Sebelum mendaftar Miss Vietnam 2024 dan masuk Top 25, Thanh Thao hanya mengenal kehidupan yang berputar di sekitar belajar, berpartisipasi dalam seni dan proyek amal yang tenang, kehidupan yang sederhana namun bermakna.
Sebagai siswa berprestasi selama bertahun-tahun, dengan skor IELTS 7,5 dan fasih berbahasa Prancis sejak usia 6 tahun, Thanh Thao diterima langsung di sejumlah universitas terkemuka seperti Universitas Perdagangan Luar Negeri dan Universitas Ekonomi Kota Ho Chi Minh. Namun, ia memilih Akademi Diplomatik untuk mengejar mimpinya memahami lebih dalam tentang masyarakat, budaya, dan politik, yang menurut Thao, akan menjadi "kunci" untuk membuka pintu koneksi dengan dunia. Thao tidak hanya pandai belajar, tetapi juga memiliki hasrat khusus terhadap musik: kemampuannya bermain piano membawanya meraih Piala Emas di Festival Seni Asia- Pasifik tahun 2019. Baginya, seni adalah "bahasa kedua" yang membantu orang menjadi lebih emosional, peka, dan pendengar yang baik.
Di Thao, orang-orang melihat gadis Gen Z yang khas: dinamis, ambisius, tidak hanya tertarik pada prestasi akademik tetapi juga meluangkan waktu untuk mengembangkan nilai-nilai spiritual, memperkaya jiwa. Pertunjukan piano dan kegiatan amal yang ia ikuti sejak SMA secara bertahap membentuk hasratnya yang lebih besar untuk berkontribusi dan menyebarkan kebaikan kepada masyarakat.
Awalnya, Thanh Thao tak pernah menyangka akan mengikuti kontes kecantikan. Baginya, Miss Vietnam hanyalah sosok yang jauh dan berkilau di surat kabar dan televisi. Namun kemudian ia menyadari: jika ia ingin menyebarkan kebaikan, jika ia ingin membantu lebih banyak orang, ia harus terlebih dahulu menjadi pribadi yang bersuara, pribadi yang didengarkan masyarakat. "Dulu saya berpikir bahwa belajar dengan baik dan bekerja keras saja sudah cukup. Namun kemudian saya menyadari bahwa terkadang saya membutuhkan posisi dan gelar tertentu agar dapat menjangkau lebih banyak orang, menginspirasi lebih banyak orang, dan membantu lebih banyak orang," ungkap Thao. Baginya, Miss Vietnam bukan hanya arena kecantikan, tetapi juga tempat untuk mengasah keberanian, belajar, dan berkembang. Kontes tersebut menjadi titik balik, di mana ia mengatasi ketakutannya sendiri, berani untuk tampil beda, berani mencoba peruntungannya di bidang yang benar-benar baru.
Menjelang Miss Vietnam 2024, gadis termuda di 25 besar ini membawa serta kebingungan dan kegugupan seseorang yang baru pertama kali tampil di depan publik. Pelajaran keterampilan, proyek pendamping, jam latihan yang keras, waktu-waktu berdiri di depan kamera... semuanya adalah "pertama kalinya" bagi Thao. Namun, dalam perjalanan itulah ia menemukan versi baru dirinya: lebih percaya diri, lebih bertekad, dan lebih bersemangat untuk menaklukkan. "Pengetahuan adalah aset yang tak ternilai untuk pengembangan diri dan kontribusi yang berarti bagi masyarakat" - Thao berbagi dalam presentasi keterampilan di kontes tersebut, membuat banyak orang mengaguminya karena caranya menghubungkan pengetahuan akademis dengan nilai-nilai praktis. Setiap hari yang berlalu, setiap kegiatan dalam kontes merupakan kelas pendewasaan yang belum pernah dialami Thao sebelumnya, sebuah perjalanan yang dibuka tidak hanya dengan sorotan publik, tetapi juga dengan pelajaran yang merasuk jauh ke dalam hatinya.
Saat ini, selain mempersiapkan final nasional di Hue Juni mendatang, Thanh Thao juga sedang melaksanakan proyek komunitas "Cahaya Dataran Tinggi, membantu anak-anak di dataran tinggi bersekolah". Ia juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan, mendampingi para kontestan Miss Vietnam dalam proyek Green Saigon untuk menyebarkan semangat hidup hijau dan melindungi planet ini.
Bagi Thao, gelar Nona bukanlah tujuan, melainkan sekadar premis untuk memulai perjalanan panjang: membangun proyek komunitas, menghubungkan banyak hati dengan cita-cita yang sama, menyebarkan semangat hidup yang indah dan bertanggung jawab. Ia jelas memahami bahwa untuk membawa perubahan positif, terkadang ia perlu menjadi ikon, bukan untuk dikagumi, melainkan untuk menjadi jembatan, untuk menginspirasi, untuk mendorong orang-orang di sekitarnya agar bertindak.
Kontes ini hanyalah pintu pembuka, perjalanan Thanh Thao yang sesungguhnya dimulai dengan mimpi yang ia pegang teguh: mengubah pengetahuan, seni, dan kasih sayang menjadi kekuatan untuk mengubah masyarakat.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/nu-sinh-ngoai-giao-di-thi-hoa-hau-de-tim-kiem-tieng-noi-giup-do-cong-dong-post734505.html
Komentar (0)