Secara spesifik, jumlah nasabah di wilayah pedesaan, pegunungan, terpencil, dan terisolasi mencapai lebih dari 6,3 juta nasabah atau sekitar 72% dari nasabah yang menggunakan layanan Uang Seluler.
Berbeda dengan dompet elektronik konvensional, Uang Seluler menyediakan akun yang terhubung dengan langganan seluler tanpa perlu rekening bank. Rekening ini serupa dengan rekening telekomunikasi, tetapi dapat digunakan untuk mentransfer uang dan membayar jasa serta barang hukum di Vietnam.
Hingga saat ini, terdapat 275.879 titik di seluruh Indonesia yang menerima pembayaran melalui Mobile Money, meningkat 9,56% dibandingkan April 2024. Total transaksi (deposit, penarikan, transfer uang, pembayaran) melalui Mobile Money mencapai lebih dari 119 juta transaksi, meningkat 8%. Total nilai transaksi mencapai lebih dari 4.462 miliar VND, meningkat 7%.
Faktanya, banyak negara di dunia telah berhasil menerapkan Uang Seluler. Contoh tipikal adalah model M-PESA (Kenya) dengan 30 juta nasabah, nilai transaksi mencapai 78,8 miliar dolar AS, yang meningkatkan tingkat akses masyarakat terhadap layanan keuangan hingga hampir 83%.
Menurut penelitian oleh Consultative Group to Assist the Poor, pendapatan keluarga Kenya meningkat 5-30% berkat layanan ini, 194.000 rumah tangga terangkat dari kemiskinan dan sekitar 185.000 warga Kenya beralih dari pertanian ke bisnis atau ritel.
Mengingat hasil yang dicapai sejak uji coba, pada pertemuan bulan Mei 2024, Wakil Perdana Menteri Le Minh Khai menugaskan Bank Negara Vietnam untuk memimpin dan berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, dan unit terkait untuk segera meneliti, menyelesaikan laporan, dan mengusulkan penerbitan dokumen hukum yang mengatur layanan Uang Seluler.
Oleh karena itu, arahan Pemerintah adalah melakukan penilaian yang spesifik, lengkap, dan realistis terhadap hasil uji coba layanan Uang Seluler di masa lalu. Selain itu, perlu dilakukan penilaian menyeluruh terhadap dampak, manfaat, risiko, dan dampaknya terhadap pihak terkait, sistem pembayaran, operasional perbankan, serta keamanan keuangan dan moneter nasional.
Rencana dan usulan tersebut harus menjamin keamanan dan keselamatan kegiatan pembayaran perbankan, sistem keuangan dan moneter nasional, efisiensi, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, kewenangan, prosedur yang ditentukan, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik internasional, serta menjamin terselenggaranya pekerjaan manajemen, hak dan kepentingan subjek terkait.
[iklan_2]
Sumber: https://kinhtedothi.vn/luong-nguoi-su-dung-mobile-money-tai-viet-nam-tang-nhanh.html
Komentar (0)