Cara menghitung pajak penghasilan pribadi atas bonus Tet
Menurut Surat Edaran 111/2013/TT-BTC, akan ada dua kasus dalam perhitungan pajak penghasilan pribadi (PPH).
Kasus 1, untuk kontrak kerja 3 bulan atau lebih. Besarnya pajak penghasilan pribadi yang terutang atas gaji dan upah dihitung dengan rumus: Pajak Penghasilan Pribadi yang terutang = Penghasilan Kena Pajak x Tarif Pajak
Di sana:
Penghasilan kena pajak = Penghasilan kena pajak - Potongan
Penghasilan kena pajak = Penghasilan bruto - Pengecualian
Oleh karena itu, perlu diketahui bahwa karyawan hanya perlu membayar pajak setelah dikurangi potongan yang masih positif.
Saat menghitung pajak penghasilan pribadi yang harus dibayarkan karyawan, bonus Tet dan gaji bulan ke-13 tidak dipisahkan tetapi digabungkan untuk menghitung total pendapatan.
Dalam kasus 2, untuk kontrak kerja kurang dari 3 bulan atau tanpa kontrak kerja, organisasi dan individu yang membayar upah, remunerasi, dan pembayaran lainnya kepada individu yang bertempat tinggal tanpa kontrak kerja atau menandatangani kontrak kerja kurang dari 3 bulan dengan total pembayaran pendapatan 2 juta VND/waktu atau lebih harus memotong pajak dengan tarif 10% dari pendapatan sebelum membayar pendapatan kepada individu.
Dengan demikian, ketika organisasi dan individu membayar gaji, bonus Tet, dan pendapatan lain kepada karyawan mulai dari 2 juta VND/waktu atau lebih, mereka harus memotong 10% di sumbernya sebelum membayar pendapatan.
Gaji dan bonus Tet 2024 100 juta, berapa pajak penghasilan pribadi yang harus saya bayar?
Gaji Tuan A pada bulan Januari 2024 adalah 40 juta VND, bonus Tet adalah 60 juta VND dan pembayaran asuransi adalah: 8% asuransi sosial, 1,5% asuransi kesehatan , 1% asuransi pengangguran.
Mengingat kondisi keluarga, Tn. A. memiliki 2 anak di bawah usia 18 tahun. Selama bulan tersebut, Tn. A. tidak berkontribusi untuk kegiatan amal, kemanusiaan, atau promosi pendidikan.
Dengan demikian, penghasilan kena pajak Bapak A adalah sebesar 100 juta VND, pembayaran pajak penghasilan pribadi sementara Bapak A untuk bulan tersebut dengan potongan sebagai berikut:
- Potongan pribadi: 11 juta VND
- Potongan keluarga untuk 2 tanggungan (2 anak): 4,4 juta VND × 2 = 8,8 juta VND
- Asuransi sosial, asuransi kesehatan, asuransi pengangguran: gaji 40 juta × (8% + 1,5% + 1%) = 4,2 juta VND. (Angka ini hanya menghitung premi asuransi berdasarkan gaji).
Dari sana, jumlah total potongannya adalah: 24 juta VND
- Penghasilan kena pajak Bapak A adalah: 100 - 24 = 76 juta VND
Jumlah pajak yang terutang dihitung berdasarkan setiap tingkat Jadwal Pajak Progresif.
Tingkat 1: Penghasilan kena pajak sampai dengan 5 juta VND, tarif pajak 5%: 5 juta VND × 5% = 0,25 juta VND
Tingkat 2: Penghasilan kena pajak dari 5 juta VND sampai dengan 10 juta VND, tarif pajak 10%: (10 - 5 juta VND) × 10% = 0,5 juta VND
Tingkat 3: Penghasilan kena pajak di atas 10 - 18 juta VND, tarif pajak 15%: (18 - 10 juta VND) × 15% = 1,2 juta VND
Tingkat 4: Penghasilan kena pajak dari 18 juta VND sampai dengan 32 juta VND, tarif pajak 20%: (32 - 18 juta VND) × 20% = 2,8 juta VND
Tingkat 5: Penghasilan kena pajak di atas 32 - 52 juta VND, tarif pajak 25%: (52 juta VND - 32 juta VND) × 25% = 5 juta VND
Tingkat 6: Penghasilan kena pajak dari 52 juta VND sampai dengan 80 juta VND, tarif pajak 30%: (76 - 52 juta VND) × 30% = 7,2 juta VND
Dengan demikian, total pajak yang harus dibayar sementara oleh Bapak A pada bulan tersebut adalah: 16,95 juta VND.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)