Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Model universitas untuk masa depan

Selama beberapa dekade, Vietnam memandang universitas terutama sebagai tempat untuk melatih sumber daya manusia dan memberikan gelar. Keberhasilan pendidikan sering diukur dari jumlah sekolah, siswa, atau lulusan setiap tahunnya.

Báo Thanh niênBáo Thanh niên20/05/2026

Namun, dalam konteks kecerdasan buatan (AI), big data, robotika, semikonduktor, dan persaingan teknologi global yang mengubah struktur ekonomi dunia, pendekatan ini menjadi terlalu sempit untuk kebutuhan pembangunan bangsa di abad ke-21.

Di era AI, sumber daya terbesar adalah pengetahuan, data, teknologi inti, dan kapasitas belajar seluruh penduduk. Sebuah bangsa yang kuat di masa depan harus mampu menyerap pengetahuan dengan cepat, menciptakan pengetahuan baru dengan cepat, dan mengubah pengetahuan menjadi nilai sosial yang paling kuat.

Oleh karena itu, Vietnam membutuhkan filosofi universitas yang sepenuhnya baru. Universitas tidak dapat terus beroperasi sebagai "sekolah independen" yang hanya berfokus pada pelatihan gelar. Universitas harus menjadi ekosistem pengetahuan nasional, yang saling terhubung mulai dari penelitian mutakhir hingga aplikasi praktis dan penyebaran pengetahuan kepada seluruh penduduk.

Dari perspektif tersebut, model "Tiga tingkatan universitas dan dua siklus" dapat menjadi arsitektur pembangunan nasional di masa depan.

Tingkat pertama adalah universitas elit. Ini adalah tingkat yang paling strategis karena bertindak sebagai otak nasional di era AI dan sains serta teknologi. Tujuan utama tingkat ini adalah untuk menciptakan pengetahuan dan teknologi inti dengan hak kekayaan intelektual Vietnam. Tanpa pusat penelitian yang kuat dan universitas elit yang mampu terhubung dengan pengetahuan global, Vietnam akan selamanya tetap menjadi tempat yang menggunakan teknologi orang lain alih-alih menguasai teknologinya sendiri. Universitas elit perlu beroperasi dengan otonomi yang kuat, dana penelitian yang besar, lingkungan penelitian internasional, dan kemampuan untuk menarik talenta global.

Tingkat kedua adalah tempat pengetahuan diubah menjadi nilai praktis bagi ekonomi dan masyarakat. Ini adalah tingkat universitas tradisional. Peran tingkat ini sangat penting karena menerima pengetahuan dari kalangan elit dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Tingkat ini menghubungkan sains dengan pasar, penelitian dengan bisnis, dan teknologi dengan kehidupan sehari-hari. Jika tingkat kedua lemah, negara akan kekurangan tenaga kerja untuk mengubah pengetahuan menjadi kekuatan ekonomi. Dalam hal ini, penelitian akan tetap di atas kertas, dan teknologi akan kesulitan untuk dipraktikkan.

Tingkat ketiga adalah universitas untuk seluruh warga negara. Ini adalah tingkat terluas, paling dekat dengan masyarakat, dan tempat seluruh nilai sistem pengetahuan nasional dipraktikkan. Semua pengetahuan, teknologi, dan alat dari dua tingkat di atasnya pada akhirnya harus turun ke tingkat ini untuk menciptakan nilai nyata dalam kehidupan dan ekonomi.

Di sinilah para petani menggunakan AI untuk mengoptimalkan produksi, para pekerja menggunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, usaha kecil menerapkan data pada operasional mereka, dan orang-orang belajar sepanjang hayat melalui agen AI pribadi.

Jika tingkat pertama adalah tempat pengetahuan global diserap, dan tingkat kedua adalah tempat pengetahuan diubah menjadi teknologi dan solusi, maka tingkat ketiga adalah tempat semua nilai tersebut diterapkan dalam masyarakat.

Namun, kekuatan sebenarnya dari model ini terletak bukan pada tiga lapisan individual, melainkan pada dua lingkaran pengetahuan berkelanjutan di antara lapisan-lapisan tersebut.

Siklus pertama adalah aliran pengetahuan dari universitas-universitas elit ke universitas-universitas tradisional, kemudian menyebar ke seluruh populasi. Siklus inilah yang mengubah pengetahuan menjadi produktivitas sosial. Ketika siklus ini berjalan cepat, teknologi akan menyebar lebih cepat, dan inovasi akan lebih kuat.

Sebaliknya, siklus kedua berputar dari praktik sosial kembali ke sistem penelitian. Akibatnya, universitas tidak lagi terlepas dari realitas dan sains tidak lagi terbatas pada kertas.

Kedua siklus ini membentuk "siklus pengetahuan nasional." Semakin tinggi kecepatan dan intensitas kedua siklus ini, semakin cepat pengetahuan menyebar, semakin kuat teknologi dalam negeri, semakin tinggi produktivitas nasional, dan semakin besar peluang Vietnam untuk meraih terobosan di era AI.

Sumber: https://thanhnien.vn/mo-hinh-dai-hoc-cho-tuong-lai-185260520193256905.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Parade militer

Parade militer

Abadikan gambar-gambar yang menakjubkan.

Abadikan gambar-gambar yang menakjubkan.

Bus Musik

Bus Musik