Berbicara kepada wartawan SGGP, Bapak Bui Tuan An, Ketua Komite Rakyat Komune An Hiep, mengatakan bahwa sekitar pukul 14.00 hari yang sama, sebuah truk sampah tiba di tempat pembuangan sampah An Hiep untuk memproses sampah sesuai rencana, tetapi dicegah oleh penduduk setempat, sehingga tidak mengizinkan truk tersebut memasuki area tempat pembuangan sampah.
Segera setelah itu, pemerintah daerah hadir untuk memobilisasi dan menyebarluaskan, sekaligus berjanji kepada masyarakat bahwa besok (22 Juli), perwakilan Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup Provinsi Vinh Long dan sektor terkait akan berkoordinasi untuk melakukan survei lapangan di TPA, bertemu langsung, dan berdialog dengan masyarakat untuk mencari solusi. Setelah dimobilisasi, masyarakat sepakat untuk bubar, dan truk sampah terpaksa kembali.

Menurut warga sekitar, dalam beberapa hari terakhir, hujan deras telah menyebabkan lindi dari TPA An Hiep meluap dan mengeluarkan bau busuk, yang berdampak serius pada kehidupan sehari-hari dan kesehatan masyarakat. Meskipun warga telah berulang kali mengajukan petisi dan melaporkan kepada pihak berwenang di semua tingkatan, situasi pencemaran masih terus terjadi, terutama selama musim hujan.
Ini adalah ketiga kalinya dalam tiga tahun berturut-turut (Juli 2023, Juli 2024, dan sekarang Juli 2025) warga setempat memblokir truk sampah karena frustrasi terhadap polusi yang berulang.
Saat ini terdapat sekitar 132 rumah tangga yang tinggal dalam radius 1.000 meter dari TPA An Hiep, yang sebagian besar terdampak polusi udara dan air. "Baunya sangat menyengat di malam hari, air hitam mengalir ke sawah, orang-orang sudah tidak tahan lagi," ujar seorang warga yang geram.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/nguoi-dan-tiep-tuc-chan-xe-vao-bai-rac-an-hiep-vinh-long-do-o-nhiem-moi-truong-post804759.html
Komentar (0)