- Masakan pedesaan yang dibawa ke kota.
- Masakan Cina yang khas
- Esensi kuliner dari kelompok etnis di Vietnam.
Menurut penelitian tentang masakan Tiongkok , bakpao kukus adalah makanan budaya dengan sejarah panjang yang berasal dari periode Musim Semi dan Gugur serta Periode Negara-Negara Berperang. Bakpao merupakan hidangan yang tak tergantikan dalam keluarga dan restoran; makanan pokok dalam barang bawaan pedagang, cendekiawan, dan bahkan buruh miskin.
Bakpao melambangkan harapan akan kesuburan, karena adonannya terbuat dari bahan pengembang, yang menandakan pertumbuhan berkelanjutan. Oleh karena itu, bakpao sangat penting dalam persembahan kepada langit dan bumi, dewa setempat, upacara peletakan batu pertama, upacara pembukaan, dan festival rakyat.
Sebuah warung bakpao kukus yang dikelola oleh warga Tionghoa di distrik Bac Lieu menawarkan berbagai macam isian.
Di sisi lain, bakpao juga melambangkan kekuatan, keyakinan, dan persatuan dalam mengatasi kejahatan, dan dipandang sebagai pengganti untuk menangkal kemalangan. Makna ini berasal dari cerita rakyat dari periode Tiga Kerajaan. Kisah tersebut menceritakan bahwa Zhuge Liang membuat ratusan ribu bakpao, masing-masing mewakili kepala manusia, untuk dipersembahkan kepada para dewa guna menangkal wabah yang membahayakan tentaranya.
Menara bakpao kukus berbentuk buah persik melambangkan umur panjang.
Sepanjang sejarahnya yang telah berlangsung ribuan tahun, bakpao telah menjadi bagian integral dari budaya Tiongkok, mewujudkan nilai-nilai budaya tradisional Tiongkok. Oleh karena itu, film-film tentang budaya, sejarah, atau pengalaman perjalanan di Tiongkok pasti menyebutkan bakpao. Bakpao melambangkan persatuan, dengan puluhan atau bahkan ratusan bakpao ditumpuk menjadi menara selama upacara pemujaan leluhur dan ucapan syukur; bakpao melambangkan kemakmuran, yang berasal dari kata "bao" (yang berarti "kantong uang" atau "amplop merah") yang merupakan homofon untuk "hou bao" (amplop merah); dan bakpao melambangkan kelimpahan, dengan berbagai macam isian seperti isian daging campur dengan daging babi cincang dan singkong, sosis Tiongkok, telur bebek, daging babi char siu, jamur kuping, dll., atau bakpao manis dengan isian kacang hijau, talas, atau telur (cade), serta bakpao polos dan bakpao goreng yang disajikan dengan ayam goreng atau bebek rebus.
Bakpao kukus yang disajikan dengan bebek rebus melambangkan kelimpahan.
Dibandingkan dengan jenis bakpao lainnya, bakpao khas masyarakat Teochew di Ca Mau terutama merupakan bakpao yang dibumbui dengan sempurna, dengan isian daging yang kaya dan manis serta tidak berminyak, dan kulit putih lembut yang mudah dipatahkan tanpa hancur; terutama bakpao manisnya, dengan kulit yang halus, aroma yang harum, dan banyak isian yang khas.
Selain itu, bagi masyarakat Tiongkok, hidangan ini melambangkan ikatan dan kekompakan komunitas. Secara khusus, setelah festival atau perayaan budaya tradisional, orang sering saling memberi sepasang roti kukus sebagai hadiah. Roti ini bisa berupa roti bundar yang melambangkan kebahagiaan, kemakmuran, dan keberuntungan, atau roti berbentuk buah persik yang melambangkan umur panjang. Ini juga menjelaskan mengapa roti kukus Tiongkok sering menampilkan karakter Tiongkok untuk "keberuntungan" (福).
Roti kukus yang dipersembahkan kepada Dewa Bumi sebelum upacara peletakan batu pertama oleh masyarakat Teochew di Ca Mau memiliki karakter "Fu" (yang berarti keberuntungan) yang tercetak di atasnya (piring roti berada di tengah altar).
Salah satu arah strategis Provinsi Ca Mau adalah mengembangkan pariwisata, dan memanfaatkan kekayaan tradisi kuliner tradisional kelompok etnisnya akan memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat potensi ini.
Dari bakpao kukus isi daging tradisional, kita bisa menciptakan bakpao kukus isi makanan laut berupa udang dan kepiting, yang akan menjadi hidangan dengan ciri khas daerah yang kuat dan tentunya akan menciptakan identitas yang unik, terutama karena kepiting dan udang Ca Mau sudah menjadi makanan khas daerah tersebut.
Lu Dung
Sumber: https://baocamau.vn/my-thuc-cua-nguoi-hoa-ca-mau-a40037.html







Komentar (0)