AS dan anggota IPEF lainnya di Asia sepakat untuk meningkatkan rantai pasokan barang-barang penting dan saling mendukung ketika terjadi kekurangan.
Negara-negara dalam Kerangka Ekonomi Indo- Pasifik (IPEF), termasuk AS dan 13 anggota di Asia, bertemu akhir pekan lalu di Detroit, Michigan, AS, untuk membahas perdagangan, rantai pasokan, ekonomi hijau, dan ekonomi yang adil.
Perwakilan kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk meningkatkan rantai pasokan barang-barang penting seperti keripik dan bahan baku penting guna mengurangi ketergantungan eksternal. Para pihak berharap dapat segera menerbitkan dokumen perjanjian ini.
Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo memimpin pertemuan Kerangka Kerja Ekonomi Indo- Pasifik (IPEF) di Detroit, Michigan, pada 27 Mei. Foto: Reuters
Berdasarkan perjanjian tersebut, negara-negara IPEF akan berbagi informasi untuk meningkatkan pengadaan intra-blok dan saling membantu jika terjadi kekurangan. Langkah ini diambil setelah pandemi Covid-19 mengganggu rantai pasokan, yang berdampak negatif pada kegiatan ekonomi di negara-negara IPEF.
"Perjanjian yang diusulkan akan membentuk saluran komunikasi darurat bagi mitra IPEF untuk mencari dukungan jika terjadi gangguan rantai pasokan dan memfasilitasi pertukaran informasi serta kerja sama selama krisis. Hal ini akan memungkinkan respons yang lebih cepat dan efektif untuk meminimalkan dampak negatif terhadap ekonomi mitra," ujar Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan tersebut.
Menurut perwakilan pemerintah AS dan Jepang, ini adalah perjanjian rantai pasokan multilateral pertama yang terwujud sejak IPEF didirikan.
IPEF, yang diluncurkan di Tokyo, Jepang, pada Mei 2022, mencakup Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Australia, India, Selandia Baru, Fiji, dan beberapa negara Asia Tenggara. Inisiatif ini bertujuan untuk mengintegrasikan mitra dagang ke dalam standar yang disepakati di empat bidang utama: ekonomi digital, rantai pasok, infrastruktur energi bersih, dan langkah-langkah antikorupsi.
Ngoc Anh (Menurut Nikkei )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)