Uang Seluler, sejak awal, bertujuan untuk meningkatkan akses ke layanan keuangan, terutama di daerah pedesaan, pegunungan, terpencil, perbatasan dan kepulauan, di mana akses ke layanan perbankan tradisional terbatas karena infrastruktur transportasi, telekomunikasi dan jaringan perbankan yang belum berkembang.

Layanan Uang Seluler percontohan telah diluncurkan berdasarkan Keputusan Perdana Menteri No. 316/QD-TTg tanggal 9 Maret 2021. Menurut Bank Negara, setelah hampir 3 tahun implementasi, layanan ini telah mencapai hasil positif, menjamin keamanan, dan berkontribusi pada pengembangan kegiatan pembayaran nontunai.
Namun, karena masih dalam tahap uji coba dan belum ada kerangka hukum resmi, berbagai organisasi bersikap hati-hati dalam menerapkannya, sehingga memengaruhi keputusan untuk meningkatkan anggaran investasi pengembangan layanan. Oleh karena itu, penyelesaian kerangka hukum sangat mendesak agar layanan Uang Seluler dapat beroperasi secara resmi.
Dalam rancangan peraturan tentang layanan uang seluler yang sedang dikaji oleh Bank Negara, nasabah diizinkan menggunakan Uang Seluler untuk membayar barang dan jasa luar negeri. Ini merupakan langkah baru yang melembagakan kebijakan integrasi ekonomi , yang memudahkan masyarakat dalam transaksi lintas batas bernilai kecil.
Secara khusus, badan pengelola mengusulkan peningkatan batas Uang Seluler menjadi 100 juta VND. Hal ini dikarenakan, saat ini, layanan percontohan tersebut hanya mengizinkan maksimal 10 juta VND/bulan/akun Uang Seluler untuk total transaksi: Penarikan, transfer uang, dan pembayaran... yang tidak sesuai dengan pendapatan dan aktivitas bisnis masyarakat saat ini, sehingga kurang menarik minat nasabah.
Berdasarkan rancangan tersebut, batas 100 juta VND juga tidak berlaku untuk transaksi pembayaran layanan esensial seperti: layanan publik, listrik, air, biaya pendidikan, biaya rumah sakit, jaminan sosial... (batas tambahan 100 juta VND/bulan ditambahkan untuk transaksi pembayaran layanan esensial). Hal ini menciptakan fleksibilitas yang tinggi, menjadikan uang seluler sebagai alat pembayaran yang lebih praktis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Rancangan keputusan tersebut menambahkan peraturan yang memungkinkan pengguna untuk menyetorkan uang tunai dan menerima uang dari rekening pembayaran dan dompet elektronik, yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing Uang Seluler di pasar.
Terkait dengan prosedur administratif, pemberian izin menyelenggarakan jasa keuangan bergerak merupakan dasar bagi Bank Negara untuk menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan penyelenggara jasa, sehingga dapat membatasi risiko, mencegah pelanggaran hukum, serta melindungi hak dan kepentingan sah nasabah dalam menggunakan jasa tersebut.
Sumber: https://hanoimoi.vn/de-xuat-nang-han-muc-mobile-money-len-100-trieu-dong-708297.html
Komentar (0)