Debu, jamur, udara kering, dehidrasi dapat menyebabkan hidung kering, perlu minum cukup air, batasi paparan alergen, gunakan semprotan hidung.
Hidung kering adalah kondisi di mana lapisan hidung tidak cukup lembap, menyebabkan ketidaknyamanan dan terkadang mimisan. Ada banyak penyebab hidung kering, dan seringkali berkaitan dengan kesehatan atau lingkungan tempat tinggal.
Alergi musiman
Alergi musiman terjadi selama periode transisi antara musim semi, musim panas, dan musim gugur, atau disebabkan oleh sejumlah faktor seperti serbuk sari, debu, jamur, dan bulu hewan yang masuk ke saluran pernapasan manusia. Saat sakit, sinus teriritasi, menyebabkan jaringan hidung mengering dan meradang.
Pasien harus menghentikan kontak dengan alergen, membersihkan rumah secara teratur, membersihkan badan setelah bepergian, minum banyak air, dan mengonsumsi suplemen vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hindari aktivitas di luar ruangan pada pagi hari karena pada waktu tersebut jumlah serbuk sari paling tinggi.
Beberapa obat yang dapat digunakan untuk rinitis alergi adalah dekongestan, semprotan hidung, dan antihistamin.
Udara kering
Udara yang terlalu kering atau kelembapannya rendah akan mengeringkan selaput lendir di saluran hidung Anda, yang dapat menyebabkan iritasi, pecah-pecah, dan pendarahan. Minum air yang cukup adalah cara sederhana untuk tetap terhidrasi. Rata-rata orang dewasa sebaiknya minum dua liter air sehari. Mengukus hidung dengan air hangat dapat membantu melegakan hidung tersumbat dan mengurangi rasa sakit.
Dehidrasi
Kurang minum air dan cairan menyebabkan dehidrasi, yang dapat menyebabkan mulut kering dan mukosa hidung kering. Menurut Johns Hopkins Medicine , tanda-tanda dehidrasi meliputi rasa haus, sakit kepala, kulit kering, jarang buang air kecil, warna urine lebih gelap, kelelahan, dan pusing.
Penderita dehidrasi ringan dapat minum air putih dan/atau suplemen elektrolit untuk meredakan gejala. Namun, dehidrasi berat memerlukan perhatian medis.
Hidung kering menyebabkan iritasi dan ketidaknyamanan pada mukosa hidung. Foto: Freepik
Sindrom Sjogren
Sindrom Sjögren adalah kondisi autoimun yang mencegah tubuh memproduksi kelembapan yang cukup. Orang dengan sindrom ini sering mengalami gejala mulut kering, mata kering, kulit kering, hidung kering, mimisan, nyeri sendi, vagina kering, kelelahan, dermatitis, dan peradangan kronis.
Untuk mendiagnosis, dokter akan mengevaluasi gejala pasien, mengukur aliran saliva, dan menguji antibodi dalam darah. Saat ini, belum ada obat untuk sindrom Sjögren. Kombinasi perubahan gaya hidup dan pengobatan dapat mengendalikan gejalanya.
Rinitis atrofi
Rinitis atrofi adalah kondisi di mana jaringan di dalam hidung menipis atau mengalami atrofi. Lapisan hidung dapat berbau tidak sedap dan saluran pernapasan dapat tersumbat. Penyebab rinitis atrofi antara lain alergi, infeksi, ketidakseimbangan estrogen, defisiensi vitamin A dan D, atau orang yang pernah menjalani operasi sinus.
Saat ini, belum ada obat untuk penyakit ini. Perawatan yang dapat mengurangi gejalanya antara lain mengoleskan salep antibiotik di hidung, salep pelembap hidung, suplemen vitamin, dan menggunakan pelembap udara.
Penyakit pernapasan
Hidung kering juga bisa menjadi gejala berbagai penyakit pernapasan seperti faringitis, sinusitis, trauma, dan hidung tersumbat. Terkadang, kondisi ini juga disertai gejala seperti hidung tersumbat, kesulitan bernapas, bernapas melalui mulut, dan mulut kering.
Efek samping obat
Obat alergi dapat menyebabkan sinus kering. Kandungan dalam antihistamin dan semprotan hidung dapat mengeringkan lendir berlebih di hidung, sehingga menyebabkan sinus kering. Orang yang mengonsumsi obat-obatan ini dan merasa hidungnya kering sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Huyen My (Menurut Healthline, Medical News Today )
Pembaca mengajukan pertanyaan seputar penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan di sini agar dokter dapat menjawabnya |
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)