Dengan semangat "rumah kaca lebih baik dari ladang tua" dan untuk meminimalkan kerugian bagi petani, lebih dari 100 perwira dan prajurit Pusat Pelatihan dan Pendidikan Kejuruan 1 (Komando Polisi Mobil, Kementerian Keamanan Publik ) turun ke sawah untuk membantu warga memanen padi.

z5857192524134_597b7dee4998f36580546b934ed01d88 copy.jpg
Lahan pertanian di komune My Luong terendam air dalam-dalam. Foto: Nguyen Hang

Pasca badai, akibat naiknya permukaan air Sungai Bui, sebagian besar sawah terendam banjir parah. Banyak sawah terendam air, sehingga warga terpaksa memanen lebih awal untuk mengurangi kerusakan.

Bapak Dinh Cong Duyet (Kelurahan My Luong, Chuong My, Hanoi ) mengatakan bahwa keluarganya memiliki 1 hektar sawah, yang mana 7 hektar diantaranya terendam banjir.

"Sawah yang terendam banjir memaksa keluarga saya memanen padi muda untuk menyelamatkan sedikit yang masih bisa mereka selamatkan, kalau tidak, kami akan kehilangan segalanya," ujar Bapak Duyet.

z5857192589488_5d5ab9d58f5b7df91664fab93543c02c copy.jpg
100 perwira dan prajurit Pusat Pelatihan dan Pendidikan Kejuruan 1 memanen padi untuk membantu masyarakat. Foto: Nguyen Hang

Meski hujan deras dan banyak areal persawahan tergenang air setinggi lebih dari 1 meter dan tertutup lumpur, prajurit dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan 1 (Komando Polisi Mobil) tetap membantu warga memanen padi.

Kapten Le Minh Thanh, Pusat Pelatihan Profesional dan Pendidikan Vokasi 1, mengatakan bahwa bergerak di perairan dalam sangatlah sulit. Para perwira dan prajurit yang diperkuat memutuskan untuk meletakkan beras di pelampung atau perahu... lalu mendorongnya ke pantai untuk mengurangi beban dan meningkatkan produktivitas.

z5857192404698_281e0b94eee6bc490046c5adbd62afe7 copy.jpg
Air yang dalam dan lumpur menyulitkan panen padi. ​​Foto: Nguyen Hang

Ibu Cao Thi Nam (Kelurahan My Luong, Distrik Chuong My, Hanoi) mengatakan bahwa penebangan pohon yang terlalu muda seperti sekarang hanya menyisakan sekitar 1/10 dari hasil panen.

"Meskipun kami tahu hasilnya rendah, kami tetap harus memanen padi, kalau tidak, padi akan bertunas dan busuk. Berkat bantuan Polisi Mobil, kesulitan kami sedikit berkurang," kata Ibu Nam.

z5857192441041_46de5694211ee6aeae33e595d0f410f6 copy.jpg

Menurut perwakilan dari Balai Latihan Kerja 1 (Balai Polisi Mobil), hingga akhir 22 September lalu, sebanyak 100 perwira dan prajurit Balai telah memanen puluhan hektare padi dan selanjutnya akan dikerahkan untuk memanen seluruh 50 hektare yang saat ini masih terendam air.

Letnan Kolonel Le Dinh Luan - Direktur Pusat Pelatihan dan Pendidikan Kejuruan 1 mengatakan bahwa untuk meminimalkan kerusakan pada masyarakat, para perwira dan prajurit kesatuan selalu berusaha semaksimal mungkin, memanfaatkan waktu di luar pekerjaan profesional, dan membantu masyarakat memanen semua padi yang terendam banjir.