dari lelang percontohan pelat nomor mobil sebelumnya, unit perlu mempelajari model lelang negara lain, sehingga menyempurnakan sistem hukum.
Terkait dengan kasus pengabaian uang jaminan yang terjadi pada beberapa lelang pelat nomor mobil, Bapak Chieu menyatakan bahwa solusi yang efektif adalah menetapkan tanggung jawab yang mengikat bagi peserta lelang.
"Ada aturan yang menyebutkan denda bagi yang membatalkan deposit harus berkali-kali lipat dari jumlah deposit, atau bahkan persentase tertentu dari uang yang dimenangkan dalam lelang," saran pakar hukum tersebut.
Baru-baru ini, Kementerian Kehakiman juga mengatakan sedang mempelajari amandemen Undang-Undang Lelang Properti, yang diharapkan akan diserahkan ke Majelis Nasional untuk disetujui pada sidang berikutnya.
Oleh karena itu, lembaga ini akan fokus pada penyelesaian masalah peningkatan tanggung jawab peserta lelang dan peningkatan peran manajemen untuk memastikan publisitas dan transparansi.
Salah satu solusi untuk membatasi situasi pengabaian deposit adalah dengan menambahkan bentuk sanksi administratif bagi mereka yang memenangkan lelang tetapi tidak memenuhi kewajiban keuangannya.
Kementerian Keamanan Publik menyatakan bahwa setelah lebih dari 4 bulan lelang pelat nomor mobil, total nilai lelang yang berhasil mencapai lebih dari 2.052 miliar VND. Dari jumlah tersebut, 14.062 pelat nomor pemenang lelang telah dibayarkan oleh pelanggan dengan total hampir 1.400 miliar VND, dan hampir 840 miliar VND telah terkumpul untuk disetorkan ke APBN.
"Pelelangan pelat nomor mobil telah memenuhi kebutuhan masyarakat, menciptakan keadilan bagi yang membutuhkan, dan pada saat yang sama, secara efektif mengeksploitasi aset publik, sehingga meningkatkan pendapatan anggaran negara," aku Kementerian Keamanan Publik.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)