Namun, pernyataan pelatih Philippe Troussier tidak terbukti. Tim "Bintang Emas" menjalani pertandingan yang sangat mengecewakan dan kalah 0-1 dari tim Indonesia.

Pelatih Troussier tidak dapat membantu Vietnam maju (Foto: Reuters).
Dengan kekalahan 0-1 dari Indonesia, Vietnam mengakhiri rekor tak terkalahkannya selama 7 tahun melawan lawan-lawannya. Tak hanya itu, Vietnam juga menjadi tim pertama yang tersingkir dari Piala Asia 2023.
Banyak orang akan menyalahkan Thanh Binh ketika Vietnam kalah dari Indonesia. Pasalnya, bek tengah The Cong Viettel tersebut melakukan kesalahan yang berujung penalti dan secara tidak langsung menyebabkan rekan setimnya menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan.
Namun, Thanh Binh bukanlah korban kegagalan tim Vietnam. Orang yang membuat kesalahan dan memikul tanggung jawab terbesar atas kepulangan tim Vietnam lebih awal adalah Pelatih Troussier.
Pelatih asal Prancis itu tahu Indonesia tim tangguh, tak gentar berbenturan, namun ia menata tim tanpa "otot" di lini tengah saat membiarkan Tuan Anh bergabung dengan Quang Hai.
Sementara itu, Hung Dung bermain sangat baik dalam pertandingan melawan tim nasional Jepang, tetapi tidak bermain satu menit pun. Thanh Long adalah pemain kepercayaan Tuan Troussier, tetapi gelandang CAHN Club tersebut menanggapi kepercayaan pelatih Prancis tersebut dengan menerima 2 kartu kuning dan harus meninggalkan lapangan.
Di sisi sayap, Minh Trong dan Xuan Manh tidak bermain baik dalam pertandingan ini. Meskipun performa mereka di sisi sayap kurang baik, pelatih asal Prancis memasukkan Van Thanh, bek dengan kemampuan menyerang yang baik, di menit-menit akhir dan tidak memberikan kesan yang baik.

Timnas Vietnam kalah dari Timnas Indonesia (Foto: WS).
Secara umum, gaya penguasaan bola tim Vietnam pada laga melawan Indonesia terbilang buruk, tidak mampu mencetak gol seperti saat menghadapi China, Uzbekistan, Korea Selatan, dan Irak sebelumnya.
Lini tengah tim nasional Vietnam tidak hanya kekurangan gelandang berotot, tetapi juga konduktor, seseorang yang mampu melepaskan diri dari tekanan dengan baik, mengendalikan ritme permainan, dan menembus pertahanan lawan. Hal ini menyebabkan penyerang tim nasional Vietnam hampir tidak berbahaya dalam pertandingan ini.
Sulit untuk sepenuhnya menyalahkan pelatih Philippe Troussier karena pada Piala Asia 2023, tim Vietnam mengalami cedera serius. Namun, setelah kegagalan di Piala Asia 2023, mungkin pelatih Prancis itu perlu mempertimbangkan kembali filosofi dan penggunaan pemainnya.
Sebab, jika tim Vietnam terus kalah dari tim Indonesia di babak kualifikasi kedua Piala Dunia 2026 dan tersingkir, maka ramalan tentang 80% penggemar yang menginginkannya gagal dan dipecat bisa jadi menjadi kenyataan.
Sumber
Komentar (0)