Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Kesiapan untuk kecerdasan buatan di Vietnam menurun

Tạp chí Doanh NghiệpTạp chí Doanh Nghiệp14/11/2024

[iklan_1]

DNVN - Pada tanggal 13 November, Cisco mengumumkan Indeks Kesiapan AI 2024, yang menunjukkan bahwa hanya 22% organisasi di Vietnam yang sepenuhnya siap untuk menerapkan dan memanfaatkan teknologi AI, turun dari 27% tahun lalu.

Penurunan ini menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengadopsi, menerapkan, dan memanfaatkan AI secara maksimal. Mengingat pertumbuhan pasar yang pesat dan dampak signifikan AI terhadap operasional bisnis, kesenjangan kesiapan ini menjadi sangat penting.

Indeks ini didasarkan pada survei "double-blind" terhadap 3.660 pemimpin senior dari perusahaan dengan 500 karyawan atau lebih di 14 pasar di kawasan Asia- Pasifik , Jepang, dan Tiongkok (APJC). Para pemimpin ini bertanggung jawab untuk mengintegrasikan dan mengimplementasikan AI di dalam organisasi mereka. Indeks Kesiapan AI diukur berdasarkan enam pilar: strategi, infrastruktur, data, tata kelola, talenta, dan budaya.

Menurut Cisco, AI telah menjadi landasan strategi bisnis, dan perusahaan semakin merasakan urgensi untuk mengadopsi dan menerapkan teknologi AI. Di Vietnam, 100% perusahaan melaporkan bahwa kebutuhan untuk menerapkan AI telah meningkat selama setahun terakhir, terutama karena dorongan dari para CEO dan manajemen. Selain itu, perusahaan mengalokasikan sejumlah besar sumber daya untuk AI, dengan 48% perusahaan melaporkan bahwa hingga 10% hingga 30% dari anggaran TI mereka dialokasikan untuk penerapan AI.

Meskipun terdapat investasi signifikan dalam AI di area strategis seperti keamanan siber, infrastruktur TI, analitik, dan manajemen data, banyak perusahaan melaporkan bahwa laba atas investasi ini tidak memenuhi harapan mereka.

Perusahaan menyadari bahwa mereka perlu berbuat lebih banyak untuk lebih siap memanfaatkan AI secara efektif.

Seiring perusahaan mempercepat perjalanan AI mereka, penting bagi mereka untuk mengambil pendekatan holistik terhadap penerapan dan menghubungkan titik-titik tersebut guna menyelaraskan ambisi AI dengan kesiapan. Indeks Kesiapan AI tahun ini menunjukkan bahwa untuk sepenuhnya mewujudkan potensi AI, perusahaan membutuhkan infrastruktur digital modern yang mampu menangani permintaan daya yang terus meningkat dan persyaratan latensi jaringan dari beban kerja AI yang semakin menuntut. Hal ini harus didukung oleh visi yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis mereka,” ujar Nguyen Nhu Dung, Managing Director Cisco untuk Vietnam, Kamboja, dan Laos.

Kesiapan AI menurun di semua pilar, dengan infrastruktur diidentifikasi sebagai tantangan utama: Salah satu penurunan terbesar terjadi pada kesiapan infrastruktur dengan kesenjangan dalam komputasi, kinerja jaringan pusat data, keamanan siber, dan faktor-faktor lainnya. Hanya 38% organisasi yang memiliki GPU yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan AI saat ini dan di masa mendatang, dan 39% memiliki kemampuan untuk melindungi data dalam model AI dengan enkripsi menyeluruh, audit keamanan, pemantauan berkelanjutan, dan respons langsung terhadap potensi ancaman.

Perusahaan berinvestasi tetapi belum memenuhi ekspektasi: Selama setahun terakhir, AI telah menjadi prioritas pengeluaran bagi berbagai organisasi di Vietnam, dengan 48% organisasi mengalokasikan 10-30% anggaran TI mereka untuk proyek AI. Investasi AI difokuskan pada tiga area strategis, termasuk keamanan siber (59% perusahaan telah menerapkannya secara penuh/lanjut), infrastruktur TI (58%), dan manajemen data (55%). Tiga tujuan utama yang mereka tuju adalah meningkatkan efisiensi sistem, proses, operasional, dan profitabilitas; kemampuan untuk berinovasi dan tetap kompetitif; serta menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan dan mitra.

Meskipun investasi meningkat, rata-rata kurang dari seperempat perusahaan mengatakan mereka tidak melihat manfaat atau manfaatnya bukan seperti yang mereka harapkan dari peningkatan, dukungan, atau otomatisasi proses atau operasi yang ada.

Perusahaan menyadari bahwa mereka perlu melakukan lebih banyak upaya untuk mempersiapkan adopsi AI yang efektif. Di Vietnam, 63% perusahaan menempatkan peningkatan skalabilitas, fleksibilitas, dan pengelolaan infrastruktur TI mereka sebagai prioritas utama, yang menunjukkan kesadaran akan kesenjangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan kesiapan AI secara keseluruhan.

Phan Minh


[iklan_2]
Sumber: https://doanhnghiepvn.vn/doanh-nhan/doanh-nghiep-24h/muc-do-san-sang-cho-tri-tue-nhan-tao-tai-viet-nam-giam/20241114022846478

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk