Siapa saja yang berhak mendapatkan pengurangan sewa tanah sebesar 30% pada tahun 2023? Dokumen apa saja yang diperlukan untuk mendapatkan pengurangan sewa tanah? - Pembaca Man Nhi
1. Pengurangan sewa tanah sebesar 30% pada tahun 2023
Baru-baru ini, Wakil Perdana Menteri menandatangani Keputusan 25/2023/QD-TTg tentang pengurangan sewa tanah untuk tahun 2023.
Secara khusus, kurangi 30% dari sewa tanah yang dibayarkan (pendapatan) pada tahun 2023 untuk penyewa tanah yang ditentukan di atas; jangan kurangi sewa tanah yang belum dibayar pada tahun-tahun sebelum 2023 dan biaya keterlambatan pembayaran (jika ada).
Pengurangan sewa tanah di atas dihitung atas sewa tanah yang terutang (pendapatan yang dihasilkan) pada tahun 2023 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam hal penyewa tanah menerima pengurangan sewa tanah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau/dan pengurangan ganti rugi dan pembebasan lahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang sewa tanah, pengurangan sewa tanah sebesar 30% dihitung berdasarkan jumlah sewa tanah yang terutang (jika ada) setelah dikurangi atau/dan dikurangi sesuai dengan peraturan perundang-undangan (kecuali jumlah sewa tanah yang dikurangi sesuai dengan Keputusan 01/2023/QD-TTg tanggal 31 Januari 2023 dari Perdana Menteri).
(Pasal 3 Keputusan 25/2023/QD-TTg)
2. Subjek yang memenuhi syarat untuk pengurangan sewa tanah sebesar 30% pada tahun 2023
Berdasarkan Pasal 2 Keputusan 25/2023/QD-TTg, subjek yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pengurangan sewa tanah sebesar 30% untuk tahun 2023 meliputi:
Organisasi, satuan, badan usaha, rumah tangga, dan perseorangan yang secara langsung sedang disewakan tanahnya oleh Negara berdasarkan Keputusan atau Kontrak atau Sertifikat hak atas tanah, hak milik atas rumah, dan aset lain yang melekat pada tanah dari instansi negara yang berwenang dalam bentuk sewa tanah dengan pembayaran tahunan (penyewa tanah).
Ketentuan ini berlaku dalam hal penyewa tanah tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan pembebasan atau pengurangan pajak tanah, jangka waktu pembebasan atau pengurangan pajak tanah telah berakhir, dan dalam hal penyewa tanah sedang mendapatkan pengurangan pajak tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pertanahan (Undang-Undang Pertanahan dan dokumen yang mengaturnya) dan peraturan perundang-undangan lainnya yang terkait.
3. Dokumen apa saja yang diperlukan untuk pengurangan sewa tanah?
Berkas pengurangan sewa tanah meliputi:
- Permohonan pengurangan sewa permukaan tanah dan air tahun 2023 bagi penyewa permukaan tanah dan air sesuai Formulir pada Lampiran yang diterbitkan dengan Keputusan 25/2023/QD-TTg.
Penyewa permukaan tanah dan air bertanggung jawab di hadapan hukum atas kejujuran dan keakuratan informasi serta permohonan pengurangan sewa permukaan tanah dan air, memastikan bahwa subjek yang tepat memenuhi syarat untuk pengurangan sewa permukaan tanah dan air sesuai dengan ketentuan Keputusan 25/2023/QD-TTg.
- Keputusan tentang sewa menyewa tanah, sewa permukaan air atau perjanjian sewa menyewa tanah, perjanjian sewa permukaan air atau sertifikat hak guna usaha atas tanah, hak milik rumah dan harta kekayaan lain yang melekat pada tanah dari instansi negara yang berwenang (salinan).
(Pasal 4 Keputusan 25/2023/QD-TTg)
4. Prosedur Pengurangan Sewa Tanah
(i) Penyewa tanah harus menyerahkan 01 set dokumen yang meminta pengurangan sewa tanah (dengan salah satu metode berikut: Langsung, elektronik, melalui pos) kepada otoritas pajak yang mengelola pengumpulan sewa tanah, Badan Pengelola Kawasan Ekonomi , Badan Pengelola Kawasan Teknologi Tinggi, dan instansi lain sebagaimana ditentukan oleh undang-undang tentang pengelolaan pajak sejak tanggal berlakunya Keputusan 25/2023/QD-TTg hingga 31 Maret 2024.
Pengurangan sewa tanah sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan 25/2023/QD-TTg tidak berlaku bagi kasus di mana penyewa tanah mengajukan permohonan setelah tanggal 31 Maret 2024.
(ii) Berdasarkan berkas pengurangan pajak bumi dan bangunan yang disampaikan oleh penerima hak atas tanah sebagaimana dimaksud pada angka (i), paling lambat dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya berkas sebagaimana dimaksud pada ayat (3) secara lengkap dan sah, instansi yang berwenang menetapkan besarnya pengurangan pajak bumi dan bangunan dan menerbitkan Surat Keputusan tentang pengurangan pajak bumi dan bangunan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan mengenai pemungutan pajak bumi dan peraturan perundang-undangan mengenai perpajakan.
(iii) Dalam hal penyewa tanah telah ditetapkan oleh instansi yang berwenang untuk mengurangi sewa tanah sesuai dengan ketentuan Keputusan 25/2023/QD-TTg, namun kemudian badan pengelola negara menemukan melalui pemeriksaan dan pengujian bahwa penyewa tanah tidak memenuhi syarat untuk pengurangan sewa tanah sesuai dengan ketentuan Keputusan 25/2023/QD-TTg, maka penyewa tanah harus mengembalikan kepada anggaran negara sewa tanah yang telah dikurangi dan denda keterlambatan pembayaran yang dihitung atas jumlah yang dikurangi sesuai dengan ketentuan undang-undang tentang pengelolaan pajak.
(iv) Dalam hal penyewa tanah telah membayar iuran tetap tahun 2023, namun setelah ditetapkan dan diputuskan oleh instansi yang berwenang untuk mengurangi iuran tetap tersebut, ternyata terdapat kelebihan iuran tetap, maka kelebihan pembayaran iuran tetap tersebut dipotong dari iuran tetap periode atau tahun berikutnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan dan peraturan perundang-undangan lainnya yang terkait;
Dalam hal tidak terdapat lagi jangka waktu pembayaran uang sewa tanah, maka kelebihan pembayaran uang sewa tersebut dikompensasikan atau dikembalikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan dan peraturan perundang-undangan lainnya.
(Pasal 5 Keputusan 25/2023/QD-TTg)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)