
Penyakit itu membuat ibunya seperti anak kecil, dan hidup Hoan terasa sempit, terbelah antara cinta dan tanggung jawab. Ketika kesehatannya menurun, Hoan terpaksa membuat pilihan yang memilukan: "meninggalkan" ibunya kepada saudara laki-lakinya, yang belum pernah ia temui, yang tinggal di Korea. Keputusan ini menjadi titik balik yang membuka perjalanan yang lucu sekaligus mengharukan bagi ibu dan anak tersebut, sekaligus memunculkan pertanyaan-pertanyaan mendalam tentang batas-batas bakti dan kasih sayang keluarga.
Sutradara Mo Hong-jin, seorang Korea, berbagi bahwa ia tertarik dengan budaya Vietnam, yang selalu mengutamakan kasih sayang keluarga. Oleh karena itu, film ini tidak hanya memiliki nuansa lokal yang kuat tetapi juga menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan universal. "Saya tidak memikirkan batas-batas negara saat membuat film. Yang penting adalah emosi manusia—sesuatu yang dapat dipahami siapa pun," ujar sang sutradara.
"Mang me di bo" juga merupakan film kolaborasi langka yang melibatkan pihak Vietnam, mulai dari naskah, kreatif, hingga tahap produksi. Menurut produser Phan Gia Nhat Linh, kedua belah pihak berbagi tanggung jawab dan keputusan secara setara, menciptakan sebuah karya yang bernuansa Korea dalam gaya naratifnya sekaligus kental dengan karakter Vietnam di setiap detailnya.
Selain karakter utama yang emosional, film ini juga menampilkan dua komedian, Lam Vy Da dan Vinh Rau, yang menciptakan sorotan ringan dan humoris yang menyeimbangkan nuansa. Dengan investasi yang serius dan pesan mendalam tentang kasih sayang keluarga, "Mang Me Di Bo" menjanjikan akan menjadi salah satu film paling terkenal musim panas ini. Film ini tayang perdana mulai 1 Agustus di bioskop-bioskop di seluruh negeri.
Sumber: https://hanoimoi.vn/mang-me-di-bo-cau-chuyen-cam-dong-ve-tinh-mau-tu-711365.html
Komentar (0)