Model budidaya udang intensif dengan teknologi sirkulasi air milik Bapak Le Van Sy (Kelurahan Ky Thu, Kecamatan Ky Anh, Ha Tinh ) berhasil menghasilkan produksi lebih dari 22 ton dengan keuntungan lebih dari 1 miliar VND.
Setelah hampir 3 bulan bercocok tanam, tambak udang milik Bapak Le Van Sy diperkirakan telah mencapai hasil panen lebih dari 22 ton.
Selama proses budidaya, Bapak Le Van Sy menyadari bahwa budidaya udang dengan sistem sirkulasi air memiliki banyak keunggulan, terutama pengelolaan sumber daya air tambak yang baik dan pengendalian penyakit. Pada Januari 2023, beliau menginvestasikan miliaran VND, mempekerjakan tenaga kerja dan mesin untuk membangun kembali sistem tambak, serta berinvestasi pada peralatan modern untuk beternak udang dengan sistem ini.
Pada lahan seluas 3 hektar, Bapak Sy telah memanfaatkan 2/3 lahan untuk membangun kolam meliputi: 1 kolam pengendapan, 1 kolam pengolahan air masukan, 1 kolam penampungan air limbah dari kolam budidaya, 2 kolam penampungan air yang telah diolah melalui lapisan filter biologis dan 1 kolam akhir yang disebut kolam siap pakai (berisi sumber air yang menjamin semua faktor untuk mensuplai ke kolam budidaya setiap kali dibutuhkan).
Sistem kolam diinvestasikan secara sistematis untuk membatasi dampak lingkungan terhadap perkembangan udang.
Model ini didukung oleh Pusat Penerapan Sains dan Teknologi serta Perlindungan Tanaman dan Ternak di distrik Ky Anh dengan dukungan teknis dan petunjuk terperinci tentang proses perawatan.
Air tambak tidak dibuang ke lingkungan, melainkan diolah untuk digunakan kembali dalam siklus tertutup, dengan semua faktor lingkungan terkontrol dengan baik. Hal ini memungkinkan budidaya jangka panjang dengan kepadatan tinggi, membatasi penyakit, menghemat sumber daya air, mengurangi biaya produksi, dan menciptakan produk yang aman. Selain itu, udang dipelihara dengan produk biologis ramah lingkungan untuk membantu penyerapan nutrisi secara menyeluruh dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Tuan Le Van Sy memanen udang untuk dijual ke pedagang.
Setelah merenovasi sistem tambak, Bapak Sy mulai melepaskan udang sejak awal Mei 2023 dengan jumlah 1 juta ekor udang dan kepadatan 250 ekor udang/ m2 . Setelah lebih dari 3 bulan pemeliharaan, udang mencapai tingkat kelangsungan hidup 85%, berat 38 ekor udang/kg, dan perkiraan hasil lebih dari 22 ton, menghasilkan keuntungan lebih dari 1 miliar VND bagi keluarga.
Diketahui bahwa model budidaya udang dengan teknologi sirkulasi air ini merupakan yang pertama kali diterapkan di kabupaten tersebut. Hal ini juga menjadi contoh bagi rumah tangga setempat untuk dikunjungi, dipelajari, dan direplikasi di masa mendatang.
Thai Oanh - Nguyen Hoan
Sumber
Komentar (0)