Jadi, indikator apa saja yang perlu kita perhatikan? Berikut adalah parameter penting yang harus diperiksa secara berkala oleh setiap orang untuk melindungi kesehatan mereka secara keseluruhan.
Indeks ideal: < 120/80 mmHg.
Mengapa penting untuk dipantau? Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Terlebih lagi, penyakit ini seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga mudah diabaikan.
Siapa saja yang perlu diperiksa? Orang dewasa sebaiknya memeriksakan tekanan darahnya setidaknya setahun sekali, sementara orang di atas 40 tahun atau yang memiliki kondisi medis tertentu sebaiknya diperiksa lebih sering.
2. Gula darah – cerminan metabolisme
Gula darah puasa: < 100 mg/dL.
HbA1c: < 5,7% (mencerminkan kadar gula darah rata-rata selama 3 bulan).
Artinya: Gula darah tinggi yang berkepanjangan merusak pembuluh darah, yang mengakibatkan komplikasi pada mata, ginjal, saraf, jantung, dan otak.
Rekomendasi: Orang yang berusia di atas 30 tahun, terutama yang berisiko obesitas dan kurang olahraga, sebaiknya memeriksa gula darah dan HbA1c setidaknya 1-2 kali/tahun.
3. Lemak darah (Kolesterol dan Trigliserida)
Kolesterol total: < 200 mg/dL.
LDL-C (kolesterol jahat): < 130 mg/dL.
HDL-C (kolesterol baik): > 40 mg/dL.
Trigliserida: < 150 mg/dL.
Artinya: Dislipidemia menyebabkan aterosklerosis, meningkatkan risiko infark miokard dan stroke.
Saran: Periksa setidaknya setahun sekali, atau lebih sering jika Anda memiliki penyakit jantung.
4. Fungsi hati dan ginjal
Hati: SGOT, SGPT, GGT, Bilirubin.
Ginjal: Kreatinin darah, Urea, eGFR.
Artinya: Hati dan ginjal merupakan "sistem penyaringan" penting dalam tubuh. Disfungsi hati dan ginjal seringkali berkembang secara diam-diam dan hanya terdeteksi melalui tes darah.
Rekomendasi: Pemeriksaan rutin 1-2 kali/tahun, terutama pada orang yang minum alkohol, mengonsumsi obat jangka panjang atau memiliki riwayat penyakit hati atau ginjal.
5. Indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang
BMI standar: 18,5 – 22,9 (menurut standar Asia).
Lingkar pinggang aman: < 90 cm (pria), < 80 cm (wanita).
Artinya: Berat badan berlebih dan lemak perut berhubungan langsung dengan sindrom metabolik, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan perlemakan hati.
Rekomendasi: Pantau sendiri berat badan dan lingkar pinggang Anda setiap bulan untuk menyesuaikan pola makan dan olahraga Anda tepat waktu.
6. Kepadatan tulang
Indeks skor-T: > -1 adalah normal, dari -1 hingga -2,5 adalah osteoporosis ringan, < -2,5 adalah osteoporosis.
Artinya: Setelah usia 40 tahun, terutama pada wanita pascamenopause, kepadatan tulang menurun dengan cepat, dengan risiko patah tulang yang tinggi.
Rekomendasi: Skrining osteoporosis setiap 1–2 tahun untuk orang berusia di atas 50 tahun atau dengan faktor risiko.
7. Tes skrining kanker berdasarkan usia
Pria: PSA (kanker prostat), kolonoskopi.
Wanita: Pap smear (kanker serviks), USG payudara atau mammogram.
Kedua jenis kelamin: Endoskopi gastrointestinal, USG perut, CT scan atau MRI bila diperlukan.
Artinya: Mendeteksi kanker pada tahap awal membuat pengobatan jauh lebih efektif daripada deteksi terlambat.
8. Beberapa indikator lain yang perlu diperhatikan
Fungsi tiroid (TSH, FT4): terutama pada wanita setelah usia 35 tahun.
Elektrokardiogram, ekokardiogram: untuk mendeteksi aritmia, penyakit arteri koroner.
Indeks mikronutrien (Vitamin D, Zat Besi, Kalsium): memantau risiko kekurangan nutrisi.
Menyimpulkan
Memantau indikator kesehatan penting secara berkala tidak hanya membantu mendeteksi penyakit sejak dini, tetapi juga menjadi dasar untuk menyesuaikan gaya hidup, pola makan, dan olahraga. Setiap orang sebaiknya membiasakan diri melakukan pemeriksaan kesehatan umum tahunan, terutama setelah usia 30 tahun, untuk segera mencegah penyakit kronis berbahaya seperti stroke, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan kanker.
Mengambil langkah proaktif untuk memantau kesehatan Anda hari ini adalah investasi paling cerdas yang dapat Anda lakukan untuk kualitas hidup jangka panjang Anda.
Sumber: https://skr.vn/nhung-chi-so-suc-khoe-quan-trong-can-theo-doi-dinh-ky/
Komentar (0)