Perjanjian Ekonomi Bersih dan Ekonomi Adil, dua dari empat pilar utama Kerangka Kerja Ekonomi Indo -Pasifik untuk Kemakmuran (IPEF), mulai berlaku masing-masing pada tanggal 11 Oktober dan 12 Oktober.

Kantor Berita Kyodo melaporkan pada tanggal 12 Oktober bahwa Perjanjian Ekonomi Bersih dan Perjanjian Ekonomi yang Adil, dua dari empat pilar utama Kerangka Kerja Ekonomi Indo- Pasifik untuk Kemakmuran (IPEF), mulai berlaku masing-masing pada tanggal 11 Oktober dan 12 Oktober.
Hal ini membuka peluang bagi kerja sama yang lebih kuat di antara negara-negara anggota menuju pembangunan ekonomi dan perdagangan berkelanjutan berdasarkan kesetaraan dan energi bersih.
Perjanjian Ekonomi Bersih mencakup ketentuan bagi 14 negara anggota IPEF untuk berupaya mempercepat transisi energi melalui upaya seperti mengembangkan energi hidrogen, meningkatkan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan, dan perdagangan listrik bersih.
Perjanjian Ekonomi yang Adil juga mencakup ketentuan untuk mencegah korupsi dan meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam administrasi perpajakan, seperti memperkuat perlindungan pelapor pelanggaran dan memperkenalkan ketentuan untuk menghukum kegiatan ilegal dalam proses pengadaan pemerintah.
Anggota IPEF menyelesaikan pembahasan kedua perjanjian tersebut pada November 2023 di Pekan Puncak Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2023 di San Francisco, AS.
Sebelumnya, kesepakatan mengenai penguatan rantai pasokan juga berlaku pada Februari 2024, sementara kesepakatan final mengenai perdagangan masih dalam pembahasan dan negara-negara anggota masih memiliki banyak perbedaan mengenai isu perdagangan digital.
Pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengumumkan IPEF di Tokyo pada Mei 2022, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.
Empat belas negara berpartisipasi dalam negosiasi tersebut, termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Australia, Selandia Baru, India, Thailand, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Filipina, Singapura, Brunei, dan Fiji.
Kerangka ekonomi IPEF terbagi menjadi empat pilar: perdagangan, rantai pasok, ekonomi bersih, dan ekonomi adil. IPEF, yang mencakup 40% Produk Domestik Bruto (PDB) global, merupakan perjanjian perdagangan generasi baru yang tidak mencakup komitmen pengurangan tarif.
Komentar (0)