(Dan Tri) - Sayangnya, seorang kerabat meninggal dunia tepat ketika banjir datang, sehingga warga di distrik Le Thuy ( Quang Binh ) harus menggunakan perahu untuk membawa peti jenazah untuk dimakamkan.
Pada sore hari tanggal 30 Oktober, di "pusat banjir" Le Thuy (Quang Binh), air telah surut, namun ribuan rumah masih terendam banjir dan terisolasi. Di jalan menuju pusat distrik ini, kendaraan tidak dapat melintas, warga harus menggunakan perahu untuk bepergian.
Di Distrik Le Thuy, keluarga yang kerabatnya meninggal dunia akibat banjir terpaksa mengangkat peti jenazah dan menunda pemakaman. Di antaranya, terdapat 2 kasus di Kota Kien Giang, 1 kasus di Kelurahan An Thuy, dan 1 kasus di Kelurahan Loc Thuy.
Sebuah keluarga di kota Kien Giang, distrik Le Thuy menggunakan perahu untuk membawa peti jenazah untuk dimakamkan (Foto: Nhat Anh).
Setelah 3 hari duduk dan mengawasi peti jenazah ayahnya di tengah banjir, pagi ini (30 Oktober), Ibu Dang Thi Kieu, warga Distrik Le Thuy, dan keluarganya menggunakan perahu untuk membawa peti jenazah almarhum ke tempat pemakaman. Ayah Ibu Kieu, Bapak Dang Dai Long (63 tahun), meninggal dunia karena sakit pada pagi hari tanggal 27 Oktober.
Rumah keluarga Ibu Kieu terletak di dataran rendah, terendam banjir lebih dari 1,5 m. Beberapa hari terakhir, keluarganya terpaksa meminta bantuan tetangga untuk menggunakan perancah guna mengangkat peti jenazah agar tidak basah kuyup.
Saat ini, meskipun air masih membanjiri banyak desa di distrik Le Thuy, karena mereka tidak dapat meninggalkan jenazah di sana terlalu lama, banyak keluarga telah meminjam atau menyewa perahu untuk mengangkut peti jenazah untuk dimakamkan.
Dikelilingi banjir, banyak keluarga dengan anggota yang meninggal harus menopang peti jenazah dan menunggu air surut (Foto: Nhat Anh).
Kasus kerugian lainnya pada hari banjir adalah Ibu Duong Thi He, yang tinggal di kelurahan Loc Thuy.
Sore harinya (30 Oktober), keluarganya juga menggunakan perahu untuk mengantar jenazahnya ke tempat peristirahatan terakhir.
Nyonya He tinggal bersama putranya di rumah tingkat 4. Banjir kali ini, rumahnya terendam hampir 2 meter, sehingga keluarganya terpaksa meletakkan peti jenazahnya di dekat atap.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/xa-hoi/nhung-dam-tang-trong-lu-dung-thuyen-cho-quan-tai-di-an-tang-20241030150525522.htm
Komentar (0)