Namun lebih dari segalanya, ini tentang hidup dan menciptakan ruang bagi orang-orang – elemen inti dalam membentuk identitas dan kedudukan sebuah kota global.
Sumber daya manusia berkualitas tinggi selalu menjadi aset strategis. Sebuah kota tidak dapat berkembang tanpa menjadi pusat untuk menarik dan mempertahankan talenta. Untuk menarik mereka, daerah perkotaan harus menciptakan ekosistem hidup dan kerja yang menarik – tempat di mana orang tidak hanya menemukan peluang karir tetapi juga terinspirasi, didukung dalam pengembangan pribadi mereka, dan menjalani kehidupan yang bermakna. Empat faktor kunci berkontribusi pada daya tarik: peluang karir yang melimpah, kualitas hidup yang tinggi, lingkungan yang kreatif, dan lembaga yang transparan. Ketika faktor-faktor ini bertemu, talenta akan datang, tinggal, dan berkontribusi dalam jangka panjang. Jika salah satu faktor ini hilang, kota tersebut akan kehilangan keunggulan kompetitifnya dalam persaingan global untuk sumber daya manusia.
Model perkotaan multipolar baru Kota Ho Chi Minh menghadirkan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menciptakan ruang bagi konvergensi talenta. Kota Ho Chi Minh berfungsi sebagai pusat keuangan, inovasi, dan layanan kelas atas; Binh Duong sebagai pusat manufaktur cerdas; dan Ba Ria - Vung Tau sebagai gerbang perdagangan internasional dan destinasi wisata kelas atas. Konektivitas antarwilayah akan mewujudkan model "bekerja di satu tempat, tinggal di tempat lain" dengan kota cerdas, pendidikan dan layanan kesehatan berkualitas, serta lingkungan hidup yang hijau. Seorang profesional dapat bekerja di Kota Ho Chi Minh, tinggal di Binh Duong, dan menikmati liburan akhir pekan di Ba Ria - Vung Tau tanpa hambatan besar. Inilah model perkotaan yang fleksibel, modern, dan manusiawi yang dicari oleh tenaga kerja global.
Namun, untuk mewujudkan potensi ini, Kota Ho Chi Minh membutuhkan strategi yang terstruktur, komprehensif, dan mendalam untuk menarik dan mengembangkan sumber daya manusia berkualitas tinggi. Kota ini harus secara jelas mendefinisikan filosofi pembangunannya: menempatkan manusia sebagai pusat perencanaan, menggunakan kualitas hidup sebagai fondasi daya saing, dan menggunakan inovasi sebagai penggerak pembangunan. Pertama dan terpenting, ini melibatkan investasi dalam kualitas hidup: mulai dari infrastruktur transportasi cerdas, perumahan terjangkau, layanan kesehatan dan pendidikan berstandar internasional, hingga kawasan perkotaan terpadu untuk "tinggal, bekerja, dan hiburan" bagi para profesional, kaum muda, dan warga asing. Secara bersamaan, perlu menciptakan lingkungan kerja kelas atas melalui pengembangan pusat inovasi, zona teknologi tinggi, dan taman perangkat lunak di Thu Duc, Kota Baru Binh Duong, dan Vung Tau. Hal ini akan menciptakan lapangan kerja bernilai tambah tinggi dan memperluas peluang pengembangan profesional bagi para intelektual, insinyur, dan ahli baik di dalam maupun luar negeri.
Kota ini juga perlu mengembangkan kebijakan yang berdaya saing global untuk menarik talenta: insentif pajak penghasilan, dukungan perumahan, izin tinggal jangka panjang, biaya pendidikan untuk anak-anak, dan layanan administrasi satu pintu untuk warga asing. Secara khusus, kota ini perlu menciptakan kondisi bagi kaum muda Vietnam untuk memulai bisnis lokal dan bagi para intelektual Vietnam di kancah global untuk kembali – dengan menghubungkan universitas, bisnis, dana investasi, dan pemerintah dalam ekosistem startup yang efektif.
Unsur yang sangat penting adalah inovasi kelembagaan dalam tata kelola: dari "manajemen" ke "pelayanan," dari "kontrol" ke "pemberdayaan." Ketika sebuah kota transparan, terbuka, dan ramah, talenta tidak hanya akan datang tetapi juga menetap, dan yang lebih penting, bersedia berkontribusi dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Dalam waktu dekat, Kota Ho Chi Minh dapat secara proaktif memposisikan dirinya sebagai "kota peluang dan kreativitas yang tak pernah tidur"—tempat di mana setiap orang dapat memulai, berkembang, dan menciptakan nilai; tempat setiap mimpi kewirausahaan memiliki kesempatan, tempat setiap pekerja menemukan jalan menuju pengembangan. Ini akan menjadi daya tarik terbesar bagi siapa pun, dari para ahli internasional hingga kaum muda di negara ini.
Kota Ho Chi Minh yang sedang berkembang menghadapi peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membangun posisi baru, baik dari segi skala, visi, maupun potensi pertumbuhan. Namun, untuk menjadi metropolis global, isu sumber daya manusia harus menjadi inti dari setiap strategi. Sebuah kota hanya benar-benar menarik bagi talenta ketika kota tersebut menghargai dan membina sumber daya manusianya. Dan hanya dengan demikian Kota Ho Chi Minh tidak hanya akan menjadi megacity dalam hal ekonomi – tetapi juga kota yang terpercaya, tempat orang datang bukan untuk bekerja dalam waktu singkat, tetapi untuk tinggal seumur hidup.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/mo-rong-khong-gian-nhan-tai-hoi-tu-post801478.html










